Fasidol
Fasidol adalah obat berisi **paracetamol (asetaminofen)** yang dipakai untuk **meredakan nyeri ringan sampai sedang** seperti sakit kepala, sakit gigi, serta nyeri otot dan sendi, sekaligus **menurunkan demam**, termasuk demam yang menyertai flu dan demam setelah vaksinasi. Fasidol diproduksi oleh **Ifars** dan termasuk golongan **Obat Bebas** (lingkaran hijau), sehingga dapat dibeli tanpa resep dokter. Merek ini punya beberapa varian: Fasidol kaplet 500 mg, Fasidol Forte kaplet 650 mg, serta sediaan sirup dengan kekuatan lebih rendah (sekitar 120 mg dan 160 mg per takaran) untuk anak. Khusus **Fasidol Plus berbeda** karena berisi paracetamol 600 mg ditambah **kafein 50 mg**. Ketersediaan tiap varian dapat berbeda di masing-masing apotek, jadi periksa selalu label kemasan.
- Nama generik
- Paracetamol (asetaminofen)
- Nama dagang
- Fasidol, Fasidol Forte, Fasidol Plus
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala
- Meredakan sakit gigi dan nyeri setelah tindakan gigi ringan
- Meredakan nyeri otot, nyeri sendi, pegal linu, serta nyeri haid ringan
- Menurunkan demam, termasuk demam yang menyertai flu atau influenza
- Menurunkan demam setelah vaksinasi (imunisasi) pada dewasa maupun anak, sesuai bentuk sediaan yang tepat
- Varian Fasidol Plus (paracetamol + kafein) ditujukan untuk nyeri seperti sakit kepala, dengan kafein sebagai adjuvan analgesik yang membantu memperkuat efek pereda nyeri
Dosis
Efek Samping
- Pada dosis yang tepat paracetamol umumnya ditoleransi baik dan jarang menimbulkan efek samping
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di ulu hati
- Ruam kulit, gatal, atau reaksi alergi ringan
- Reaksi hipersensitivitas berat (jarang): bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, sesak napas, hingga syok anafilaksis — segera cari pertolongan medis
- Reaksi kulit serius yang sangat jarang seperti Sindrom Stevens-Johnson atau nekrolisis epidermal toksik: kulit melepuh dan mengelupas — hentikan obat dan segera ke IGD
- Kelainan darah yang jarang, misalnya trombositopenia, leukopenia, atau agranulositosis pada pemakaian jangka panjang
- Peningkatan enzim hati hingga kerusakan hati berat (hepatotoksisitas) bila dosis melebihi anjuran atau dipakai bersama alkohol
- Khusus Fasidol Plus karena kandungan kafein: jantung berdebar, gelisah, tangan gemetar, dan sulit tidur
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitivitas atau riwayat alergi terhadap paracetamol (asetaminofen) atau komponen lain dalam produk
- Gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif, termasuk gagal hati
- Pasien dengan riwayat reaksi kulit berat akibat paracetamol
- Untuk Fasidol Plus: pasien yang hipersensitif terhadap kafein, serta sebaiknya dihindari pada penderita hipertensi tidak terkontrol, gangguan irama jantung (aritmia), gangguan kecemasan, dan insomnia — konsultasikan dulu dengan dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat lain yang juga mengandung paracetamol (obat flu kombinasi, obat batuk pilek, obat sakit kepala racikan) — risiko dosis ganda dan keracunan hati
- Alkohol — meningkatkan risiko kerusakan hati, bahkan pada dosis paracetamol yang dianggap normal
- Warfarin dan antikoagulan oral lain — pemakaian paracetamol rutin dosis tinggi dapat meningkatkan efek pengencer darah, sehingga INR perlu dipantau
- Obat penginduksi enzim hati seperti karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, rifampisin, dan isoniazid — dapat meningkatkan pembentukan metabolit yang beracun bagi hati
- Metoklopramid dan domperidon mempercepat penyerapan paracetamol, sedangkan kolestiramin memperlambatnya
- Untuk Fasidol Plus: kafein di dalamnya bertambah efeknya bila diminum bersama kopi, teh, minuman berenergi, atau obat yang mengandung stimulan
Peringatan Penting
- Jangan melebihi 4 gram (4.000 mg) paracetamol per hari dari semua sumber. Melebihi batas ini berisiko menyebabkan kerusakan hati berat yang bisa fatal, meski gejala awalnya sering hanya mual dan lemas
- Periksa komposisi obat lain yang Anda minum. Banyak obat flu, batuk pilek, dan pereda nyeri kombinasi juga mengandung paracetamol, sehingga mudah terjadi dosis ganda tanpa disadari
- Hindari alkohol selama memakai Fasidol; kombinasi keduanya sangat memberatkan kerja hati
- Bila dicurigai terjadi overdosis, segera ke IGD walaupun belum ada keluhan — penanganan dini dengan antidotum jauh lebih efektif
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda pernah mengalami alergi atau reaksi kulit setelah memakai paracetamol atau obat pereda nyeri lain
- Konsultasikan lebih dulu bila Anda memiliki penyakit hati, penyakit ginjal, kurang gizi, berat badan rendah, atau ketergantungan alkohol
- Hentikan pemakaian dan periksa ke dokter bila demam tidak turun atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, atau muncul kuning pada mata dan kulit, urine gelap, serta nyeri perut kanan atas
- Untuk Fasidol Plus, kandungan kafein 50 mg perlu diperhatikan penderita hipertensi, gangguan irama jantung, dan insomnia, serta sebaiknya tidak diminum menjelang tidur
- Untuk ibu hamil dan menyusui, paracetamol termasuk kategori kehamilan B dan umumnya dinilai relatif aman pada dosis terendah dan waktu sesingkat mungkin, tetapi tetap konsultasikan dengan dokter atau bidan
- Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang masih berlaku dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id. Fasidol adalah Obat Bebas (lingkaran hijau) sehingga boleh dibeli tanpa resep; berbeda dengan obat golongan obat keras (lingkaran merah bertanda huruf K) yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter
- Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak. Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau nasihat tenaga medis
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Fasidol obat apa?
Fasidol adalah obat berisi paracetamol (asetaminofen) produksi Ifars yang bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) sekaligus antipiretik (penurun demam). Fasidol dipakai untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan sendi, serta menurunkan demam termasuk demam karena flu dan demam setelah vaksinasi. Tersedia dalam bentuk kaplet untuk dewasa dan sirup untuk anak. Perlu dicatat, varian Fasidol Plus berbeda karena berisi paracetamol yang dikombinasikan dengan kafein.
Apakah Fasidol harus dengan resep dokter?
Tidak. Fasidol termasuk golongan Obat Bebas yang ditandai lingkaran hijau, sehingga dapat dibeli tanpa resep di apotek dan toko obat berizin. Status ini terlihat dari nomor izin edar BPOM yang berawalan DBL (nama Dagang, Bebas, produksi Lokal), misalnya DBL9509204704A1 untuk Fasidol 500 mg dan DBL0609204704B1 untuk Fasidol Forte 650 mg. Anda bisa memverifikasi sendiri nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id. Yang wajib memakai resep dokter adalah obat golongan obat keras dengan lingkaran merah bertanda huruf K, dan Fasidol tidak termasuk di dalamnya. Meski bebas dibeli, tetap ikuti dosis pada kemasan dan periksakan diri bila keluhan tidak membaik.
Apa bedanya Fasidol, Fasidol Forte, dan Fasidol Plus?
Fasidol dan Fasidol Forte sama-sama berisi paracetamol tunggal dan hanya berbeda kekuatan: kaplet Fasidol 500 mg dan Fasidol Forte 650 mg, ditambah sediaan sirup dengan kekuatan lebih rendah (sekitar 120 mg dan 160 mg per takaran) untuk anak. Fasidol Plus berbeda komposisi karena berisi paracetamol 600 mg ditambah kafein 50 mg, sehingga tidak boleh dianggap sama dengan Fasidol biasa. Kafein di dalamnya perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi, gangguan irama jantung, atau sulit tidur. Apa pun variannya, total paracetamol dari seluruh obat yang Anda minum tidak boleh melebihi 4 gram per hari, dan jumlah kaplet atau takaran yang tepat harus mengikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Obat Terkait (Analgesik / Antipiretik)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Analgesik / Antipiretik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.