Lewati ke konten
Obat Kulit TopikalBebas (tanpa resep)

Salep 24

Salep 24 adalah **salep kulit kombinasi** berisi **asam salisilat 2%** dan **sulfur praecipitatum (belerang endap) 4%** yang dipakai untuk **membantu meringankan penyakit kulit akibat jamur atau tungau**, seperti **panu, kadas, kurap, kudis (skabies), dan kutu air**. "Salep 24" adalah ejaan umum untuk **Salep 2-4**, dan angka 2 serta 4 menunjukkan kadar kedua bahan aktifnya. Asam salisilat bekerja sebagai **keratolitik** (melunakkan dan mengelupas lapisan kulit mati yang bersisik), sedangkan sulfur berperan sebagai **antiskabies dan antijamur ringan**. Salep 24 bukan merek tunggal, melainkan formula baku Formularium Nasional yang dibuat beberapa pabrik. Di BPOM, produk ini terdaftar sebagai **obat kuasi** (nomor izin edar berawalan QD) yang dapat dibeli **tanpa resep dokter**. Hanya untuk pemakaian luar.

Nama generik
Asam salisilat (acidum salicylicum) 2% + sulfur praecipitatum (belerang endap) 4%
Nama dagang
Salep 24
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu meringankan panu (pitiriasis versikolor), infeksi jamur yang menimbulkan bercak putih, cokelat, atau kemerahan bersisik halus pada kulit
  • Membantu meringankan kadas dan kurap, infeksi jamur kulit golongan tinea (dermatofitosis) yang tampak sebagai bercak melingkar, bersisik, dan gatal
  • Membantu meringankan kudis (skabies), penyakit kulit yang sangat gatal akibat tungau Sarcoptes scabiei
  • Membantu meringankan kutu air (tinea pedis), infeksi jamur di sela jari kaki yang membuat kulit gatal, lembap, pecah-pecah, dan mengelupas

Dosis

Dewasa
Bersihkan dan keringkan area kulit yang bermasalah, lalu oleskan salep tipis dan merata hanya pada area tersebut. Frekuensi pemakaian berbeda antarprodusen: informasi produk Salep 2-4 dari produsen Holi Pharma mencantumkan 3-4 kali sehari, sedangkan informasi produk di beberapa apotek online menyebut 1-2 kali sehari. Karena itu, ikuti petunjuk pada kemasan produk yang Anda beli atau anjuran dokter maupun apoteker. Hanya untuk pemakaian luar. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan (kecuali bila tangan itu sendiri yang sedang diobati), dan jangan memakainya terus-menerus pada area kulit yang luas.
Anak
Gunakan dengan hati-hati pada anak. Kulit anak lebih tipis dan luas permukaannya relatif besar dibanding berat badan, sehingga asam salisilat lebih mudah terserap ke dalam tubuh. Tanyakan dulu kepada dokter atau apoteker sebelum memakai pada anak, terutama bayi dan balita. Bila disetujui, oleskan tipis pada area terbatas, jangan pada area yang luas, dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Lansia
Tidak ada aturan dosis khusus untuk lansia; ikuti petunjuk pada kemasan. Kulit lansia cenderung lebih tipis dan kering sehingga lebih mudah iritasi. Lansia dengan diabetes atau gangguan sirkulasi darah perifer sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai, karena sifat keratolitik asam salisilat dapat memicu iritasi atau luka pada kulit yang penyembuhannya lambat.

Efek Samping

  • Rasa terbakar, perih, atau menyengat di area yang diolesi
  • Kemerahan dan iritasi kulit
  • Kulit kering dan mengelupas, sebagian merupakan efek keratolitik asam salisilat
  • Bau belerang yang khas dari kandungan sulfur
  • Reaksi alergi atau dermatitis kontak (ruam, gatal bertambah, bengkak) pada orang yang sensitif terhadap bahan salep
  • Pemakaian terus-menerus pada area luas dapat menimbulkan radang kulit, dan asam salisilat dapat terserap ke dalam tubuh (salisilisme) dengan gejala seperti telinga berdenging, mual, muntah, pusing, atau napas cepat

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap asam salisilat, obat golongan salisilat lain (termasuk aspirin), sulfur, atau komponen salep lainnya
  • Pemakaian pada mata, selaput lendir (hidung, mulut), dan area kelamin
  • Kulit dengan luka terbuka, lecet, atau kulit yang meradang dan terinfeksi akibat garukan

Interaksi dengan Obat Lain

  • Pemakaian bersama produk topikal lain yang mengelupas atau mengeringkan kulit pada area yang sama, misalnya benzoil peroksida, retinoid (tretinoin, adapalene), sabun atau scrub abrasif, maupun produk beralkohol, dapat memperberat iritasi
  • Pemakaian bersama obat golongan salisilat lain (mis. aspirin dosis tinggi) secara teoretis menambah beban salisilat dalam tubuh, terutama bila salep dioleskan pada area luas atau dalam waktu lama
  • Beritahu dokter atau apoteker bila Anda sedang memakai krim atau salep lain (mis. antijamur atau kortikosteroid topikal) pada area yang sama, agar pemakaiannya tidak saling tumpang tindih

Peringatan Penting

  • Salep 24 (Salep 2-4) terdaftar di BPOM sebagai obat kuasi dengan nomor izin edar berawalan QD. Peraturan BPOM No. 7 Tahun 2023 mencantumkan "Salep 2-4" sebagai formula baku obat kuasi. Beberapa toko online melabelinya "obat bebas" atau "produk konsumen", tetapi kategori registrasi resminya adalah obat kuasi. Produk ini bukan obat keras dan tidak memerlukan resep. Sebagai pengingat umum, obat keras (logo lingkaran merah berhuruf K) selalu wajib dibeli dengan resep dokter
  • Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor registrasi BPOM yang sah. Cek nomor QD pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id sebelum memakai
  • Hanya untuk pemakaian luar. Jangan ditelan, dan jangan dioleskan pada mata, hidung, mulut, area kelamin, luka terbuka, atau kulit yang terinfeksi akibat garukan. Bila tidak sengaja terkena mata, segera bilas dengan air mengalir yang banyak; bila tertelan, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat
  • Jangan dipakai terus-menerus pada area kulit yang luas, karena dapat menimbulkan radang atau iritasi dan asam salisilat bisa terserap ke dalam tubuh
  • Beritahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap salisilat (termasuk aspirin) atau sulfur. Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat seperti ruam meluas, bengkak pada wajah atau bibir, atau sesak napas
  • Konsultasikan dulu dengan dokter bila salep akan dipakai pada anak, oleh ibu hamil atau menyusui, atau oleh penderita diabetes maupun gangguan sirkulasi darah perifer
  • Hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter bila muncul iritasi berat, kulit melepuh, ruam makin meluas, tanda infeksi (nanah, bengkak, nyeri bertambah, demam), gejala salisilisme seperti telinga berdenging atau mual, atau bila keluhan tidak membaik setelah dipakai sesuai petunjuk kemasan
  • Kudis (skabies) mudah menular lewat kontak kulit. Anggota keluarga serumah umumnya perlu diperiksa dan diobati bersamaan, serta pakaian, handuk, dan sprei dicuci bersih agar tidak terjadi infeksi ulang. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tuntas
  • Beberapa toko online menyebut Salep 24 untuk psoriasis, kutil, mata ikan, kapalan, atau eksim, tetapi klaim tersebut tidak tercantum secara konsisten pada label resmi. Untuk keluhan-keluhan itu, periksakan diri ke dokter agar mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat
  • Salep ini berbau belerang yang khas. Tutup wadah rapat setelah dipakai, simpan di tempat sejuk dan kering yang terlindung dari sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Salep 24 obat apa?

Salep 24 adalah salep kulit kombinasi yang berisi asam salisilat 2% (20 mg per gram) dan sulfur praecipitatum atau belerang endap 4% (40 mg per gram). Salep ini dipakai untuk membantu meringankan penyakit kulit akibat jamur atau tungau, yaitu panu, kadas, kurap, kudis (skabies), dan kutu air. Nama yang tertulis di kemasan biasanya Salep 2-4, dan angka 2 serta 4 merujuk pada kadar kedua bahan aktifnya. Asam salisilat bersifat keratolitik, yaitu melunakkan dan mengelupas lapisan kulit mati yang bersisik, sedangkan sulfur bekerja sebagai antiskabies dan antijamur ringan. Salep 24 bukan merek tunggal, melainkan formula baku Formularium Nasional yang dibuat beberapa pabrik, antara lain PT Holi Pharma, PT Afifarma, dan PT Ciubros Farma (dijual sebagai "Ciubros Salep 24" atau "Salep Kulit 2-4"), umumnya dalam kemasan pot 15 g dan 30 g. Hanya untuk pemakaian luar.

Apakah Salep 24 perlu resep dokter?

Tidak. Salep 24 (Salep 2-4) terdaftar di BPOM sebagai obat kuasi, dengan nomor izin edar berawalan QD. Peraturan BPOM No. 7 Tahun 2023 mencantumkan "Salep 2-4" sebagai formula baku obat kuasi, yaitu sediaan berefek lokal untuk keluhan ringan yang umumnya bisa dibeli tanpa resep. Beberapa apotek online menyebutnya "obat bebas" atau "produk konsumen", tetapi kategori registrasi resminya adalah obat kuasi. Salep ini bukan obat keras dan bukan narkotika atau psikotropika. Contoh nomor izin edar yang tercatat antara lain QD171715511 (PT Holi Pharma), QD191717141 (PT Afifarma), dan QD061706681 (PT Ciubros Farma). Cocokkan nomor pada kemasan Anda di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli. Perlu diingat, obat keras (logo lingkaran merah berhuruf K) tetap wajib dibeli dengan resep dokter, jadi bila dokter meresepkan krim lain untuk keluhan kulit Anda, ikuti resep tersebut.

Berapa kali sehari Salep 24 dioleskan, dan kapan harus ke dokter?

Aturan pakai berbeda antarprodusen. Informasi produk Salep 2-4 dari produsen Holi Pharma mencantumkan 3-4 kali sehari, sedangkan informasi produk di beberapa apotek online menyebut 1-2 kali sehari, jadi ikuti petunjuk pada kemasan produk yang Anda beli. Oleskan tipis hanya pada kulit yang bermasalah setelah dibersihkan dan dikeringkan. Hindari mata, hidung, mulut, area kelamin, luka terbuka, dan kulit yang lecet atau terinfeksi karena garukan, serta jangan memakainya terus-menerus pada area yang luas. Untuk kudis, anggota keluarga serumah umumnya perlu diperiksa dan diobati bersamaan karena penyakit ini mudah menular. Segera ke dokter bila muncul iritasi berat, kulit melepuh, ruam meluas, tanda infeksi seperti nanah atau demam, atau bila keluhan tidak membaik setelah dipakai sesuai petunjuk. Konsultasikan juga lebih dulu bila salep akan dipakai pada anak, saat hamil atau menyusui, atau bila Anda menderita diabetes maupun gangguan sirkulasi darah.

Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Peraturan BPOM No. 7 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Kuasi (Lampiran II Bagian D mencantumkan "Salep 2-4" sebagai formula baku obat kuasi)
  2. 2. BPOM RI - Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM)
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.