Lewati ke konten
AntihistaminResep dokter

Ketotifen

Ketotifen adalah obat **antihistamin generasi pertama** yang sekaligus bekerja sebagai **penstabil sel mast (mast cell stabilizer)**. Zat aktifnya ketotifen dalam bentuk garam **ketotifen hidrogen fumarat (ketotifen fumarat)**. Obat ini dipakai untuk **terapi pencegahan (profilaksis) jangka panjang asma bronkial atopik** serta meredakan gejala alergi seperti **rinitis alergi**, **konjungtivitis alergi**, dan gejala alergi pada kulit. Ketotifen **bukan obat untuk menghentikan serangan asma yang sedang berlangsung**. Tersedia sebagai tablet, sirup, dan tetes mata, dan termasuk **obat keras** yang hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Nama generik
Ketotifen (dalam bentuk garam ketotifen hidrogen fumarat / ketotifen fumarat)
Nama dagang
Intifen
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Profilaksis (pencegahan) jangka panjang asma bronkial atopik — membantu mengurangi frekuensi, durasi, dan keparahan serangan asma bila diminum teratur
  • Rinitis alergi: bersin berulang, hidung meler, dan hidung tersumbat akibat reaksi alergi
  • Konjungtivitis alergi (mata merah, gatal, dan berair karena alergi) — tersedia sediaan tetes mata 0,025%
  • Terapi simtomatik gejala alergi pada kulit, seperti gatal dan biduran akibat reaksi alergi
  • Bukan indikasi: serangan asma akut. Ketotifen tidak menggantikan inhaler pelega (bronkodilator kerja cepat) saat sesak mendadak

Dosis

Dewasa
Ketotifen adalah obat keras sehingga dosis, kekuatan, dan bentuk sediaan (tablet, sirup, atau tetes mata) ditentukan oleh dokter. Sediaan oral umumnya diminum dua kali sehari bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung dan efek mengantuk. Jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri — ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Karena kerjanya bersifat pencegahan, manfaat penuh baru terasa setelah diminum rutin selama beberapa minggu, jadi jangan berhenti hanya karena belum terasa efeknya.
Anak
Pada anak, ketotifen umumnya diberikan dalam bentuk sirup dan hanya atas penilaian serta resep dokter. Referensi resmi umumnya membatasi penggunaan pada anak di atas usia 2 tahun. Dosis disesuaikan dengan usia dan berat badan anak — jangan menakar sendiri; gunakan sendok takar dari kemasan dan ikuti aturan pakai dari dokter atau apoteker.
Lansia
Lansia lebih rentan mengalami rasa kantuk, pusing, dan risiko jatuh akibat efek sedasi antihistamin generasi pertama. Penggunaan sebaiknya dimulai dengan pengawasan dokter, terutama bila ada gangguan hati, ginjal, atau sedang memakai obat penenang lain. Ikuti dosis yang tertulis pada resep.

Efek Samping

  • Mengantuk (sedasi) — efek samping paling sering; biasanya paling terasa pada beberapa hari sampai minggu pertama pemakaian
  • Pusing dan rasa melayang
  • Mulut kering
  • Peningkatan nafsu makan yang dapat diikuti kenaikan berat badan
  • Rasa lelah, lemas, atau lambat bereaksi
  • Gangguan saluran cerna ringan seperti mual atau tidak nyaman di lambung
  • Pada sediaan tetes mata: rasa perih, menyengat, atau mata terasa kering sesaat setelah diteteskan
  • Jarang: penurunan jumlah trombosit yang bersifat reversibel, terutama bila digunakan bersama obat antidiabetik oral
  • Segera hentikan dan cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat: ruam luas, bengkak pada wajah/bibir/lidah, atau sesak napas

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif (alergi) terhadap ketotifen, ketotifen hidrogen fumarat, atau komponen lain dalam sediaan
  • Tidak untuk mengatasi serangan asma akut — pada kondisi ini diperlukan obat pelega kerja cepat sesuai instruksi dokter
  • Tidak digunakan pada anak di bawah batas usia yang ditetapkan pada kemasan tanpa persetujuan dokter
  • Ibu hamil dan menyusui tidak boleh memakai tanpa penilaian dan resep dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol — memperkuat efek mengantuk dan menurunkan kewaspadaan; hindari selama pengobatan
  • Obat penekan sistem saraf pusat seperti obat tidur, obat penenang (ansiolitik-sedatif), dan antihistamin sedatif lain — efek kantuk dapat bertambah berat
  • Antidiabetik oral — kombinasi dengan ketotifen pernah dilaporkan menyebabkan penurunan jumlah trombosit yang reversibel; perlu pemantauan dokter
  • Beri tahu dokter atau apoteker mengenai seluruh obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi sebelum memulai ketotifen

Peringatan Penting

  • Ketotifen termasuk obat keras — hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter, bukan obat bebas. Jangan dipakai untuk mengobati diri sendiri atau diberikan kepada orang lain dengan keluhan serupa
  • Sampaikan riwayat alergi obat Anda kepada dokter atau apoteker sebelum memakai ketotifen, termasuk bila pernah bereaksi terhadap antihistamin lain
  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana obat ini memengaruhi kewaspadaan Anda, karena efek mengantuk cukup sering terjadi
  • Terapi asma yang sudah berjalan sebelumnya harus tetap dilanjutkan minimal 2 minggu sejak ketotifen dimulai, dan tidak boleh dihentikan mendadak — penghentian obat asma secara tiba-tiba dapat memicu serangan; pengurangan obat hanya boleh dilakukan bertahap atas instruksi dokter
  • Ketotifen bekerja sebagai pencegahan, bukan pereda. Tetap sediakan dan gunakan obat pelega asma sesuai arahan dokter bila terjadi sesak mendadak
  • Segera ke IGD bila muncul serangan asma berat — sesak hebat, sulit berbicara satu kalimat penuh, atau bibir dan ujung jari membiru — atau bila kebutuhan obat pelega makin sering. Ketotifen tidak dapat mengatasi keadaan ini
  • Hati-hati pada penderita epilepsi atau riwayat kejang, gangguan fungsi hati, dan gangguan ginjal — sampaikan kondisi ini kepada dokter sebelum memulai pengobatan
  • Waspadai kenaikan berat badan karena obat dapat meningkatkan nafsu makan; laporkan ke dokter bila kenaikannya mengganggu
  • Untuk sediaan tetes mata, lepaskan lensa kontak sebelum meneteskan dan jangan menyentuhkan ujung botol ke mata agar tidak terkontaminasi
  • Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang masih berlaku. Cek nomor pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id dan beli hanya di apotek resmi
  • Hentikan penggunaan dan hubungi dokter bila gejala alergi atau asma justru memburuk selama pengobatan

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Ketotifen obat apa?

Ketotifen adalah obat antihistamin generasi pertama yang sekaligus berfungsi sebagai penstabil sel mast. Obat ini memblokir reseptor histamin H1 dan menahan sel mast melepaskan mediator alergi seperti histamin. Karena itu ketotifen dipakai untuk mencegah serangan asma bronkial atopik bila diminum rutin jangka panjang, serta meredakan rinitis alergi, konjungtivitis alergi, dan gejala alergi kulit. Ketotifen adalah nama zat aktifnya, sehingga di apotek dapat dijumpai sebagai sediaan generik maupun bermerek dagang — salah satunya Intifen. Statusnya obat keras dan wajib dengan resep dokter.

Apakah Ketotifen bisa dipakai saat serangan asma mendadak?

Tidak. Ketotifen adalah obat pencegahan (profilaksis), bukan pereda serangan. Efeknya baru terasa setelah dipakai teratur selama beberapa minggu, sehingga tidak berguna untuk menghentikan sesak yang sedang berlangsung. Saat serangan akut, gunakan obat pelega kerja cepat yang diresepkan dokter, dan segera ke IGD bila sesak berat atau tidak membaik. Penting juga diingat: obat asma yang sudah Anda pakai sebelumnya harus diteruskan minimal 2 minggu setelah mulai ketotifen dan tidak boleh dihentikan mendadak — pengurangannya hanya boleh bertahap atas arahan dokter.

Apakah Ketotifen bikin ngantuk dan bisa dibeli bebas di apotek?

Ya, mengantuk (sedasi) adalah efek samping paling sering dari ketotifen, sering disertai pusing, mulut kering, dan naiknya nafsu makan yang bisa berujung kenaikan berat badan. Karena itu hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu reaksi tubuh Anda, dan hindari alkohol karena memperkuat efek kantuk. Ketotifen tidak dijual bebas: golongannya obat keras, ditandai lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan huruf K pada kemasan, sehingga harus ditebus dengan resep dokter. Sebelum membeli, cek nomor izin edar produk di cekbpom.pom.go.id dan belilah hanya di apotek resmi.

Obat Terkait (Antihistamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antihistamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. PIONAS BPOM — Monografi Ketotifen
  2. 2. BPOM RI — Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM)
  3. 3. Alomedika — Ketotifen: indikasi, dosis, interaksi, dan efek samping

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.