Lewati ke konten
Antiplatelet / Pengencer DarahResep dokter

Ascardia

**Ascardia** adalah obat **antiplatelet** yang mengandung **asam asetilsalisilat (asetosal) 80 mg**, yaitu **aspirin dosis rendah** yang bekerja mengencerkan darah untuk mencegah pembentukan bekuan (trombus) pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi, seperti mencegah **serangan jantung berulang** dan **stroke iskemik**. Karena tergolong **obat keras**, penggunaan Ascardia memerlukan **resep dokter**.

Nama generik
Asam asetilsalisilat (Acetylsalicylic acid / aspirin)
Nama dagang
Ascardia
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Mengurangi risiko trombosis koroner lanjutan pada pasien penyakit jantung koroner
  • Profilaksis reinfark, yaitu mencegah serangan jantung (infark miokard) berulang
  • Mengurangi risiko kematian dan serangan infark miokard
  • Mencegah pembentukan bekuan darah setelah operasi bypass arteri koroner (aortocoronary bypass)
  • Mengurangi risiko serangan ulang Transient Ischemic Attack (TIA) dan stroke iskemik

Dosis

Dewasa
Umumnya digunakan sebagai aspirin dosis rendah sekali sehari dan diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Ikuti dosis yang tertera pada kemasan atau resep dokter; jangan menambah atau menghentikan sendiri tanpa anjuran dokter.
Anak
Tidak dianjurkan untuk anak dan remaja, terutama saat infeksi virus (misalnya flu atau cacar air), karena risiko sindrom Reye. Gunakan hanya bila diinstruksikan secara khusus oleh dokter.
Lansia
Perlu kehati-hatian ekstra karena risiko perdarahan lebih tinggi. Gunakan sesuai dosis dan pengawasan dokter.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna seperti nyeri ulu hati, mual, dan gangguan pencernaan (dispepsia)
  • Iritasi lambung hingga tukak (ulkus) lambung
  • Perdarahan saluran cerna, ditandai tinja berwarna hitam atau muntah darah
  • Mudah memar dan waktu perdarahan yang memanjang karena efek pengencer darah
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau bengkak
  • Bronkospasme, terutama pada penderita asma yang sensitif terhadap aspirin
  • Telinga berdenging (tinitus) pada penggunaan dosis tinggi

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Alergi terhadap asam asetilsalisilat, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lain
  • Tukak lambung atau tukak usus yang aktif
  • Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia
  • Perdarahan yang sedang berlangsung
  • Asma yang dipicu oleh aspirin atau OAINS
  • Anak dan remaja dengan infeksi virus karena risiko sindrom Reye
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal yang berat

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat antikoagulan (warfarin, heparin) — meningkatkan risiko perdarahan
  • OAINS lain seperti ibuprofen — meningkatkan risiko iritasi/perdarahan lambung dan dapat menurunkan efek antiplatelet aspirin
  • Obat antiplatelet lain (misalnya clopidogrel) — memperbesar risiko perdarahan
  • Kortikosteroid — meningkatkan risiko perdarahan lambung
  • Metotreksat — aspirin dapat meningkatkan toksisitasnya
  • Obat antidiabetes — aspirin dapat memperkuat efek penurun gula darah
  • Alkohol — meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna

Peringatan Penting

  • Gunakan hanya atas resep dan pengawasan dokter, terutama bila ada riwayat sakit maag atau tukak lambung.
  • Beri tahu dokter atau dokter gigi sebelum operasi atau pencabutan gigi karena obat mungkin perlu dihentikan sementara.
  • Jangan berikan pada anak dan remaja dengan cacar air atau gejala flu karena risiko sindrom Reye.
  • Hati-hati pada penderita asma serta gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Segera hubungi dokter jika muncul tinja hitam, muntah darah, atau memar yang tidak biasa.
  • Pastikan produk memiliki izin edar BPOM; nomor registrasi dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.
  • Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan mengubah dosis tanpa anjuran tenaga medis.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Ascardia obat apa?

Ascardia adalah obat antiplatelet (pengencer darah) yang mengandung asam asetilsalisilat 80 mg, yaitu aspirin dosis rendah. Obat ini digunakan untuk mencegah pembentukan bekuan darah pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi, misalnya untuk mencegah serangan jantung berulang, mengurangi risiko infark miokard, serta mencegah serangan ulang TIA/stroke iskemik. Ascardia termasuk obat keras sehingga harus digunakan dengan resep dokter.

Apakah Ascardia harus dengan resep dokter?

Ya. Ascardia tergolong obat keras sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan atas resep dokter. Meskipun dosisnya rendah, aspirin dapat menyebabkan iritasi lambung dan perdarahan, sehingga penggunaannya perlu dinilai dan diawasi oleh dokter. Pastikan pula produk memiliki izin edar resmi dengan mengecek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Ascardia sama dengan aspirin biasa untuk sakit kepala?

Zat aktifnya memang aspirin (asam asetilsalisilat), tetapi Ascardia menggunakan dosis rendah (80 mg) yang tujuan utamanya sebagai antiplatelet untuk mencegah bekuan darah pada pasien jantung dan pembuluh darah, bukan sebagai pereda nyeri atau penurun demam seperti aspirin dosis tinggi. Karena itu, jangan menggunakan Ascardia untuk mengobati sakit kepala biasa tanpa anjuran dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Ascardia (obat jantung, asam asetilsalisilat)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi asam asetilsalisilat

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.