Lewati ke konten
AntihistaminResep dokter

Interhistin

Interhistin adalah obat **antihistamin** berisi zat aktif **mebhidrolin napadisilat** (mebhydrolin napadisylate) yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti **biduran (urtikaria)**, gatal-gatal, **rinitis alergi**, konjungtivitis alergi, alergi obat, dan reaksi gigitan serangga. Produk ini dibuat oleh Interbat dan tersedia dalam bentuk tablet 50 mg serta sirup 50 mg per 5 mL. Interhistin termasuk golongan **obat keras** (logo lingkaran merah bertuliskan huruf K) sehingga secara hukum hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Karena termasuk antihistamin generasi pertama yang menembus sawar darah-otak, obat ini sering menimbulkan **kantuk**.

Nama generik
Mebhydrolin napadisylate (mebhidrolin napadisilat)
Nama dagang
Interhistin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan gejala urtikaria (biduran atau gatal-gatal pada kulit) akibat reaksi alergi
  • Mengatasi gejala rinitis alergi seperti bersin berulang, hidung gatal, dan hidung meler
  • Meredakan konjungtivitis alergi, yaitu mata merah, gatal, dan berair karena alergi
  • Membantu meredakan reaksi alergi obat yang bermanifestasi pada kulit
  • Meredakan reaksi kulit akibat gigitan atau sengatan serangga
  • Membantu mengatasi edema vasomotor pada hidung dan tenggorokan

Dosis

Dewasa
Interhistin adalah obat keras sehingga dosis harus ditentukan oleh dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri. Tersedia dalam bentuk tablet 50 mg dan sirup 50 mg per 5 mL; apoteker akan menjelaskan aturan pakai sesuai resep. Karena menimbulkan kantuk, banyak dokter menyarankan konsumsi setelah makan dan pada waktu yang tidak mengganggu aktivitas berisiko.
Anak
Penggunaan pada anak (umumnya dalam bentuk sirup) harus atas penilaian dan resep dokter, karena dosis disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Jangan memberikan obat ini kepada anak tanpa pemeriksaan dokter, dan jangan menggunakan takaran sendok makan rumah tangga - gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan.
Lansia
Lansia lebih rentan terhadap efek sedasi, pusing, mulut kering, retensi urine, dan risiko jatuh akibat antihistamin generasi pertama. Dosis pada lansia sebaiknya ditentukan dokter dengan pemantauan lebih ketat; ikuti petunjuk pada resep dan laporkan bila muncul kantuk berat atau bingung.

Efek Samping

  • Kantuk (sedasi) dan rasa lemas - efek paling umum karena termasuk antihistamin generasi pertama
  • Pusing, sakit kepala, atau penurunan kewaspadaan dan konsentrasi
  • Mulut kering, tenggorokan kering, atau hidung terasa kering
  • Gangguan saluran cerna: mual, nyeri ulu hati, atau nafsu makan menurun
  • Penglihatan kabur akibat efek antikolinergik
  • Sulit buang air kecil atau retensi urine, terutama pada pria dengan pembesaran prostat
  • Pada sebagian anak dapat terjadi reaksi paradoks berupa gelisah atau sulit tidur
  • Jarang: reaksi hipersensitivitas seperti ruam, bengkak pada wajah, atau sesak napas - segera cari pertolongan medis

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap mebhidrolin napadisilat atau komponen lain dalam sediaan
  • Pasien dengan glaukoma sudut tertutup
  • Pasien dengan hipertrofi prostat atau sumbatan saluran kemih yang menyebabkan kesulitan berkemih
  • Bayi baru lahir dan bayi prematur, kecuali atas indikasi dan pengawasan dokter
  • Penggunaan bersamaan dengan alkohol atau obat penekan susunan saraf pusat tanpa pengawasan dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol - memperberat efek kantuk dan menurunkan kewaspadaan secara signifikan; hindari selama pengobatan
  • Obat penekan susunan saraf pusat seperti obat tidur, obat penenang (ansiolitik-sedatif), dan opioid - efek sedasi saling memperkuat
  • Obat antidepresan golongan MAOI - dapat memperpanjang dan memperkuat efek antikolinergik antihistamin
  • Obat lain dengan efek antikolinergik (misalnya antispasmodik atau beberapa antipsikotik) - meningkatkan risiko mulut kering, penglihatan kabur, dan retensi urine
  • Antihistamin lain, termasuk yang terkandung dalam obat flu kombinasi - hindari penggunaan ganda karena dosis dapat menumpuk tanpa disadari
  • Beri tahu dokter atau apoteker mengenai seluruh obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda konsumsi sebelum menggunakan Interhistin

Peringatan Penting

  • Interhistin termasuk golongan OBAT KERAS (lingkaran merah dengan huruf K), bukan obat bebas. Meskipun sering dijumpai di apotek daring, secara hukum obat ini harus diperoleh dan digunakan dengan resep dokter - jangan melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) dan jangan memakai sisa resep orang lain.
  • Beri tahu dokter atau apoteker mengenai riwayat alergi obat Anda, termasuk bila pernah mengalami reaksi terhadap antihistamin, sebelum obat ini diresepkan.
  • Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan pekerjaan yang menuntut kewaspadaan tinggi setelah minum obat ini, karena efek kantuk dapat muncul kuat dan tidak selalu terasa sejak awal.
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat penenang lain selama menggunakan Interhistin karena efek sedasi dapat bertambah berat.
  • Obat ini hanya meredakan gejala alergi, tidak menyembuhkan penyebab alergi. Identifikasi dan hindari pemicu alergi Anda.
  • Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat (anafilaksis) seperti sesak napas, bengkak pada bibir, lidah, atau wajah.
  • Segera bawa ke IGD bila terjadi kantuk sangat berat atau sulit dibangunkan, kebingungan, halusinasi, kejang, atau jantung berdebar cepat, terutama bila obat terminum melebihi dosis atau tidak sengaja tertelan oleh anak.
  • Kembali periksa ke dokter bila gejala alergi tidak membaik dalam beberapa hari, justru memburuk, atau disertai demam, sesak napas, dan bengkak yang meluas.
  • Gunakan dengan hati-hati dan atas pengawasan dokter pada pasien glaukoma, gangguan berkemih, penyakit hati, penyakit ginjal, epilepsi, atau gangguan jantung.
  • Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, karena data keamanannya terbatas.
  • Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar BPOM yang aktif dengan memeriksanya di cekbpom.pom.go.id. Hindari membeli dari penjual tidak resmi atau produk tanpa nomor izin edar yang dapat diverifikasi.
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya langsung dan lembap, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Interhistin obat apa?

Interhistin adalah obat antihistamin dengan zat aktif tunggal mebhidrolin napadisilat (mebhydrolin napadisylate) produksi Interbat. Obat ini dipakai untuk meredakan gejala alergi, seperti biduran atau gatal-gatal (urtikaria), rinitis alergi (bersin dan hidung meler karena alergi), konjungtivitis alergi, alergi obat, reaksi gigitan serangga, serta edema vasomotor pada hidung dan tenggorokan. Interhistin tersedia dalam bentuk tablet 50 mg dan sirup 50 mg per 5 mL. Perlu diingat, Interhistin adalah obat keras yang harus digunakan dengan resep dokter, dan Anda dapat memeriksa keaslian izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Interhistin bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Secara hukum, tidak. Interhistin bergolongan obat keras yang ditandai lingkaran merah dengan huruf K pada kemasan, sehingga penyerahannya harus berdasarkan resep dokter. Meskipun produk ini kerap ditampilkan di apotek daring, hal itu tidak mengubah status golongannya. Konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker agar dosis, bentuk sediaan (tablet atau sirup), dan lama pemakaian sesuai kondisi Anda - terutama jika Anda punya glaukoma, masalah prostat, penyakit hati atau ginjal, sedang hamil atau menyusui, atau sedang minum obat lain.

Apakah Interhistin menyebabkan kantuk dan bolehkah dipakai sebelum menyetir?

Ya, Interhistin sangat mungkin menyebabkan kantuk. Mebhidrolin napadisilat termasuk antihistamin generasi pertama yang dapat menembus sawar darah-otak sehingga menimbulkan efek sedasi, pusing, dan penurunan kewaspadaan. Karena itu, jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsinya, dan hindari alkohol serta obat penenang lain yang memperkuat efek kantuk. Bila Anda membutuhkan obat alergi yang tidak mengganggu aktivitas kerja atau berkendara, diskusikan alternatif antihistamin yang lebih rendah efek sedasinya dengan dokter Anda.

Obat Terkait (Antihistamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antihistamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Interhistin 50 mg Tablet (Mebhydrolin Napadisylate 50 mg, Obat Keras, Interbat)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi izin edar produk obat di Indonesia
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.