Lewati ke konten
AntihistaminBebas (tanpa resep)

Trisela

**Trisela** adalah obat **antihistamin** dengan kandungan **cetirizine** (cetirizine HCl) yang digunakan untuk meredakan gejala **alergi**, seperti bersin, hidung berair atau tersumbat, mata gatal dan berair, serta gatal-gatal pada kulit (biduran/urtikaria).

Nama generik
Cetirizine (Cetirizine dihydrochloride / Cetirizine HCl)
Nama dagang
Trisela
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan gejala rinitis alergi musiman (seasonal) maupun menahun (perenial), termasuk bersin, hidung gatal, hidung berair, dan hidung tersumbat
  • Meredakan gejala alergi pada mata, seperti mata gatal, merah, dan berair
  • Meredakan urtikaria idiopatik kronis (biduran) dan rasa gatal pada kulit akibat reaksi alergi

Dosis

Dewasa
Trisela tersedia dalam bentuk tablet 10 mg. Dosis lazim mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Anak
Penggunaan pada anak harus disesuaikan dengan usia dan berat badan berdasarkan petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Konsultasikan ke dokter sebelum memberikannya kepada anak.
Lansia
Pada lansia dan penderita gangguan fungsi ginjal, dosis mungkin perlu disesuaikan. Ikuti anjuran dokter atau apoteker.

Efek Samping

  • Mengantuk atau rasa lelah
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual atau nyeri perut ringan
  • Radang tenggorokan (faringitis) ringan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap cetirizine, hydroxyzine, levocetirizine, atau salah satu komponen obat
  • Penderita gangguan ginjal berat (stadium akhir) tanpa pengawasan dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat lain (mis. obat penenang atau obat tidur) dapat menambah efek mengantuk
  • Hati-hati bila digunakan bersama obat lain yang juga menyebabkan kantuk
  • Beri tahu dokter atau apoteker mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan

Peringatan Penting

  • Dapat menyebabkan kantuk; hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda mengetahui reaksi tubuh terhadap obat ini
  • Hindari konsumsi alkohol selama menggunakan obat ini
  • Konsultasikan dengan dokter bila Anda memiliki gangguan ginjal atau hati, sedang hamil, atau menyusui, sebelum menggunakan obat ini
  • Perhatikan logo golongan obat pada kemasan dan gunakan sesuai aturan pakai. Pastikan nomor izin edar BPOM terdaftar dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli
  • Hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat, seperti bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, sesak napas, atau ruam kulit yang parah

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Trisela obat apa?

Trisela adalah obat antihistamin generasi kedua yang mengandung cetirizine (cetirizine HCl). Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti bersin, hidung berair atau tersumbat, mata gatal dan berair, serta gatal-gatal dan biduran (urtikaria). Trisela umumnya tersedia dalam bentuk tablet 10 mg.

Apakah Trisela menyebabkan kantuk?

Cetirizine termasuk antihistamin generasi kedua yang umumnya lebih sedikit menyebabkan kantuk dibanding antihistamin generasi lama, tetapi sebagian orang tetap dapat merasa mengantuk. Karena itu, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin dan jangan minum alkohol sampai Anda mengetahui reaksi tubuh terhadap obat ini.

Apakah Trisela harus dengan resep dokter?

Trisela dengan kandungan cetirizine umumnya dapat diperoleh tanpa resep dokter, tetapi sebaiknya tetap digunakan sesuai anjuran apoteker dan aturan pakai pada kemasan. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, atau penderita gangguan ginjal, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Pastikan juga keaslian dan nomor izin edar produk dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Trisela 10 mg 10 Tablet
  2. 2. Cek BPOM - Badan POM RI
  3. 3. PIONAS - Pusat Informasi Obat Nasional BPOM

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.