Lewati ke konten
Kesehatan Umum

Cara Mengatasi Diare pada Dewasa dan Mencegah Dehidrasi

Diare umumnya membaik sendiri, tetapi dehidrasi adalah bahaya utamanya. Pahami cara mengatasi diare pada dewasa, cara membuat oralit, makanan yang tepat, dan tanda harus ke dokter.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca28 Mei 2026Diperbarui 28 Mei 2026
Segelas larutan oralit untuk mengatasi dehidrasi akibat diare

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair atau lebih lembek dari biasanya, 3 kali atau lebih dalam sehari. Hampir semua orang dewasa pernah mengalaminya. Kabar baiknya, sebagian besar diare akut bersifat ringan dan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Bahaya terbesar bukan diarenya sendiri, melainkan dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan. Artikel ini membahas cara mengatasi diare pada dewasa, mencegah dehidrasi, dan kapan Anda perlu ke dokter.

Penyebab diare pada dewasa

Penyebab diare yang umum:

  • Infeksi virus — penyebab tersering diare akut (misalnya norovirus, rotavirus).
  • Infeksi bakteri — dari makanan/minuman tercemar (keracunan makanan), seperti E. coli, Salmonella.
  • Infeksi parasit — misalnya amuba, terutama dari air yang tidak bersih.
  • Intoleransi makanan — misalnya intoleransi laktosa.
  • Efek samping obat — terutama antibiotik.
  • Stres atau kecemasan.
  • Penyakit pencernaan kronis — seperti sindrom iritasi usus (IBS) atau penyakit radang usus.

Diare yang berlangsung lebih dari 14 hari disebut diare kronis dan memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

Dehidrasi: bahaya utama diare

Saat diare, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit (natrium, kalium) dalam jumlah besar. Bila tidak diganti, terjadi dehidrasi yang bisa berbahaya. Kenali tanda-tandanya:

Dehidrasi ringan-sedang:

  • Haus berlebihan
  • Mulut dan bibir kering
  • Buang air kecil berkurang dan urine berwarna pekat
  • Lemas dan pusing

Dehidrasi berat (DARURAT — segera ke IGD):

  • Sangat lemas atau kebingungan
  • Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
  • Mata cekung
  • Denyut jantung cepat, napas cepat
  • Kulit kehilangan kekenyalan (lambat kembali saat dicubit)

Mencegah dan mengatasi dehidrasi adalah prioritas utama penanganan diare.

Cara mengatasi diare di rumah

Langkah penanganan diare ringan pada dewasa:

  • Perbanyak minum cairan — air putih, kuah sup, dan terutama oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
  • Gunakan oralit — larutan rehidrasi oral adalah penanganan paling penting. Oralit kemasan tinggal dilarutkan sesuai petunjuk. Bila tidak ada, larutan darurat dapat dibuat dari 6 sendok teh gula + setengah sendok teh garam dalam 1 liter air matang (gunakan oralit kemasan bila tersedia karena komposisinya lebih tepat).
  • Minum sedikit-sedikit tapi sering — terutama bila disertai mual, agar tidak memicu muntah.
  • Istirahat yang cukup.
  • Lanjutkan makan begitu mampu, dengan porsi kecil dan makanan yang mudah dicerna — puasa total justru memperlambat pemulihan.
  • Cuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan ke orang lain.

Makanan yang dianjurkan dan dihindari

Dianjurkan (makanan lembut dan mudah dicerna):

  • Nasi, bubur, kentang rebus
  • Pisang (kaya kalium)
  • Roti tawar, biskuit asin
  • Sup kaldu bening
  • Daging tanpa lemak yang dimasak matang

Sebaiknya dihindari sementara:

  • Makanan berlemak dan gorengan
  • Makanan pedas
  • Produk susu (bila ada intoleransi laktosa sementara)
  • Kafein (kopi, teh kental) dan alkohol
  • Minuman bersoda dan terlalu manis
  • Makanan tinggi serat kasar saat diare masih akut

Perlukah minum obat diare?

  • Oralit adalah yang terpenting, jauh lebih penting daripada obat anti-diare.
  • Obat seperti loperamide dapat mengurangi frekuensi BAB pada diare ringan tanpa demam dan tanpa darah, tetapi tidak boleh digunakan bila diare disertai demam tinggi atau tinja berdarah, karena dapat memperlambat pengeluaran kuman.
  • Zinc bermanfaat terutama untuk diare pada anak (untuk dewasa konsultasikan ke apoteker/dokter).
  • Antibiotik TIDAK boleh diminum sembarangan — sebagian besar diare disebabkan virus dan tidak memerlukan antibiotik. Antibiotik hanya diresepkan dokter pada kasus tertentu.
  • Probiotik dapat membantu memperpendek durasi diare tertentu.

Bila ragu, tanyakan kepada apoteker sebelum membeli obat diare bebas.

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter atau IGD bila:

  • Diare berlangsung lebih dari 3-4 hari tanpa perbaikan.
  • Muncul tanda dehidrasi berat (lemas hebat, tidak kencing, kebingungan).
  • Tinja berdarah atau berwarna hitam.
  • Demam tinggi (di atas 39 derajat Celsius).
  • Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum.
  • Diare pada lansia, ibu hamil, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.
  • Diare setelah bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk.

Menjaga kebersihan makanan dan minuman, mencuci tangan, serta minum air yang matang adalah cara terbaik mencegah diare. Untuk panduan pertolongan pertama berbagai keadaan di rumah, baca artikel khusus kami.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI — Penanganan Diare dan Oralit
  2. 2. WHO — Diarrhoeal Disease
  3. 3. Mayo Clinic — Diarrhea
  4. 4. NHS — Diarrhoea and Vomiting
  5. 5. IDI — Tatalaksana Diare Akut

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 28 Mei 2026