AntihistaminBebas (tanpa resep)
Loratadine
Antihistamin generasi 2 untuk alergi - 1x sehari, paling tidak bikin ngantuk.
- Nama generik
- Loratadine
- Nama dagang
- Claritin, Lorastine, Inclarin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 15 Mei 2026
Indikasi (Untuk apa)
- Rinitis alergi
- Urtikaria (biduran)
- Pruritus alergi
- Gigitan serangga
Dosis
Dewasa
10 mg sekali sehari (tablet)
Anak
5 mg sekali sehari (2-6 thn), 10 mg (>6 thn). Sirup 5mg/5ml
Lansia
Dosis dewasa, tidak perlu penyesuaian
Efek Samping
- Sakit kepala ringan
- Mulut kering
- Kantuk (jarang, <5% pasien)
- Lelah
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Alergi loratadine
Interaksi dengan Obat Lain
- Erythromycin, ketoconazole - tingkatkan kadar (jarang signifikan klinis)
Peringatan Penting
- Aman menyusui (lebih dipilih dari cetirizine)
- Sesuaikan dosis pada gangguan hati berat
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Kategori B - relatif aman
Estimasi Harga
Rp 3.000 - Rp 12.000 per tablet 10mg
Obat Terkait (Antihistamin)
OmedrinatDimenhydrinateOmegtamineDexchlorpheniramine maleate + Dexamethasone (kombinasi)OrphenChlorpheniramine maleate (klorfeniramin maleat / CTM)ProsixCetirizine HCl (setirizin hidroklorida)ProxonaDexchlorpheniramine maleate 2 mg + Dexamethasone 0,5 mg (produk kombinasi)RyvelCetirizine HCl (setirizin hidroklorida)TrifedTriprolidine HCl + Pseudoephedrine HClTriselaCetirizine (Cetirizine dihydrochloride / Cetirizine HCl)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Rinitis Alergi (Alergi Hidung)Pelajari gejala & penanganannyaBiduran (Urtikaria)Pelajari gejala & penanganannyaAlergi MakananPelajari gejala & penanganannyaAlergi ObatPelajari gejala & penanganannyaDermatitis KontakPelajari gejala & penanganannyaEksim (Dermatitis Atopik)Pelajari gejala & penanganannya
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antihistamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.