Lewati ke konten
Antiinflamasi (NSAID)Resep dokter

Tofedex

Tofedex adalah **obat keras** berisi **dexketoprofen trometamol 25 mg**, sebuah **antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID)** turunan asam propionat yang dipakai untuk **meredakan nyeri akut ringan hingga sedang**, seperti nyeri otot, nyeri pascaoperasi, dan nyeri haid (dismenore). Diproduksi oleh **PT LAPI Laboratories** dan tersedia dalam bentuk tablet salut selaput.

Nama generik
Dexketoprofen trometamol
Nama dagang
Tofedex
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 17 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan nyeri akut ringan hingga sedang
  • Nyeri muskuloskeletal akut seperti nyeri otot, keseleo, dan nyeri punggung
  • Nyeri setelah operasi (nyeri pascaoperasi)
  • Nyeri haid (dismenore)
  • Nyeri gigi

Dosis

Dewasa
Ikuti dosis yang tertera pada resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Dexketoprofen umumnya digunakan untuk jangka pendek dengan prinsip dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin; jangan melebihi anjuran. Tofedex tersedia dalam bentuk tablet salut selaput 25 mg.
Anak
Umumnya tidak dianjurkan untuk anak karena keamanan dan dosisnya belum ditetapkan. Gunakan hanya bila diresepkan dan diawasi langsung oleh dokter.
Lansia
Perlu kehati-hatian ekstra pada lansia; dokter dapat menyesuaikan dosis karena risiko efek samping saluran cerna dan ginjal cenderung lebih tinggi.

Efek Samping

  • Mual dan muntah
  • Nyeri ulu hati, kembung, atau gangguan pencernaan (dispepsia)
  • Nyeri perut dan diare
  • Pusing, sakit kepala, atau mengantuk
  • Ruam atau gatal pada kulit
  • Pada pemakaian lama atau dosis tinggi: risiko tukak dan perdarahan lambung

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap dexketoprofen, OAINS lain, atau aspirin
  • Riwayat asma, bronkospasme, urtikaria, atau rinitis yang dipicu aspirin/OAINS
  • Tukak lambung aktif atau riwayat perdarahan saluran cerna
  • Gangguan ginjal, hati, atau jantung yang berat
  • Gangguan perdarahan atau sedang menjalani terapi antikoagulan
  • Kehamilan trimester ketiga dan masa menyusui

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS lain atau aspirin — meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna
  • Antikoagulan (mis. warfarin) dan antiplatelet — meningkatkan risiko perdarahan
  • Kortikosteroid — meningkatkan risiko iritasi dan tukak lambung
  • Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik) — efeknya dapat menurun dan menambah beban kerja ginjal
  • Litium, metotreksat, dan digoksin — kadarnya dalam darah dapat meningkat

Peringatan Penting

  • Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin guna menekan risiko efek samping.
  • Hati-hati pada pasien dengan riwayat maag, tukak, atau perdarahan lambung.
  • Hati-hati pada lansia serta pengidap gangguan ginjal, hati, jantung, atau tekanan darah tinggi.
  • Hindari penggunaan pada trimester ketiga kehamilan; konsultasikan lebih dulu dengan dokter bila sedang hamil atau menyusui.
  • Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya seperti tinja berwarna hitam atau berdarah, muntah darah atau seperti ampas kopi, nyeri ulu hati hebat, ruam kulit yang meluas, bengkak pada wajah atau bibir, atau sesak napas.
  • Tofedex adalah obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak untuk pengobatan sendiri. Pastikan produk resmi dengan mengecek nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Tofedex obat apa?

Tofedex adalah obat pereda nyeri yang mengandung dexketoprofen trometamol 25 mg, tergolong antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri akut ringan hingga sedang seperti nyeri otot, nyeri pascaoperasi, nyeri gigi, dan nyeri haid, dengan cara menghambat enzim COX sehingga produksi prostaglandin penyebab nyeri dan peradangan menurun.

Apakah Tofedex bisa dibeli tanpa resep?

Tidak. Tofedex termasuk obat keras sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Anda dapat memastikan status legal dan nomor izin edarnya melalui cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping dan hal yang perlu diwaspadai saat memakai Tofedex?

Efek samping yang mungkin muncul antara lain mual, nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, pusing, dan ruam kulit. Seperti OAINS lain, pemakaian jangka panjang atau dosis tinggi meningkatkan risiko tukak dan perdarahan lambung. Segera cari pertolongan medis bila muncul tinja hitam/berdarah, muntah seperti ampas kopi, atau reaksi alergi berat. Hindari pada trimester ketiga kehamilan, dan gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin sesuai anjuran dokter.

Tofedex 25 mg diminum berapa kali sehari?

Dosis lazim dewasa adalah 1 tablet Tofedex 25 mg setiap 8 jam, dengan batas maksimal 3 tablet (75 mg) per hari; sebagian label juga mencantumkan pilihan 12,5 mg tiap 4–6 jam. Pada lansia, terapi umumnya dimulai dari 50 mg per hari lalu dinaikkan bila ditoleransi baik; dosis awal yang sama berlaku pada gangguan ginjal atau hati ringan–sedang, sedangkan gangguan berat merupakan kontraindikasi. Tofedex termasuk obat keras, jadi dosis pastinya mengikuti resep dokter. Jangan membelah tablet atau menambah dosis sendiri tanpa arahan dokter atau apoteker.

Tofedex diminum sebelum atau sesudah makan?

Aturan pakai pada label Indonesia menyebut Tofedex diberikan 30 menit sebelum makan, terutama untuk nyeri akut, karena makanan memperlambat penyerapannya sehingga efek pereda nyeri datang lebih lambat. Telan tablet utuh dengan segelas air putih. Bila lambung mudah perih, mual, atau ada riwayat maag dan GERD, obat boleh diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi, dengan konsekuensi efeknya terasa lebih lambat; bicarakan dulu dengan dokter atau apoteker. Minum setelah makan tidak menghilangkan risiko tukak atau perdarahan lambung yang khas pada OAINS.

Apakah Tofedex aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak aman. Informasi produk Tofedex di Indonesia mencantumkan kehamilan dan menyusui sebagai kontraindikasi, dan literatur dexketoprofen menegaskan larangan pada trimester ketiga serta selama menyusui. Pada kehamilan awal, OAINS dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran dan kelainan jantung; pada trimester 2–3 obat ini dapat mengganggu fungsi ginjal janin, menutup dini duktus arteriosus, serta memperpanjang waktu perdarahan dan persalinan. Belum dipastikan pula apakah dexketoprofen masuk ke ASI. Ibu hamil atau menyusui yang mengalami nyeri sebaiknya meminta alternatif yang lebih aman kepada dokter.

Berapa harga Tofedex 25 mg di apotek?

Harga Tofedex 25 mg berkisar sekitar Rp 9.500–Rp 11.000 per tablet, atau kurang lebih Rp 76.000–Rp 107.000 per strip isi 10 tablet, berdasarkan listing apotek daring pada Agustus 2026; kemasan penuhnya berupa dus isi 3 strip @10 tablet. Harga berbeda antar apotek, kota, dan platform, dapat berbeda di apotek fisik, serta bisa berubah sewaktu-waktu. Karena Tofedex adalah obat keras, pembeliannya tetap memerlukan resep dokter, sehingga harga bukan satu-satunya pertimbangan.

Apakah Tofedex boleh diberikan untuk anak?

Tidak dianjurkan. Keamanan dan efektivitas dexketoprofen pada anak dan remaja belum ditetapkan, sehingga belum ada ketentuan dosis untuk anak, dan informasi produk Tofedex meminta kehati-hatian khusus pada anak-anak maupun lansia. Klaim bahwa Tofedex boleh dipakai anak di atas usia tertentu tidak didukung label resmi dan sebaiknya diabaikan. Untuk nyeri atau demam pada anak, gunakan pereda nyeri yang memiliki ketentuan dosis anak seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dokter; Tofedex sendiri hanya boleh dipakai dengan resep dokter.

Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Medicastore - Tofedex 25 mg Tablet Salut Selaput (dexketoprofen trometamol, produsen PT LAPI Laboratories, obat keras)
  2. 2. BPOM - Cek Nomor Izin Edar Obat (cekbpom)
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.