Nisagon
Nisagon adalah **krim kombinasi kortikosteroid dan antibiotik** yang berisi **betametason-17-valerat 0,1%** dan **neomisin sulfat 0,5%**. Obat ini dipakai untuk meredakan **peradangan kulit** (dermatosis) seperti **eksim** atau **dermatitis** yang responsif terhadap kortikosteroid, bila disertai **infeksi sekunder oleh bakteri** yang peka terhadap neomisin. Betametason valerat meredakan radang, kemerahan, dan gatal, sedangkan neomisin membantu mengatasi bakteri pada kulit yang meradang. Nisagon diproduksi Ifars Pharmaceutical Laboratories dalam kemasan krim 5 g dan berstatus **obat keras**, sehingga hanya boleh dipakai dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Betamethasone-17-valerate (betametason valerat) 0,1% + Neomycin sulfate (neomisin sulfat) 0,5%
- Nama dagang
- Nisagon
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan peradangan kulit (dermatosis) yang responsif terhadap kortikosteroid dan disertai infeksi sekunder oleh bakteri yang peka terhadap neomisin
- Eksim dan dermatitis yang meradang, gatal, dan kemerahan, bila dokter menilai ada komponen infeksi bakteri pada lesi tersebut
- Membantu mengurangi kemerahan, bengkak, dan rasa gatal sekaligus menekan pertumbuhan bakteri peka neomisin pada area kulit terbatas yang meradang
Dosis
Efek Samping
- Rasa terbakar, perih, atau gatal pada area yang diolesi
- Kulit kering atau iritasi ringan di tempat pemakaian
- Dermatitis kontak alergi akibat sensitisasi terhadap neomisin: kemerahan, gatal, bengkak, atau ruam yang justru bertambah parah setelah pemakaian
- Penipisan kulit (atrofi), striae (guratan), dan telangiektasia (pembuluh darah halus tampak) pada pemakaian lama atau di area kulit tipis
- Folikulitis, erupsi menyerupai jerawat, dermatitis perioral, perubahan warna kulit (hipopigmentasi), dan pertumbuhan rambut halus berlebih (hipertrikosis)
- Superinfeksi oleh jamur atau bakteri yang tidak peka neomisin pada pemakaian jangka panjang
- Pada pemakaian luas, lama, atau ditutup rapat: penyerapan sistemik kortikosteroid yang dapat menimbulkan supresi aksis HPA dan gejala menyerupai sindrom Cushing
- Bila neomisin terserap dalam jumlah besar (misalnya dioleskan pada luka terbuka yang luas): risiko ototoksisitas (gangguan pendengaran, telinga berdenging) dan nefrotoksisitas (gangguan ginjal)
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitif terhadap betametason, kortikosteroid lain, neomisin, antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamisin), atau komponen krim
- Infeksi kulit primer oleh jamur (misalnya kurap, panu, kandidiasis) atau virus (misalnya herpes simpleks, cacar air, cacar api)
- Jerawat (akne vulgaris) dan rosacea
- Dermatitis perioral
- Gatal di sekitar dubur dan kelamin (pruritus perianal dan genital)
- Dermatosis pada anak di bawah 2 tahun, termasuk dermatitis dan ruam popok
- Pemakaian pada mata, atau dimasukkan ke liang telinga bila gendang telinga berlubang (perforasi), karena neomisin berisiko merusak pendengaran
Interaksi dengan Obat Lain
- Penggunaan bersama kortikosteroid lain (topikal, oral, inhalasi, atau suntikan) menambah beban steroid total dan memperbesar risiko efek samping sistemik
- Obat penghambat enzim CYP3A4 yang kuat seperti ritonavir dan itrakonazol dapat menghambat metabolisme kortikosteroid sehingga paparan sistemik betametason meningkat
- Antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamisin, amikasin, streptomisin) atau obat lain yang berisiko bagi ginjal dan pendengaran dapat menambah risiko ototoksisitas dan nefrotoksisitas bila neomisin ikut terserap ke dalam tubuh
- Pemakaian produk topikal lain di area yang sama (obat jerawat, retinoid, antiseptik keras, kosmetik beralkohol) dapat menambah iritasi; beri tahu dokter atau apoteker semua obat yang sedang dipakai
- Penutupan area olesan dengan perban kedap (oklusi) atau popok meningkatkan penyerapan kedua zat aktif ke dalam tubuh
Peringatan Penting
- Nisagon adalah obat keras (lingkaran merah huruf K) dan wajib dibeli dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi); jangan memakai sisa resep orang lain atau mengulang pemakaian tanpa konsultasi dokter
- Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi dengan mencocokkan nomor izin edar pada kemasan di cekbpom.pom.go.id. Nisagon terdaftar di BPOM sebagai obat dengan NIE DKL9709207329A1; huruf K pada kode tersebut menandakan golongan obat keras
- Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap betametason, kortikosteroid lain, neomisin, atau antibiotik aminoglikosida. Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda alergi berat seperti ruam meluas, bengkak pada wajah atau bibir, dan sesak napas
- Tidak untuk infeksi kulit karena jamur atau virus, jerawat, maupun rosacea; kortikosteroid dapat menyamarkan gejala dan memperburuk kondisi tersebut
- Hindari pemakaian jangka panjang, pada area luas, ditutup rapat (oklusif), di wajah, atau pada anak tanpa pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan atrofi kulit dan penyerapan sistemik steroid
- Neomisin dapat memicu sensitisasi (dermatitis kontak alergi). Bila kulit justru makin merah, gatal, atau bengkak setelah dioleskan, hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter
- Jangan dioleskan pada luka terbuka yang luas atau kulit yang rusak parah tanpa arahan dokter, karena penyerapan neomisin dalam jumlah besar berisiko menimbulkan gangguan pendengaran dan gangguan ginjal
- Pemakaian lama dapat memicu superinfeksi oleh jamur atau bakteri yang tidak peka. Hubungi dokter bila muncul tanda infeksi baru atau memburuk seperti nanah, bengkak, nyeri bertambah, atau demam
- Hanya untuk pemakaian luar. Jangan ditelan dan hindari area mata; kortikosteroid yang mengenai mata berisiko meningkatkan tekanan bola mata (glaukoma) dan memicu katarak. Segera ke dokter bila penglihatan menjadi kabur
- Setelah pemakaian yang cukup lama, penghentian mendadak dapat memicu kekambuhan (rebound); ikuti cara penghentian yang dianjurkan dokter
- Ibu hamil dan menyusui hanya boleh memakai Nisagon atas saran dokter. Ibu menyusui sebaiknya tidak mengoleskannya pada area payudara yang bersentuhan dengan mulut bayi
- Simpan sesuai petunjuk pada kemasan, terlindung dari panas dan cahaya matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak
Pertanyaan Umum
Nisagon obat apa?
Nisagon adalah krim kombinasi berisi betametason-17-valerat 0,1% (kortikosteroid topikal potensi kuat) dan neomisin sulfat 0,5% (antibiotik golongan aminoglikosida). Obat ini dipakai untuk meredakan peradangan kulit seperti eksim atau dermatitis yang responsif terhadap kortikosteroid, bila disertai infeksi sekunder oleh bakteri yang peka terhadap neomisin. Nisagon diproduksi Ifars Pharmaceutical Laboratories dalam kemasan krim 5 g, terdaftar di BPOM dengan NIE DKL9709207329A1, dan berstatus obat keras sehingga wajib memakai resep dokter. Anda bisa mencocokkan nomor izin edar pada kemasan di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Nisagon bisa dipakai untuk panu, kurap, jerawat, atau luka terbuka?
Tidak. Nisagon tidak untuk infeksi kulit karena jamur (seperti panu, kurap, atau kandidiasis), infeksi virus (seperti herpes atau cacar air), jerawat, maupun rosacea. Kandungan kortikosteroidnya menekan daya tahan kulit setempat sehingga infeksi jamur atau virus bisa menyebar dan memburuk, sementara neomisin hanya bekerja pada bakteri tertentu. Nisagon juga tidak dianjurkan dioleskan pada luka terbuka yang luas tanpa arahan dokter, karena penyerapan neomisin dalam jumlah besar berisiko mengganggu pendengaran dan ginjal. Karena itu, pastikan diagnosis dari dokter terlebih dahulu sebelum memakainya.
Apakah Nisagon boleh dibeli tanpa resep dan dipakai dalam jangka panjang?
Tidak keduanya. Huruf K pada NIE DKL9709207329A1 menandakan Nisagon termasuk obat keras, sehingga apotek hanya boleh menyerahkannya dengan resep dokter. Pemakaian juga sebaiknya sesingkat mungkin sesuai arahan dokter: penggunaan lama, pada area luas, di wajah, ditutup rapat, atau pada anak tanpa pengawasan dapat menyebabkan penipisan kulit, guratan (striae), penyerapan steroid ke dalam tubuh, superinfeksi, serta alergi kulit akibat neomisin. Bila kulit tidak membaik, justru makin merah dan gatal, atau muncul nanah dan demam, hentikan pemakaian dan segera kembali ke dokter.
Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Referensi Medis
- 1. BPOM RI - Cek Produk: detail NISAGON (NIE DKL9709207329A1, betamethasone valerate + neomycin sulfate, ATC D07CC01, status berlaku)
- 2. Halodoc - Nisagon Cream 5 g (betametason valerat 0,1% + neomisin sulfat 0,5%, obat keras, produksi Ifars)
- 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional (rujukan farmakologi kortikosteroid topikal dan neomisin)
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.