Lewati ke konten
Antiinflamasi (NSAID)Resep dokter

Piroxicam

Piroxicam adalah **obat antiinflamasi nonsteroid (AINS/NSAID) golongan oksikam** dengan zat aktif tunggal **piroksikam**, yang dipakai untuk meredakan **nyeri dan peradangan sendi** seperti osteoarthritis, artritis reumatoid, spondilitis ankilosa, gangguan otot-rangka akut, serta serangan **gout (asam urat) akut**. Piroksikam bekerja menghambat enzim siklooksigenase (COX-1/COX-2) sehingga produksi prostaglandin penyebab nyeri dan radang menurun. Obat ini termasuk **obat keras** yang hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Piroxicam (piroksikam)
Nama dagang
Piroxicam
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan nyeri dan peradangan pada osteoarthritis (pengapuran sendi)
  • Terapi simtomatik rheumatoid arthritis (artritis reumatoid)
  • Terapi simtomatik ankylosing spondylitis (spondilitis ankilosa)
  • Mengatasi gangguan muskuloskeletal akut, misalnya nyeri otot dan sendi akibat cedera atau keseleo
  • Meredakan serangan gout akut (asam urat) dalam jangka pendek — bukan untuk terapi gout jangka panjang
  • Catatan penting: piroxicam bukan obat lini pertama untuk osteoarthritis maupun artritis reumatoid karena waktu paruhnya panjang sehingga risiko efek sampingnya lebih besar dibanding AINS lain

Dosis

Dewasa
Sediaan yang beredar di Indonesia umumnya tablet/kapsul dengan kekuatan 10 mg dan 20 mg. Dosis lazim dewasa adalah 20 mg satu kali sehari atau 10 mg dua kali sehari; untuk gangguan muskuloskeletal akut biasanya 40 mg/hari selama 2 hari lalu diturunkan menjadi 20 mg/hari selama 7-14 hari; untuk gout akut 40 mg/hari lalu dilanjutkan 4-6 hari. Dosis maksimal umumnya dibatasi 20 mg per hari untuk pemakaian jangka panjang. Diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Efek terapi umumnya baru terasa setelah 7-14 hari pemakaian. Gunakan dosis efektif terendah dalam durasi sesingkat mungkin, dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Anak
Tidak dianjurkan untuk anak-anak. Pemberian pada anak maupun remaja hanya boleh atas pertimbangan dan pengawasan dokter, dengan dosis yang ditetapkan dokter.
Lansia
Lansia berisiko jauh lebih tinggi mengalami perdarahan saluran cerna, gangguan ginjal, dan efek samping kardiovaskular. Dosis biasanya dimulai dari yang terendah dan pemakaian dipantau ketat oleh dokter; jangan digunakan tanpa pengawasan medis.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, diare, atau sembelit
  • Perdarahan lambung, tukak (ulkus) peptikum, hingga perforasi lambung/usus — bisa terjadi tanpa gejala awal dan berpotensi fatal
  • Pusing, sakit kepala, atau telinga berdenging (tinnitus)
  • Retensi cairan sehingga muncul bengkak pada tungkai/kaki dan kenaikan tekanan darah
  • Gangguan fungsi ginjal, ditandai berkurangnya jumlah air kencing atau bengkak
  • Gangguan fungsi hati, ditandai mata/kulit menguning dan urine gelap
  • Ruam kulit dan reaksi alergi; pada kasus berat dapat berkembang menjadi Stevens-Johnson Syndrome (SJS) atau Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) yang mengancam jiwa — piroksikam termasuk AINS dengan risiko SJS/TEN relatif tinggi
  • Peningkatan risiko kejadian trombotik kardiovaskular serius seperti serangan jantung dan stroke

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap piroksikam maupun AINS lain (termasuk aspirin)
  • Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi yang dipicu aspirin/AINS lain
  • Riwayat atau sedang mengalami tukak lambung, perdarahan saluran cerna, atau perforasi akibat AINS
  • Sebelum dan sesudah menjalani prosedur operasi coronary artery bypass graft (CABG)
  • Gagal jantung berat, gangguan fungsi ginjal berat, atau gangguan fungsi hati berat
  • Riwayat reaksi kulit berat (SJS/TEN) akibat piroksikam atau AINS lain
  • Penggunaan bersama AINS lain, termasuk penghambat COX-2 selektif
  • Kehamilan trimester akhir (usia kehamilan di atas 30 minggu)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna bila dipakai bersama antikoagulan (warfarin), antiplatelet (aspirin, clopidogrel), atau kortikosteroid
  • Meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan dengan antidepresan golongan SSRI
  • Meningkatkan risiko efek samping berat jika digunakan bersama AINS lain seperti ibuprofen, diklofenak, atau meloxicam
  • Menurunkan efektivitas obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta blocker) dan diuretik; kombinasi dengan ACE inhibitor/ARB plus diuretik meningkatkan risiko gangguan ginjal
  • Meningkatkan kadar dan toksisitas litium serta metotreksat di dalam darah
  • Meningkatkan risiko gangguan ginjal bila dipakai bersama siklosporin atau takrolimus
  • Konsumsi alkohol bersamaan memperbesar risiko iritasi dan perdarahan lambung

Peringatan Penting

  • Peringatan keras (black box warning): piroksikam meningkatkan risiko kejadian trombotik kardiovaskular serius (serangan jantung, stroke) dan kejadian saluran cerna serius (perdarahan, ulkus, perforasi) yang dapat berakibat fatal dan bisa muncul kapan saja tanpa gejala awal. Risikonya lebih tinggi pada lansia dan pemakaian jangka panjang.
  • Dikontraindikasikan untuk pereda nyeri sebelum dan sesudah operasi CABG (bypass jantung).
  • Segera hentikan obat dan cari pertolongan medis jika muncul ruam kulit, lepuh, luka di mulut/mata, atau kulit mengelupas — ini bisa menjadi tanda awal SJS/TEN yang mengancam jiwa.
  • Segera ke IGD jika muncul BAB hitam seperti aspal, muntah darah, nyeri ulu hati hebat, nyeri dada, sesak napas, atau kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh.
  • Piroksikam memiliki waktu paruh panjang (rata-rata sekitar 50 jam) sehingga mudah terakumulasi di tubuh; karena itu ia bukan pilihan lini pertama dan pemakaiannya dibatasi pada dosis serendah mungkin dan durasi sesingkat mungkin.
  • Hati-hati pada penderita hipertensi, gagal jantung, penyakit ginjal atau hati, diabetes, asma, serta perokok dan peminum alkohol.
  • Beri tahu dokter dan apoteker riwayat alergi obat Anda, terutama alergi terhadap aspirin atau AINS lain, serta semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi sebelum memakai piroxicam.
  • Ibu hamil dan ibu menyusui tidak boleh menggunakan piroxicam tanpa persetujuan dokter; obat ini dikontraindikasikan pada kehamilan trimester akhir.
  • Waspadai jamu ilegal: piroksikam adalah salah satu Bahan Kimia Obat (BKO) yang paling sering dicampurkan secara ilegal ke dalam jamu atau obat bahan alam berklaim 'pegal linu' dan 'asam urat'. BPOM secara rutin menemukan dan menindak produk semacam ini — antara lain 32 produk obat bahan alam mengandung BKO pada pengawasan periode Oktober 2025 — dengan perintah penarikan dan pemusnahan. Mengonsumsi piroksikam tersembunyi lewat jamu sangat berbahaya karena dosisnya tidak terkontrol dan dapat memicu gagal ginjal, kerusakan hati, dan perdarahan lambung. Penindakan ini menyasar produk ilegal ber-BKO, bukan obat piroxicam berizin edar.
  • Piroxicam adalah obat keras (daftar G) yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jangan melakukan swamedikasi, jangan menambah dosis sendiri, dan jangan memberikan obat ini kepada orang lain meski gejalanya mirip. Jangan membeli dari penjual yang menawarkannya bebas tanpa resep.
  • Selalu cek nomor izin edar BPOM produk yang Anda beli di cekbpom.pom.go.id. Nomor registrasi piroxicam generik berawalan 'GKL' yang menandakan obat Generik, golongan Keras, produksi Lokal.
  • Informasi ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Piroxicam obat apa?

Piroxicam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (AINS/NSAID) golongan oksikam dengan zat aktif tunggal piroksikam. Obat ini dipakai untuk meredakan nyeri dan peradangan sendi, seperti pada osteoarthritis, artritis reumatoid, spondilitis ankilosa, gangguan otot-rangka akut, dan serangan gout (asam urat) akut. Cara kerjanya adalah menghambat enzim siklooksigenase sehingga produksi prostaglandin pemicu nyeri dan radang berkurang. Di Indonesia piroxicam beredar sebagai obat generik maupun berbagai merek dagang dalam bentuk tablet/kapsul dengan kekuatan 10 mg dan 20 mg. Statusnya obat keras sehingga hanya boleh diperoleh dengan resep dokter, dan izin edarnya dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.

Apakah piroxicam ditarik dari peredaran oleh BPOM?

Tidak. Obat piroxicam berizin edar tetap terdaftar resmi dan legal beredar di Indonesia sebagai obat keras; tidak ada penarikan (recall), pembatalan izin edar, atau suspensi oleh BPOM terhadap piroksikam itu sendiri. Yang ditindak BPOM adalah produk jamu/obat bahan alam ilegal yang dicampur bahan kimia obat secara diam-diam dengan klaim 'pegal linu' dan 'asam urat'. BPOM mencatat piroksikam sebagai salah satu Bahan Kimia Obat yang paling sering dioplos ke jamu, dan memerintahkan penarikan serta pemusnahan produk-produk tersebut. Jadi yang berbahaya adalah jamu tanpa izin, bukan piroxicam resmi yang diresepkan dokter. Pastikan produk yang Anda beli punya nomor izin edar yang valid di cekbpom.pom.go.id.

Apakah piroxicam aman diminum setiap hari untuk asam urat atau nyeri sendi?

Tidak boleh diminum rutin tanpa pengawasan dokter. Piroxicam membawa peringatan keras (black box warning) untuk risiko serangan jantung, stroke, serta perdarahan dan tukak lambung yang bisa fatal dan muncul tanpa gejala awal — risiko itu meningkat seiring lamanya pemakaian dan lebih tinggi pada lansia. Untuk gout akut, piroksikam hanya dipakai jangka pendek beberapa hari, bukan untuk terapi asam urat jangka panjang. Piroksikam juga bukan obat lini pertama untuk osteoarthritis maupun artritis reumatoid karena waktu paruhnya panjang sehingga mudah menumpuk di tubuh. Gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin, ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, dan segera hubungi dokter bila muncul ruam kulit melepuh, BAB hitam, muntah darah, atau nyeri dada.

Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional
  2. 2. Cek BPOM — Verifikasi Nomor Izin Edar Obat
  3. 3. Alomedika — Piroxicam: Indikasi, Dosis, Interaksi dan Efek Samping

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.