Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Ometilson

Ometilson adalah obat berisi **metilprednisolon 4 mg**, sebuah **kortikosteroid** (glukokortikoid sintetik) yang bekerja sebagai **anti-inflamasi** dan **imunosupresan**. Ometilson dipakai untuk meredakan berbagai kondisi **peradangan** dan **alergi**, penyakit **reumatik**, gangguan saluran napas dan kulit, serta penyakit **autoimun**. Ometilson diproduksi oleh **PT Mutifa Industri Farmasi** dan termasuk **Obat Keras** (ditandai lingkaran merah bertuliskan 'K') sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Metilprednisolon
Nama dagang
Ometilson
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 4 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Kondisi peradangan (inflamasi) dan reaksi alergi yang responsif terhadap kortikosteroid
  • Penyakit reumatik, seperti radang sendi (artritis), yang membutuhkan terapi kortikosteroid
  • Gangguan saluran napas dan kulit, misalnya dermatitis dan asma
  • Gangguan endokrin tertentu
  • Berbagai penyakit autoimun, misalnya lupus dan multiple sclerosis
  • Gangguan hematologik (kelainan darah) tertentu
  • Sindroma nefrotik (gangguan ginjal dengan kebocoran protein)

Dosis

Dewasa
Dosis Ometilson ditentukan oleh dokter sesuai berat ringannya penyakit dan respons pasien; umumnya diberikan sebagai dosis harian yang dapat dibagi. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan pemakaian secara mendadak tanpa arahan dokter karena penghentian tiba-tiba dapat berbahaya.
Anak
Penggunaan pada anak harus atas pertimbangan dan pengawasan dokter; dosis disesuaikan dengan berat badan dan kondisi anak. Ikuti resep dokter dan jangan memberikan tanpa anjuran tenaga medis.
Lansia
Pada lansia, gunakan dengan hati-hati dan pengawasan dokter karena lebih rentan terhadap efek samping seperti pengeroposan tulang (osteoporosis) dan peningkatan tekanan darah. Ikuti petunjuk dokter.

Efek Samping

  • Peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan
  • Retensi cairan, pembengkakan (edema), dan peningkatan tekanan darah
  • Gangguan lambung, seperti nyeri ulu hati atau risiko tukak lambung
  • Peningkatan kadar gula darah
  • Gangguan tidur, gelisah, atau perubahan suasana hati
  • Mudah memar, kulit menipis, dan penyembuhan luka melambat
  • Peningkatan risiko infeksi karena penurunan daya tahan tubuh
  • Pada penggunaan jangka panjang: osteoporosis, kelemahan otot, katarak, dan wajah membulat (moon face)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Pasien dengan hipersensitif (alergi) terhadap metilprednisolon atau komponen obat
  • Adanya infeksi jamur sistemik yang tidak terkontrol
  • Pemberian vaksin hidup selama menggunakan dosis imunosupresif kortikosteroid

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) seperti ibuprofen dapat meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung
  • Obat penurun kalium seperti diuretik dapat memperberat penurunan kadar kalium
  • Obat antidiabetes dan insulin dapat menjadi kurang efektif karena metilprednisolon menaikkan gula darah
  • Obat pengencer darah (antikoagulan seperti warfarin) dapat berubah efeknya
  • Obat penginduksi atau penghambat enzim hati (mis. rifampisin, ketokonazol) dapat mengubah kadar metilprednisolon
  • Beri tahu dokter semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang digunakan sebelum memakai Ometilson

Peringatan Penting

  • Ometilson adalah Obat Keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter; jangan membeli atau memakai tanpa anjuran tenaga medis.
  • Jangan menghentikan pemakaian secara mendadak setelah penggunaan lebih dari beberapa hari; dosis biasanya diturunkan bertahap sesuai arahan dokter.
  • Gunakan hati-hati pada penderita diabetes, hipertensi, tukak lambung, gangguan ginjal atau hati, osteoporosis, gangguan jiwa, dan glaukoma.
  • Karena menekan daya tahan tubuh, waspadai tanda infeksi dan hindari kontak dengan penderita cacar air atau campak bila belum kebal.
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul reaksi alergi berat (sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/lidah), nyeri ulu hati hebat atau tinja berwarna hitam, tanda infeksi serius (demam tinggi, menggigil), gangguan penglihatan, atau gejala tidak biasa lainnya.
  • Selalu periksa nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk terdaftar resmi di BPOM.
  • Untuk ibu hamil dan menyusui, penggunaan harus atas pertimbangan dokter karena kortikosteroid dapat menembus plasenta dan masuk ke ASI.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Ometilson obat apa?

Ometilson adalah obat berisi metilprednisolon 4 mg, yaitu kortikosteroid yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan imunosupresan. Ometilson digunakan untuk meredakan peradangan, reaksi alergi, penyakit reumatik, gangguan saluran napas dan kulit, serta berbagai penyakit autoimun. Karena termasuk Obat Keras, Ometilson hanya boleh dipakai dengan resep dokter.

Apakah Ometilson bisa dibeli bebas tanpa resep?

Tidak. Ometilson adalah Obat Keras yang ditandai lingkaran merah bertuliskan 'K', sehingga pembelian dan penggunaannya harus dengan resep dokter. Jangan menggunakan Ometilson untuk mengobati diri sendiri. Pastikan juga produk terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Bolehkah pemakaian Ometilson dihentikan sendiri jika sudah merasa membaik?

Sebaiknya tidak. Kortikosteroid seperti Ometilson tidak boleh dihentikan secara mendadak bila sudah dipakai lebih dari beberapa hari, karena dapat menimbulkan gejala putus obat yang berbahaya. Dosis biasanya diturunkan secara bertahap sesuai arahan dokter. Selalu ikuti petunjuk pada resep dokter dan konsultasikan sebelum mengubah dosis.

Obat Terkait (Kortikosteroid)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Ometilson 4 mg Obat Apa: Redakan Radang dan Alergi
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Nomor Izin Edar Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi Metilprednisolon (Kortikosteroid)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.