Pirocam
Pirocam adalah **obat keras** berisi zat aktif tunggal **piroxicam (piroksikam) 20 mg** yang tergolong obat antiinflamasi nonsteroid (**OAINS/NSAID**) golongan oksikam, diproduksi oleh **PT Dexa Medica**. Pirocam dipakai untuk meredakan **nyeri, bengkak, dan peradangan sendi** pada rheumatoid arthritis (rematoid artritis), osteoarthritis (osteoartritis), ankylosing spondylitis, gangguan muskuloskeletal akut, serta **serangan gout akut**. Piroxicam bekerja dengan menghambat enzim **siklooksigenase (COX-1 dan COX-2)** secara non-selektif sehingga produksi prostaglandin pemicu nyeri dan radang menurun. Karena termasuk obat keras, Pirocam hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**, dan nomor izin edarnya sebaiknya dicek di cekbpom.pom.go.id.
- Nama generik
- Piroxicam (piroksikam)
- Nama dagang
- Pirocam
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi simptomatik nyeri dan peradangan pada rheumatoid arthritis (rematoid artritis)
- Terapi simptomatik nyeri dan kekakuan sendi pada osteoarthritis (osteoartritis)
- Meredakan nyeri dan kekakuan pada ankylosing spondylitis (radang sendi tulang belakang)
- Nyeri dan peradangan pada gangguan muskuloskeletal akut, misalnya cedera jaringan lunak, keseleo, atau peradangan tendon/otot
- Meredakan serangan gout akut (radang sendi karena asam urat tinggi)
- Catatan penting: Pirocam hanya meredakan gejala nyeri dan radang, tidak menyembuhkan penyakit sendi yang mendasarinya dan bukan obat penurun kadar asam urat
Dosis
Efek Samping
- Keluhan saluran cerna: nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, dan gangguan pencernaan (paling sering)
- Diare atau sembelit, serta hilang nafsu makan
- Pusing, sakit kepala, atau rasa mengantuk
- Ruam kulit dan gatal; piroxicam relatif lebih sering menimbulkan reaksi kulit dan fotosensitivitas (kulit mudah terbakar saat terpapar matahari)
- Retensi cairan sehingga muncul pembengkakan pada tungkai/kaki dan kenaikan tekanan darah
- Efek samping serius yang butuh pertolongan segera: tukak lambung, perdarahan saluran cerna (muntah darah, BAB hitam seperti aspal), nyeri dada, sesak napas, kelemahan satu sisi tubuh, urine sangat sedikit atau berwarna gelap, kulit dan mata menguning, atau ruam kulit yang melepuh dan mengelupas
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Alergi/hipersensitif terhadap piroxicam, aspirin, atau OAINS lain
- Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi yang dipicu aspirin maupun OAINS lain
- Riwayat atau sedang mengalami tukak peptik (ulkus lambung/duodenum), perdarahan saluran cerna, atau perforasi akibat OAINS
- Penyakit radang usus aktif seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
- Gangguan fungsi ginjal berat dan gangguan fungsi hati berat
- Gagal jantung berat, serta periode sekitar operasi bypass jantung (CABG)
- Riwayat reaksi kulit berat akibat obat (misalnya sindrom Stevens-Johnson) atau reaksi hipersensitivitas serius terhadap obat lain
- Kehamilan trimester ketiga dan tidak dianjurkan pada ibu menyusui tanpa arahan dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- OAINS lain, aspirin, atau kortikosteroid: menaikkan risiko tukak dan perdarahan lambung secara bermakna, jangan digabung tanpa arahan dokter
- Antikoagulan dan antiplatelet (warfarin, heparin, clopidogrel): meningkatkan risiko perdarahan
- Antidepresan golongan SSRI: menambah risiko perdarahan saluran cerna
- Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker) dan diuretik: efek penurun tekanan darah dapat berkurang, sekaligus menaikkan risiko gangguan ginjal
- Litium dan metotreksat: kadar dalam darah dapat meningkat sehingga risiko keracunan naik
- Siklosporin, takrolimus, dan obat nefrotoksik lain: menambah beban pada ginjal
- Alkohol: memperbesar risiko iritasi dan perdarahan lambung, sebaiknya dihindari selama pengobatan
- Sampaikan ke dokter atau apoteker semua obat, jamu, dan suplemen yang sedang dikonsumsi sebelum memakai Pirocam
Peringatan Penting
- Pirocam adalah obat keras (lingkaran merah) sehingga wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk swamedikasi jangka panjang
- Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap aspirin, ibuprofen, natrium diklofenak, atau OAINS lain, serta riwayat asma, biduran, atau bengkak wajah setelah minum obat pereda nyeri
- Piroxicam punya waktu paruh panjang dan risiko efek samping saluran cerna serta kardiovaskular yang relatif lebih tinggi dibanding beberapa OAINS lain, sehingga pada banyak pedoman bukan pilihan lini pertama untuk nyeri ringan sehari-hari
- OAINS dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, terutama pada pemakaian dosis tinggi dan jangka panjang atau pada orang dengan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi
- Hentikan obat dan segera ke dokter atau IGD bila muncul BAB hitam, muntah darah, nyeri ulu hati hebat, ruam kulit melepuh, sesak napas, atau bengkak pada wajah dan bibir
- Gunakan dengan sangat hati-hati pada penderita hipertensi, gagal jantung, diabetes, gangguan ginjal atau hati, asma, dan lansia
- Batasi paparan sinar matahari langsung dan gunakan pelindung karena piroxicam dapat memicu fotosensitivitas
- Jangan mengonsumsi Pirocam bersamaan dengan OAINS lain (termasuk obat nyeri bebas yang mengandung ibuprofen atau natrium diklofenak) maupun dengan produk piroksikam lain, dan jangan menggandakan dosis bila lupa minum
- Selalu periksa nomor izin edar BPOM di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk yang Anda beli asli dan terdaftar, serta beli hanya di apotek resmi dengan resep
- Jangan tertukar dengan produk piroxicam bermerek lain atau piroxicam generik; nama merek Pirocam spesifik milik PT Dexa Medica
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Pirocam obat apa?
Pirocam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) berisi piroxicam (piroksikam) 20 mg dari PT Dexa Medica. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri, bengkak, dan peradangan sendi pada rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, gangguan muskuloskeletal akut, serta serangan gout akut. Pirocam bekerja menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) sehingga prostaglandin penyebab nyeri dan radang berkurang. Status obatnya adalah obat keras, jadi harus ditebus dengan resep dokter.
Apakah Pirocam bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?
Tidak. Pirocam termasuk obat keras dengan penandaan lingkaran merah, sehingga secara aturan hanya dapat diserahkan apotek dengan resep dokter. Membeli tanpa resep berisiko karena piroxicam memiliki waktu paruh panjang dan risiko efek samping lambung serta jantung yang relatif tinggi, sehingga dosis dan lama pemakaian perlu ditentukan dokter. Pastikan juga produk yang Anda terima terdaftar dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Apa efek samping Pirocam yang perlu diwaspadai dan siapa yang tidak boleh memakainya?
Efek samping tersering adalah nyeri ulu hati, mual, kembung, dan gangguan pencernaan; bisa juga muncul pusing, ruam, kulit lebih sensitif terhadap matahari, dan pembengkakan kaki. Yang paling perlu diwaspadai adalah tukak dan perdarahan lambung serta risiko serangan jantung dan stroke, terutama pada pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang. Pirocam tidak boleh dipakai oleh orang dengan alergi OAINS/aspirin, riwayat tukak peptik atau perdarahan saluran cerna, gangguan ginjal atau hati berat, gagal jantung berat, dan ibu hamil trimester ketiga. Segera hubungi dokter bila muncul BAB hitam, muntah darah, atau nyeri ulu hati hebat.
Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.