Lewati ke konten
AntifungalResep dokter

Omegzole

Omegzole adalah tablet **antijamur (antifungi)** berisi zat aktif **ketokonazol 200 mg** yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, kuku, dan selaput lendir — seperti **panu (tinea versikolor)**, **kurap**, **kutu air (athlete's foot)**, dan **kandidiasis** — serta infeksi jamur sistemik yang tidak membaik dengan obat oles. Ketokonazol bekerja dengan menghambat pembentukan **ergosterol**, komponen penting **membran sel jamur**, sehingga jamur tidak dapat bertahan hidup. Omegzole diproduksi oleh **Mutifa Industri Farmasi** dan termasuk **obat keras** (logo lingkaran merah bergaris tepi hitam berhuruf K) sehingga **hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter**. Perlu diketahui, ketokonazol tablet (bentuk minum) memiliki peringatan keamanan serius terkait **gangguan hati berat**, **gangguan kelenjar adrenal**, dan **gangguan irama jantung**, sehingga bukan pilihan pertama untuk infeksi jamur dan hanya dipakai bila antijamur lain tidak dapat digunakan. Pastikan nomor izin edar pada kemasan Anda terdaftar dengan mengeceknya di **cekbpom.pom.go.id**.

Nama generik
Ketokonazol (Ketoconazole) 200 mg
Nama dagang
Omegzole
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan infeksi jamur superfisial yang tidak responsif terhadap terapi topikal (krim/salep), termasuk panu (tinea versikolor), kurap (dermatofitosis) pada kulit, dan kutu air (athlete's foot)
  • Infeksi jamur pada kuku tangan (onikomikosis) yang tidak membaik dengan pengobatan luar, atas pertimbangan dokter
  • Kandidiasis pada mulut dan tenggorokan (sariawan jamur/oral thrush), kandidiasis vagina, serta kandidiasis mukokutan kronis
  • Mikosis dalam (infeksi jamur sistemik) seperti histoplasmosis, blastomikosis, koksidioidomikosis, dan parakoksidioidomikosis
  • Catatan penting: ketokonazol oral bukan terapi lini pertama. Obat ini hanya digunakan bila antijamur lain (itrakonazol, flukonazol, atau terbinafin) tidak tersedia, tidak dapat ditoleransi, atau tidak efektif — keputusan ini sepenuhnya ada pada dokter

Dosis

Dewasa
Informasi produk mencantumkan dosis dewasa lazim 1 tablet (200 mg) sekali sehari yang diminum sesudah makan, dan dokter dapat menaikkannya bila respons klinis belum tercapai. Namun karena Omegzole adalah obat keras, dosis pasti, lama terapi, serta perlu-tidaknya pemeriksaan fungsi hati hanya boleh ditentukan oleh dokter. Selalu ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan obat sendiri. Minum bersama atau sesudah makanan karena penyerapan ketokonazol membutuhkan suasana asam lambung; hindari meminumnya bersamaan dengan antasida atau obat lambung.
Anak
Penggunaan pada anak tidak boleh dilakukan tanpa resep dan pengawasan dokter. Dosis anak ditentukan dokter berdasarkan berat badan, usia, dan jenis infeksi, dengan pertimbangan risiko efek samping pada hati. Jangan memberikan sisa obat orang dewasa kepada anak.
Lansia
Pada lansia, gunakan hanya atas resep dokter dengan kehati-hatian ekstra, terutama bila ada gangguan fungsi hati, gangguan irama jantung, atau sedang mengonsumsi banyak obat lain yang berpotensi berinteraksi. Dokter biasanya memantau fungsi hati lebih ketat. Ikuti dosis yang tertulis pada resep.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri ulu hati, sakit perut, dan diare — sering berkurang bila obat diminum sesudah makan
  • Sakit kepala, pusing, dan rasa mengantuk
  • Ruam kulit, gatal, atau biduran (urtikaria) sebagai reaksi alergi ringan
  • Gangguan fungsi hati: peningkatan enzim hati hingga hepatitis berat dan gagal hati yang dapat berakibat fatal. Segera hentikan obat dan hubungi dokter bila muncul mual berkepanjangan, hilang nafsu makan, lelah luar biasa, nyeri perut kanan atas, urine berwarna gelap, tinja pucat, atau kulit dan mata menguning (ikterus)
  • Insufisiensi adrenal akibat penekanan produksi hormon kortisol: lemas berat, tekanan darah rendah, mual, dan penurunan berat badan
  • Perpanjangan interval QT dan gangguan irama jantung (aritmia), terutama bila dikombinasi dengan obat tertentu — waspadai jantung berdebar atau pingsan
  • Efek antiandrogen pada pria: pembesaran payudara (ginekomastia), penurunan libido, dan gangguan ereksi
  • Gangguan menstruasi pada wanita
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis) yang jarang terjadi: bengkak pada wajah/bibir/lidah dan sesak napas — merupakan kondisi gawat darurat

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif (alergi) terhadap ketokonazol atau obat antijamur golongan azol lainnya
  • Penyakit hati akut maupun kronik, termasuk riwayat gangguan hati akibat obat
  • Penggunaan bersamaan dengan simvastatin atau lovastatin (risiko kerusakan otot berat/rabdomiolisis)
  • Penggunaan bersamaan dengan cisapride, pimozide, kuinidin, atau dofetilide (risiko gangguan irama jantung yang mengancam nyawa)
  • Penggunaan bersamaan dengan alkaloid ergot (misalnya ergotamin untuk migrain)
  • Pasien dengan gangguan irama jantung atau riwayat perpanjangan interval QT, kecuali dinyatakan aman oleh dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat penurun asam lambung — antasida, penghambat H2 (ranitidin, famotidin), dan PPI (omeprazol, lansoprazol) — menurunkan penyerapan ketokonazol sehingga obat menjadi kurang efektif. Bila terpaksa dipakai bersama, beri jarak waktu beberapa jam sesuai arahan dokter atau apoteker
  • Ketokonazol adalah penghambat kuat enzim CYP3A4, sehingga menaikkan kadar banyak obat lain di dalam darah: midazolam/triazolam, siklosporin, takrolimus, dan sebagian obat penurun kolesterol golongan statin
  • Meningkatkan efek warfarin dan antikoagulan lain sehingga risiko perdarahan naik — perlu pemantauan dokter
  • Obat penginduksi enzim seperti rifampisin, isoniazid, fenitoin, dan karbamazepin menurunkan kadar ketokonazol sehingga pengobatan bisa gagal
  • Kombinasi dengan obat yang memperpanjang interval QT (antiaritmia, sebagian antipsikotik dan antibiotik) meningkatkan risiko aritmia serius
  • Alkohol harus dihindari selama terapi karena menambah risiko kerusakan hati dan dapat memicu reaksi menyerupai disulfiram (wajah memerah, mual, sakit kepala)
  • Beritahukan kepada dokter dan apoteker seluruh obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi sebelum memakai Omegzole

Peringatan Penting

  • Omegzole adalah obat keras yang ditandai lingkaran merah bergaris tepi hitam berhuruf K — wajib dengan resep dokter, tidak boleh dibeli bebas, dan tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi)
  • Badan pengawas obat internasional (FDA pada 2013 dan EMA) telah membatasi ketat penggunaan ketokonazol tablet minum karena risiko kerusakan hati berat, insufisiensi adrenal, dan gangguan irama jantung. Karena itu obat ini bukan pilihan pertama untuk infeksi jamur apa pun
  • Beritahukan dokter dan apoteker bila Anda pernah mengalami alergi terhadap ketokonazol atau antijamur golongan azol lain (mikonazol, flukonazol, itrakonazol), serta bila Anda memiliki riwayat penyakit hati atau gangguan irama jantung
  • Untuk panu, kurap, atau kutu air ringan, terapi krim/salep antijamur umumnya sudah cukup dan jauh lebih aman — jangan meminta obat minum tanpa indikasi dari dokter
  • Dokter umumnya memeriksa fungsi hati sebelum dan selama terapi. Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan yang dianjurkan
  • Segera hentikan obat dan cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya: mual terus-menerus, lelah berlebihan, nyeri perut kanan atas, urine gelap, mata dan kulit menguning, jantung berdebar atau pingsan, serta bengkak pada wajah/bibir/lidah dan sesak napas (reaksi alergi berat)
  • Hindari alkohol sepenuhnya selama pengobatan
  • Hati-hati pada ibu hamil dan menyusui — gunakan hanya bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya
  • Jangan menghentikan pengobatan lebih cepat meski keluhan membaik, karena infeksi jamur dapat kambuh; ikuti durasi yang ditetapkan dokter
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain, termasuk anggota keluarga dengan keluhan serupa
  • Pastikan produk yang Anda beli asli dan terdaftar dengan mengecek nomor izin edar pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id. Beli hanya di apotek resmi

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Omegzole obat apa?

Omegzole adalah obat antijamur (antifungi) berbentuk tablet yang mengandung zat aktif ketokonazol 200 mg. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi jamur seperti panu, kurap, kutu air, infeksi jamur pada kuku, kandidiasis mulut atau vagina, serta infeksi jamur yang lebih dalam (sistemik) yang tidak membaik dengan obat oles. Ketokonazol bekerja dengan mengganggu pembentukan ergosterol pada membran sel jamur sehingga jamur mati. Omegzole diproduksi oleh Mutifa Industri Farmasi dan berstatus obat keras, jadi hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Perlu diluruskan: ada sumber di internet yang menyebut Omegzole berisi omeprazol (obat lambung) — informasi tersebut tidak didukung sumber lain; menurut informasi produk, kandungan Omegzole adalah ketokonazol, bukan obat lambung. Bila ragu, cocokkan komposisi yang tertera pada kemasan Anda.

Apakah Omegzole bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?

Tidak. Omegzole termasuk obat keras dengan penandaan lingkaran merah bergaris tepi hitam berhuruf K, sehingga harus dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri. Alasannya bukan sekadar aturan administratif: ketokonazol tablet minum berisiko menyebabkan kerusakan hati berat, gangguan kelenjar adrenal, dan gangguan irama jantung, serta berinteraksi dengan banyak obat lain. Dokter perlu menilai apakah infeksi Anda memang butuh antijamur minum, memeriksa fungsi hati, dan memastikan tidak ada obat lain yang berbahaya bila dikombinasikan. Belilah hanya di apotek resmi, dan cek keaslian nomor izin edar pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id.

Apa yang harus diperhatikan selama minum Omegzole?

Minumlah sesuai petunjuk pada kemasan atau resep dokter — jangan menaikkan dosis sendiri dan jangan berhenti sebelum waktunya meski keluhan sudah membaik. Konsumsi sesudah makan, karena penyerapan ketokonazol memerlukan suasana asam lambung; hindari meminumnya berbarengan dengan antasida atau obat maag dan beri jarak waktu sesuai anjuran dokter. Hindari alkohol selama pengobatan. Waspadai tanda gangguan hati seperti mual berkepanjangan, lelah luar biasa, urine gelap, atau kulit dan mata menguning — segera hentikan obat dan hubungi dokter bila muncul. Beritahukan pula riwayat alergi serta semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda pakai, karena ketokonazol berinteraksi dengan banyak obat, termasuk simvastatin, warfarin, dan obat jantung tertentu.

Obat Terkait (Antifungal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antifungal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter — Omegzole (kandungan Ketoconazole 200 mg, golongan obat keras, produsen Mutifa Industri Farmasi, kelas terapi antijamur)
  2. 2. BPOM RI — Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM)
  3. 3. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.