Lewati ke konten
Kesehatan Anak

Diare pada Anak: Cara Beri Oralit & Zinc dan Tanda Harus ke Dokter

Diare pada anak jarang berbahaya bila cairannya terjaga. Pahami cara memberi oralit dan zinc yang benar serta tanda dehidrasi yang wajib diwaspadai.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca2 Juni 2026Diperbarui 2 Juni 2026
Kesehatan Anak

Diare pada Anak: Cara Beri Oralit & Zinc dan Tanda Harus ke Dokter

Sehatku.id

Diare adalah salah satu keluhan tersering pada anak, dan bagi orang tua sering membuat panik. Kabar baiknya: sebagian besar diare anak sembuh sendiri dalam beberapa hari. Yang benar-benar berbahaya bukan diarenya, melainkan dehidrasi — dan inilah yang harus dicegah.

Kenapa anak mudah diare?

Anak, terutama balita, lebih rentan diare karena daya tahan tubuh yang masih berkembang dan kebiasaan memasukkan benda ke mulut. Penyebab tersering adalah infeksi virus (seperti rotavirus), diikuti bakteri dari makanan/air yang tidak bersih. Karena cadangan cairan tubuh anak kecil, mereka lebih cepat mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa.

Tanda dehidrasi yang wajib diwaspadai

Pantau tanda-tanda ini pada anak yang diare:

  • Haus berlebihan dan rewel
  • Mulut dan bibir kering
  • Jarang buang air kecil (popok kering lebih dari 6 jam)
  • Mata tampak cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Lemas, mengantuk, atau sulit dibangunkan (tanda berat)

Tanda berat seperti sangat lemas, mata sangat cekung, dan tidak buang air kecil adalah kondisi darurat.

Cara memberi oralit yang benar

Oralit adalah penanganan utama diare anak:

  • Larutkan 1 sachet oralit dalam 200 ml air matang (ikuti takaran kemasan). Jangan membuat larutan terlalu pekat.
  • Berikan sedikit-sedikit tapi sering menggunakan sendok — sekitar satu sendok teh tiap 1-2 menit.
  • Bila anak muntah, tunggu 10 menit lalu lanjutkan lebih pelan.
  • Terus berikan setiap anak buang air besar cair.
  • Habiskan larutan dalam 24 jam, lalu buat yang baru bila perlu.

Oralit jauh lebih aman dan tepat dibanding larutan gula-garam buatan sendiri yang berisiko salah takaran.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pentingnya zinc untuk diare anak

Kemenkes dan WHO menganjurkan pemberian zinc selama 10-14 hari bersama oralit untuk setiap anak yang diare — bahkan setelah diare berhenti. Zinc terbukti:

  • Mempercepat penyembuhan diare
  • Mengurangi keparahan
  • Menurunkan risiko diare berulang dalam 2-3 bulan ke depan

Dosis umum mengikuti anjuran dokter/apoteker sesuai usia anak.

Makanan saat anak diare

  • Teruskan ASI pada bayi yang masih menyusu — jangan dihentikan.
  • Lanjutkan makan seperti biasa dengan porsi kecil tapi sering.
  • Pilih makanan mudah dicerna: bubur, pisang, nasi tim, kentang.
  • Hindari makanan/minuman sangat manis yang dapat memperberat diare.

Yang TIDAK boleh dilakukan

  • Jangan beri obat antidiare (seperti loperamide) pada anak — berbahaya.
  • Jangan beri antibiotik tanpa resep; sebagian besar diare anak akibat virus.
  • Jangan puasakan anak atau hentikan ASI.
  • Jangan beri larutan gula-garam tanpa takaran yang tepat.

Kapan harus ke dokter atau IGD

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan bila:

  • Muncul tanda dehidrasi berat (sangat lemas, mata cekung, tidak buang air kecil, menangis tanpa air mata)
  • Diare berdarah atau berlendir
  • Muntah hebat sehingga tidak bisa minum
  • Demam tinggi
  • Diare berlangsung lebih dari 3-7 hari atau anak tampak makin lemah

Dengan oralit, zinc, dan pemantauan cairan yang baik, sebagian besar anak pulih tanpa masalah. Kewaspadaan terhadap dehidrasi adalah kunci utamanya.

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. IDAI - Ikatan Dokter Anak Indonesia
  2. 2. Kemenkes - Tatalaksana Diare
  3. 3. WHO/UNICEF - Diarrhoea Management

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 31 Mei 2026