Medisio
Medisio adalah **cairan obat luar konsentrat** berisi **policresulen (metakresolsulfonat-formaldehid) 36% b/b** yang dipakai sebagai **hemostatik lokal** (menghentikan perdarahan ringan setempat) sekaligus **antiseptik dan pembersih jaringan** pada luka, luka bakar, ulkus dekubitus, ulkus varikosum, radang kronis, kondiloma akuminata, serta infeksi dan peradangan serviks-vagina. Tersedia dalam botol 5 mL dan 10 mL, **hanya untuk pemakaian luar**, dan termasuk **obat keras** sehingga wajib dengan resep serta pengawasan dokter atau tenaga kesehatan. **Medisio tidak boleh digunakan untuk sariawan**: pada Februari 2018 BPOM membekukan sementara izin edar policresulen cairan obat luar konsentrat untuk dievaluasi dan menegaskan produk ini **tidak dianjurkan untuk sariawan** karena risiko luka bakar kimiawi pada mukosa mulut.
- Nama generik
- Policresulen (metakresolsulfonat-formaldehid) 36% b/b
- Nama dagang
- Medisio
Indikasi (Untuk apa)
- Hemostatik lokal: menghentikan perdarahan ringan setempat pada jaringan, termasuk perdarahan setelah biopsi atau pengangkatan polip serviks
- Antiseptik sekaligus pembersih jaringan mati untuk membantu regenerasi jaringan pada luka dan luka bakar
- Ulkus dekubitus (luka tekan/luka baring) dan ulkus varikosum (leg ulcer) dalam perawatan luka oleh tenaga kesehatan
- Proses radang kronis pada jaringan yang memerlukan pembersihan jaringan patologis
- Kondiloma akuminata (kutil kelamin) sebagai terapi topikal di bawah pengawasan dokter
- Infeksi dan peradangan serviks-vagina: servisitis, vaginitis, vaginosis bakterialis, kandidiasis, dan trikomoniasis, dikerjakan oleh dokter atau bidan
- CATATAN PENTING: bukan untuk sariawan. Meski banyak listing toko online masih memasarkannya sebagai obat sariawan, BPOM tidak menganjurkan policresulen cairan obat luar konsentrat untuk sariawan sejak 2018
Dosis
Efek Samping
- Rasa perih, panas, atau menyengat pada area yang diolesi (sangat umum karena sifat konsentrat yang asam)
- Jaringan yang terkena tampak memutih akibat proses koagulasi atau pengendapan protein jaringan
- Iritasi lokal, kemerahan, dan rasa tidak nyaman
- Luka bakar kimiawi pada kulit atau mukosa bila kadar terlalu pekat, kontak terlalu lama, atau dipakai pada area yang tidak seharusnya
- Pada mukosa mulut: luka melebar dan berlubang hingga infeksi berat — inilah dasar peringatan BPOM agar tidak dipakai untuk sariawan
- Reaksi hipersensitivitas seperti gatal, ruam, atau bengkak lokal
- Pada pemakaian vagina: rasa panas, keluarnya jaringan yang terlepas bersama cairan, dan iritasi mukosa
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif terhadap policresulen, formaldehid, atau komponen lain dalam produk
- Penggunaan di dalam mulut, termasuk untuk sariawan, radang gusi, atau bau mulut — tidak dianjurkan sesuai peringatan BPOM
- Penggunaan oral atau ditelan dalam bentuk apa pun
- Kontak dengan mata dan mukosa yang tidak diindikasikan
- Pemakaian pada luka luas, luka dalam, atau kulit yang sangat rusak tanpa penilaian dokter
- Pemakaian intravaginal saat hamil tanpa instruksi dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Policresulen bersifat sangat asam sehingga dapat dinonaktifkan oleh sediaan yang bersifat basa atau oleh antiseptik lain yang dipakai bersamaan pada area yang sama
- Hindari mencampur atau memakai bergantian secara langsung dengan antiseptik lain (misalnya sediaan berbasis iodin atau alkohol) pada area yang sama tanpa saran dokter, karena dapat menambah iritasi
- Beri jeda dengan krim, salep, atau ovula lain pada area yang sama; tanyakan urutan pemakaian kepada dokter atau apoteker
- Informasikan kepada dokter semua obat luar maupun obat minum yang sedang dipakai, termasuk obat pengencer darah, sebelum tindakan yang melibatkan perdarahan
Peringatan Penting
- PERINGATAN BPOM (Februari 2018): izin edar policresulen cairan obat luar konsentrat dibekukan sementara untuk dievaluasi dan produk ini tidak dianjurkan untuk sariawan, setelah adanya laporan tenaga kesehatan berupa sariawan membesar dan berlubang hingga infeksi akibat luka bakar kimiawi pada mukosa mulut. Untuk sariawan, BPOM merekomendasikan pilihan lain seperti benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau dequalinium chloride + vitamin C.
- Produk policresulen konsentrat yang kini beredar dipasarkan sebagai obat keras dengan indikasi hemostatik dan antiseptik luar, bukan sebagai obat sariawan. Abaikan klaim di toko online atau media sosial yang memasarkan Medisio sebagai obat sariawan, panas dalam, atau bau mulut karena klaim tersebut bertentangan dengan posisi BPOM.
- Medisio adalah obat keras (logo lingkaran merah dengan huruf K) sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter, bukan obat bebas dan bukan untuk pengobatan sendiri.
- Hanya untuk pemakaian luar. Jangan ditelan, jangan dipakai di dalam mulut, dan jauhkan dari mata. Bila tertelan atau mengenai mata, segera bilas dengan air bersih dan cari pertolongan medis.
- Cairan ini berupa konsentrat; pengenceran yang salah dapat menyebabkan luka bakar kimiawi. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan mengira-ngira sendiri.
- Beri tahu dokter, bidan, atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap policresulen, formaldehid, atau obat luar lain sebelum menggunakan produk ini.
- Bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, jangan menggunakan Medisio tanpa persetujuan dokter, terutama untuk pemakaian di area serviks dan vagina.
- Selalu periksa nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli, terutama bila membeli lewat toko online, untuk memastikan produk asli dan terdaftar.
- Beredar dua penamaan di pasar, yaitu Medisio Concentrate dan Medisio Larutan. Kadar untuk varian larutan tidak dapat dipastikan dari sumber publik, jadi jangan mengasumsikan keduanya sama; tanyakan kepada apoteker.
- Segera hubungi dokter bila muncul nyeri hebat, luka melebar atau menghitam, perdarahan bertambah dan tidak berhenti, bengkak, nanah, demam, atau tanda alergi berat seperti sesak napas dan bengkak pada wajah dan bibir.
- Simpan pada suhu ruang, jauh dari jangkauan anak, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya matahari langsung.
- Jangan menggunakan sisa obat orang lain atau obat tanpa kemasan asli.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Medisio obat apa?
Medisio adalah cairan obat luar konsentrat dengan zat aktif policresulen (metakresolsulfonat-formaldehid) 36% b/b, tersedia dalam botol 5 mL dan 10 mL. Fungsinya sebagai hemostatik lokal, yaitu membantu menghentikan perdarahan ringan setempat, sekaligus sebagai antiseptik dan pembersih jaringan untuk luka, luka bakar, ulkus dekubitus, ulkus varikosum, radang kronis, kondiloma akuminata, serta infeksi dan peradangan serviks-vagina, termasuk menghentikan perdarahan setelah biopsi atau pengangkatan polip serviks. Medisio hanya untuk pemakaian luar dan berstatus obat keras, jadi harus dengan resep dan pengawasan dokter.
Apakah Medisio boleh dipakai untuk sariawan?
Tidak boleh. Pada Februari 2018 BPOM membekukan sementara izin edar policresulen cairan obat luar konsentrat untuk dievaluasi dan menyatakan produk ini tidak dianjurkan untuk sariawan, setelah menerima laporan dari tenaga kesehatan berupa sariawan membesar dan berlubang sampai infeksi berat akibat luka bakar kimiawi pada mukosa mulut. Banyak listing di toko online masih memasarkan produk policresulen dengan label sariawan, panas dalam, atau bau mulut, tetapi klaim itu bertentangan dengan posisi BPOM. Untuk sariawan, BPOM merekomendasikan pilihan lain seperti benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau dequalinium chloride + vitamin C. Bila sariawan tidak sembuh lebih dari dua minggu, periksakan ke dokter.
Apakah Medisio bisa dibeli bebas tanpa resep?
Tidak. Medisio termasuk obat keras yang ditandai logo lingkaran merah dengan huruf K, sehingga wajib dengan resep dokter dan sebaiknya diaplikasikan atau diawasi tenaga kesehatan, bukan dipakai untuk pengobatan sendiri. Sebelum membeli, terutama secara online, periksa nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk terdaftar dan asli, lalu konsultasikan penggunaannya dengan dokter atau apoteker.
Obat Terkait (Hemostatik / Antiperdarahan)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Hemostatik / Antiperdarahan — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.