Lewati ke konten
AntihistaminBebas (tanpa resep)

Prosix

Prosix adalah obat alergi berbentuk tablet yang mengandung **Cetirizine HCl 10 mg** per tablet, diproduksi oleh PT Etercon Pharma. Cetirizine termasuk **antihistamin H1 generasi kedua** yang bekerja menghambat efek histamin, yaitu zat yang dilepaskan tubuh saat reaksi alergi. Prosix dipakai untuk meredakan gejala **rinitis alergi** (bersin-bersin, hidung meler atau gatal), **konjungtivitis alergi** (mata gatal dan berair), **gatal (pruritus)**, serta **urtikaria idiopatik kronis** atau biduran. Di Indonesia Prosix tercatat sebagai **Obat Bebas Terbatas** (penandaan lingkaran biru), sehingga bisa dibeli tanpa resep tetapi tetap ada batasan pemakaian mandiri. Pastikan nomor izin edar produk yang Anda beli masih aktif lewat **cekbpom.pom.go.id**.

Nama generik
Cetirizine HCl (setirizin hidroklorida)
Nama dagang
Prosix
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan gejala rinitis alergi menahun (perennial): bersin berulang, hidung meler, dan hidung gatal akibat reaksi alergi
  • Meredakan gejala rinitis alergi musiman (seasonal) yang dipicu paparan alergen seperti serbuk sari atau debu
  • Meredakan konjungtivitis alergi, yaitu mata gatal, merah, dan berair akibat reaksi alergi
  • Meredakan pruritus (rasa gatal) pada kulit yang berkaitan dengan reaksi alergi
  • Membantu mengendalikan urtikaria idiopatik kronis (biduran atau kaligata yang berulang tanpa penyebab jelas)

Dosis

Dewasa
Dosis lazim dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun adalah 10 mg satu kali sehari (setara 1 tablet Prosix). Ditelan utuh dengan air, bisa sebelum atau sesudah makan. Sebagian orang memilih meminumnya pada malam hari karena cetirizine dapat menimbulkan kantuk. Jangan menambah dosis sendiri; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, dan jangan memakai lebih dari yang tertera.
Anak
Untuk anak berusia 12 tahun ke bawah, dosis cetirizine harus disesuaikan dengan usia dan berat badan, dan tidak sama dengan dosis dewasa. Kekuatan tablet Prosix tidak selalu cocok dibagi untuk anak, jadi jangan menentukan dosis anak sendiri - ikuti petunjuk pada kemasan atau tanyakan dosis dan bentuk sediaan yang tepat kepada dokter atau apoteker.
Lansia
Lansia umumnya dapat memakai dosis dewasa, tetapi karena fungsi ginjal cenderung menurun seiring usia, cetirizine dapat menumpuk di tubuh dan memperbesar risiko kantuk. Pada lansia atau siapa pun dengan gangguan ginjal, dosis biasanya perlu dikurangi. Konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum pemakaian rutin.

Efek Samping

  • Mengantuk atau rasa kantuk - efek paling sering; meski cetirizine tergolong antihistamin generasi kedua yang minim sedasi, sebagian orang tetap merasa lemas atau sulit fokus
  • Sakit kepala dan pusing
  • Mulut kering dan rasa haus
  • Rasa lelah atau lesu (fatigue)
  • Gangguan pencernaan ringan seperti mual, nyeri perut, atau diare
  • Faringitis (nyeri tenggorokan) ringan
  • Jarang: reaksi hipersensitivitas seperti ruam, gatal hebat, bengkak pada wajah atau bibir, dan sesak napas - hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap cetirizine, hidroksizin (hydroxyzine), levocetirizine, atau turunan piperazin lainnya
  • Hipersensitivitas terhadap salah satu bahan tambahan dalam tablet
  • Gangguan ginjal berat (termasuk pasien cuci darah) tanpa penyesuaian dosis dan pengawasan dokter
  • Anak di bawah usia yang tercantum pada kemasan, kecuali atas petunjuk dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol - memperkuat efek kantuk dan menurunkan kewaspadaan; hindari minum alkohol selama memakai Prosix
  • Obat penenang, obat tidur, ansiolitik, dan antihistamin generasi lama (misalnya CTM atau difenhidramin) - efek sedasi bisa saling menambah
  • Obat batuk-pilek kombinasi yang sudah mengandung antihistamin - berisiko dosis ganda cetirizine atau antihistamin lain; periksa komposisi pada kemasan
  • Teofilin dosis tinggi dapat menurunkan pembersihan cetirizine dari tubuh
  • Obat lain yang dibuang lewat ginjal dapat mempengaruhi kadar cetirizine pada pasien dengan fungsi ginjal menurun

Peringatan Penting

  • Hati-hati mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum Prosix sampai Anda tahu bagaimana tubuh bereaksi, karena cetirizine dapat menyebabkan kantuk pada sebagian orang
  • Prosix tergolong Obat Bebas Terbatas (lingkaran biru) sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap ada batasan pemakaian mandiri. Bila pada kemasan yang Anda terima tertera penandaan obat keras (lingkaran merah), obat itu hanya boleh dibeli dan dipakai dengan resep dokter
  • Gunakan untuk pengobatan mandiri hanya dalam jangka pendek sesuai petunjuk kemasan. Bila gejala alergi tidak membaik dalam beberapa hari atau justru memburuk, hentikan swamedikasi dan periksakan diri ke dokter; jangan memakai terus-menerus jangka panjang tanpa pengawasan tenaga medis
  • Tanda bahaya - hentikan obat dan segera cari pertolongan medis darurat (IGD) bila muncul bengkak pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan, sesak napas atau mengi, ruam luas dan melepuh, jantung berdebar, pingsan, atau kejang
  • Beri tahu dokter atau apoteker riwayat alergi obat Anda (terutama terhadap cetirizine, hidroksizin, atau levocetirizine) serta semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda pakai
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau yang sedang menjalani cuci darah perlu penyesuaian dosis oleh dokter
  • Hati-hati pada pasien dengan retensi urine, pembesaran prostat, atau riwayat kejang
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak memakai Prosix tanpa persetujuan dokter, karena cetirizine dapat masuk ke air susu ibu
  • Cetirizine dapat mempengaruhi hasil uji tusuk kulit (skin prick test); hentikan pemakaian beberapa hari sebelum tes alergi sesuai saran dokter
  • Selalu cek nomor izin edar BPOM produk yang Anda beli di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk asli dan izinnya masih berlaku
  • Perhatikan nama dan komposisi pada kemasan saat membeli, karena banyak merek obat dengan nama yang mirip tetapi kandungan dan kegunaan berbeda; tanyakan kepada apoteker bila ragu
  • Simpan di suhu ruang, terlindung dari cahaya dan lembap, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Prosix obat apa?

Prosix adalah obat alergi berbentuk tablet yang mengandung Cetirizine HCl 10 mg per tablet, diproduksi oleh PT Etercon Pharma. Cetirizine adalah antihistamin H1 generasi kedua yang meredakan gejala rinitis alergi (bersin, hidung meler dan gatal), konjungtivitis alergi (mata gatal dan berair), gatal pada kulit, serta biduran atau urtikaria idiopatik kronis. Prosix tidak mengobati infeksi dan bukan obat flu, melainkan menekan reaksi alergi. Sebelum membeli, pastikan nomor izin edarnya terdaftar di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Prosix bisa dibeli tanpa resep dokter?

Berdasarkan informasi produk yang beredar, Prosix termasuk Obat Bebas Terbatas dengan penandaan lingkaran biru, sehingga dapat dibeli tanpa resep dokter di apotek. Meski begitu, golongan bebas terbatas tetap punya batasan pemakaian mandiri: ikuti dosis dan lama pemakaian yang tertera pada kemasan, hentikan bila muncul reaksi tidak biasa, dan periksakan diri ke dokter bila gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau justru memburuk. Bila kemasan yang Anda terima justru menunjukkan penandaan obat keras (lingkaran merah), obat tersebut hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Cek golongan dan izin edar produk Anda di cekbpom.pom.go.id, dan tanyakan ke apoteker bila ragu.

Apakah Prosix menyebabkan ngantuk?

Bisa, walaupun risikonya lebih kecil dibanding antihistamin generasi lama. Cetirizine memang tergolong antihistamin generasi kedua yang minim sedasi, tetapi sebagian orang tetap merasa mengantuk, lemas, atau kurang fokus setelah meminumnya. Karena itu hati-hati saat mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana tubuh Anda bereaksi, dan hindari alkohol karena dapat memperkuat efek kantuk. Sebagian orang memilih meminumnya pada malam hari agar rasa kantuk tidak mengganggu aktivitas. Bila kantuk terasa berat atau tidak wajar, konsultasikan ke dokter atau apoteker.

Obat Terkait (Antihistamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antihistamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Prosix 10 mg 10 Tablet (Cetirizine HCl 10 mg, PT Etercon Pharma, golongan Obat Bebas Terbatas)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat di Indonesia
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional (monografi setirizin dan antihistamin)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.