Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Cendo Xitrol

Cendo Xitrol adalah **obat mata kombinasi (tetes mata dan salep mata)** yang berisi **deksametason** (kortikosteroid), **neomisin sulfat** (antibiotik aminoglikosida), dan **polimiksin B sulfat** (antibiotik polipeptida), dipakai untuk **peradangan mata yang disertai infeksi bakteri** atau berisiko terinfeksi bakteri, seperti **konjungtivitis infektif, keratitis, dan blefaritis**. Kedua antibiotiknya menghambat bakteri penyebab infeksi, sedangkan deksametason meredakan radang seperti **mata merah, bengkak, dan nyeri**. Data registrasi BPOM mencantumkan kekuatan **tetes mata** Cendo Xitrol **deksametason 1 mg, neomisin sulfat 5 mg, dan polimiksin B sulfat 10.000 IU**; kadar salep mata dapat berbeda, jadi selalu cocokkan dengan label kemasan. Produk **Cendo** ini tersedia dalam **botol tetes 5 ml, minidose 0,6 ml, salep tube 3,5 g, dan salep minidose 0,5 g**. Cendo Xitrol tergolong **obat keras** yang **wajib dengan resep dokter**. Karena mengandung **kortikosteroid kuat**, obat ini **bukan antibiotik mata biasa** dan tidak boleh dipakai sendiri tanpa pemeriksaan, sebab dapat memperparah infeksi mata akibat virus atau jamur.

Nama generik
Deksametason + Neomisin Sulfat + Polimiksin B Sulfat
Nama dagang
Cendo Xitrol
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Peradangan mata yang responsif terhadap kortikosteroid dan disertai infeksi bakteri atau berisiko terinfeksi bakteri, sesuai diagnosis dokter
  • Konjungtivitis infektif (radang selaput mata akibat bakteri) yang disertai peradangan, misalnya mata merah, bengkak, dan belekan
  • Keratitis (radang kornea) tertentu, hanya bila dokter telah memastikan penyebabnya bukan virus atau jamur
  • Blefaritis (radang tepi kelopak mata) yang disertai infeksi bakteri
  • Meredakan gejala radang pada kondisi di atas, seperti mata merah, bengkak, dan nyeri, sambil menghambat bakteri penyebab infeksi

Dosis

Dewasa
Jumlah tetes atau olesan, frekuensi, dan lama pemakaian ditentukan dokter sesuai jenis dan beratnya peradangan serta infeksi, jadi ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Cara pakai tetes mata: cuci tangan, tengadahkan kepala, tarik kelopak mata bawah, teteskan ke kantong kelopak, lalu pejamkan mata sebentar. Cara pakai salep mata: oleskan tipis di kantong kelopak mata bawah, lalu kedipkan perlahan agar salep merata. Jangan biarkan ujung botol atau tube menyentuh mata, bulu mata, atau jari. Jangan memperpanjang pemakaian sendiri karena ada kandungan kortikosteroid, dan jangan pula berhenti lebih cepat tanpa arahan dokter; pada pemakaian yang lebih lama, dokter dapat menurunkan frekuensinya secara bertahap.
Anak
Dosis khusus anak tidak tercantum dalam data yang kami verifikasi. Pemakaian pada anak hanya atas resep dan pemeriksaan dokter (sebaiknya dokter mata atau dokter anak), dengan jumlah, frekuensi, dan lama pemakaian mengikuti petunjuk dokter dan kemasan. Orang tua sebaiknya membantu meneteskan atau mengoleskan obat dan segera kembali ke dokter bila anak tampak makin silau, sering mengucek mata, atau penglihatannya terganggu.
Lansia
Umumnya mengikuti aturan dewasa sesuai resep dokter. Lansia lebih rentan mengalami glaukoma dan katarak, dua kondisi yang juga dapat dipicu pemakaian kortikosteroid mata jangka lama, sehingga pemeriksaan tekanan bola mata oleh dokter penting bila pemakaian berlangsung lebih lama. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Rasa perih, pedih, atau seperti terbakar sesaat setelah obat diteteskan atau dioleskan
  • Pandangan kabur sementara, terutama setelah memakai salep mata
  • Mata berair, rasa mengganjal, atau mata merah ringan
  • Reaksi alergi lokal yang umumnya dikaitkan dengan neomisin: mata atau kelopak justru makin gatal, merah, bengkak, atau kulit kelopak bersisik; hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila terjadi
  • Kenaikan tekanan bola mata pada pemakaian lebih lama, yang dapat berkembang menjadi glaukoma dengan gangguan saraf optik dan lapang pandang
  • Katarak (katarak subkapsular posterior) pada pemakaian kortikosteroid mata jangka panjang
  • Infeksi sekunder (superinfeksi) oleh jamur, virus, atau kuman yang tidak peka, karena steroid menekan daya tahan lokal mata dan antibiotik dipakai terlalu lama
  • Penyembuhan luka kornea melambat; pada kornea atau sklera yang sudah menipis dapat terjadi perforasi (robek)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Alergi (hipersensitif) terhadap deksametason, neomisin atau antibiotik aminoglikosida lain, polimiksin B, atau bahan lain dalam sediaan
  • Infeksi mata oleh virus, misalnya keratitis herpes simpleks (keratitis dendritik), cacar air (varisela), vaksinia, dan infeksi virus lain pada kornea atau konjungtiva
  • Infeksi jamur pada struktur mata
  • Infeksi mikobakteri pada mata, termasuk tuberkulosis mata
  • Daftar lengkap kontraindikasi tercantum pada brosur resmi di dalam kemasan; baca sebelum memakai dan tanyakan pada dokter atau apoteker bila ragu

Interaksi dengan Obat Lain

  • Bila memakai lebih dari satu obat mata, beri jeda sekitar 5 menit antar obat agar tidak saling membilas; sediaan salep mata dipakai paling akhir
  • Hindari memakai obat mata lain yang mengandung kortikosteroid atau antibiotik bersamaan tanpa arahan dokter, karena efek dan risikonya dapat bertumpuk
  • Sampaikan ke dokter bila pernah alergi terhadap antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamisin, tobramisin, atau kanamisin), karena dapat terjadi reaksi alergi silang dengan neomisin
  • Pada penderita glaukoma yang memakai obat penurun tekanan bola mata, deksametason dapat menaikkan tekanan bola mata sehingga pengendaliannya perlu dipantau dokter
  • Beri tahu dokter semua obat yang sedang dipakai, termasuk kortikosteroid minum, suntik, atau hirup dan antibiotik lain

Peringatan Penting

  • Obat keras (logo lingkaran merah berhuruf K), wajib dengan resep dokter. Jangan membeli atau memakai Cendo Xitrol tanpa pemeriksaan dokter, dan jangan memakai sisa obat lama atau obat milik orang lain.
  • Bukan antibiotik mata biasa. Selain dua antibiotik, Cendo Xitrol mengandung kortikosteroid kuat (deksametason). Pada mata merah akibat virus (misalnya herpes) atau jamur, steroid dapat memperparah infeksi dan merusak kornea, sedangkan neomisin dan polimiksin B tidak bekerja melawan virus maupun jamur. Karena itu penyebab keluhan perlu dipastikan dokter lebih dulu.
  • Pemakaian kortikosteroid mata jangka lama dapat menaikkan tekanan bola mata (risiko glaukoma dan kerusakan saraf optik), memicu katarak, dan memperlambat penyembuhan luka kornea. Bila pemakaian berlangsung lebih lama, dokter perlu memeriksa tekanan bola mata secara berkala.
  • Pada penyakit yang menyebabkan penipisan kornea atau sklera, kortikosteroid mata dapat meningkatkan risiko perforasi, sehingga pemakaiannya harus di bawah pengawasan dokter mata.
  • Pemakaian antibiotik yang terlalu lama dapat memicu pertumbuhan kuman atau jamur yang tidak peka (superinfeksi). Gunakan hanya selama waktu yang diresepkan.
  • Neomisin dikenal cukup sering memicu reaksi alergi (sensitisasi). Hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila mata atau kelopak justru makin gatal, merah, bengkak, atau bersisik. Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat alergi obat, terutama terhadap antibiotik aminoglikosida.
  • Segera kembali ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, memburuk, atau muncul nyeri mata hebat, penglihatan menurun, silau berlebihan, atau pandangan seperti berkabut.
  • Hindari memakai lensa kontak selama mengobati peradangan atau infeksi mata, kecuali dokter mengizinkan.
  • Kemasan minidose umumnya untuk pemakaian singkat setelah dibuka; buang sisanya sesuai petunjuk pada kemasan. Untuk botol dan tube, perhatikan batas waktu pemakaian setelah dibuka yang tertera pada kemasan, dan jangan berbagi obat mata dengan orang lain.
  • Pandangan bisa kabur sesaat, terutama setelah memakai salep mata; tunggu sampai jelas sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai obat ini agar manfaat dan risikonya bisa ditimbang.
  • Pastikan produk terdaftar di BPOM dengan mengecek nomor izin edar (NIE) pada kemasan di cekbpom.pom.go.id. Cendo Xitrol terdaftar atas nama pendaftar CENDO dengan NIE DKL7203809746A1 untuk tetes mata (botol 5 ml; minidose 0,6 ml juga dipasarkan dengan NIE ini) dan DKL7803811431A1 untuk salep mata tube 3,5 g. Untuk salep minidose 0,5 g, cocokkan NIE yang tertera pada kemasannya di cekbpom. Kode DKL menandakan obat bermerek, golongan obat keras, produksi lokal.

Pertanyaan Umum

Cendo Xitrol obat apa?

Cendo Xitrol adalah obat mata kombinasi untuk radang mata yang disertai infeksi bakteri, misalnya konjungtivitis infektif, keratitis, dan blefaritis. Isinya tiga zat aktif: deksametason (kortikosteroid peredam radang), serta neomisin sulfat dan polimiksin B sulfat (dua antibiotik yang menghambat bakteri). Obat ini tersedia sebagai tetes mata (botol 5 ml dan minidose 0,6 ml) dan salep mata (tube 3,5 g dan minidose 0,5 g) produksi Cendo. Cendo Xitrol tergolong obat keras (logo K), jadi wajib dengan resep dokter dan tidak untuk dipakai sendiri. Cek nomor izin edarnya, misalnya DKL7203809746A1 untuk tetes mata, di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Cendo Xitrol boleh dipakai untuk semua mata merah atau mata belekan?

Tidak. Cendo Xitrol bukan obat mata merah serba guna. Kandungan deksametason adalah kortikosteroid kuat yang meredam radang sekaligus menekan daya tahan lokal mata. Bila mata merah disebabkan virus (misalnya herpes) atau jamur, steroid justru dapat memperparah infeksi dan merusak kornea, sedangkan kedua antibiotiknya tidak bekerja melawan virus maupun jamur. Karena itu penyebab keluhan perlu dipastikan dokter, sebaiknya dokter mata, sebelum obat ini dipakai. Cendo Xitrol adalah obat keras yang wajib resep; jangan memakai sisa obat lama atau milik orang lain, dan jangan memperpanjang pemakaian sendiri karena steroid mata jangka panjang dapat menaikkan tekanan bola mata dan memicu katarak.

Apa beda tetes mata, salep mata, dan minidose Cendo Xitrol, dan kenapa kadarnya berbeda di beberapa situs?

Ketiganya berisi tiga zat aktif yang sama (deksametason, neomisin sulfat, dan polimiksin B sulfat); bedanya ada pada bentuk dan kemasan. Tetes mata tersedia dalam botol 5 ml dan minidose 0,6 ml (NIE DKL7203809746A1), sedangkan salep mata tersedia dalam tube 3,5 g (NIE DKL7803811431A1) dan minidose 0,5 g. Kemasan minidose ditujukan untuk pemakaian singkat setelah dibuka, jadi buang sisanya sesuai petunjuk kemasan. Salep cenderung membuat pandangan kabur lebih lama daripada tetes. Soal kadar, data registrasi BPOM mencantumkan kekuatan tetes mata deksametason 1 mg, neomisin sulfat 5 mg, dan polimiksin B sulfat 10.000 IU, sementara sejumlah situs apotek dan kesehatan menuliskan angka yang berbeda, misalnya neomisin sulfat 3,5 mg, atau polimiksin B 6.000 IU untuk salep mata. Karena sumbernya tidak seragam, pegangan paling tepat adalah label kemasan produk yang Anda terima dan data di cekbpom.pom.go.id. Bentuk mana yang dipakai, berapa kali, dan berapa lama ditentukan dokter.

Obat Terkait (Antibiotik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antibiotik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Cek BPOM - Detail CENDO XITROL tetes mata 5 ml, NIE DKL7203809746A1, kekuatan 1,00 mg/5,00 mg/10000 IU (pendaftar CENDO)
  2. 2. Cek BPOM - Detail CENDO XITROL salep mata tube 3,5 g, NIE DKL7803811431A1 (pendaftar CENDO)
  3. 3. Halodoc - Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml (indikasi, golongan obat keras, kemasan)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.