Lewati ke konten
HormonalResep dokter

Primolut

Primolut adalah obat hormon yang di Indonesia beredar sebagai **Primolut N**, berisi **norethisterone (noretisteron) 5 mg per tablet** — sebuah **progestogen** (progestin sintetik) yang menstabilkan lapisan dinding rahim (endometrium) dan menekan fungsi ovarium. Obat ini dipakai dokter untuk menangani **perdarahan uterus disfungsional**, **amenorea** (tidak haid) primer maupun sekunder, **sindrom pramenstruasi (PMS)**, **mastopati siklik**, **endometriosis**, serta pengaturan atau penundaan waktu menstruasi atas indikasi medis. Primolut N termasuk **obat keras** (logo lingkaran merah) sehingga **wajib dengan resep dokter**, dan **bukan alat kontrasepsi** — obat ini tidak memberi perlindungan terhadap kehamilan.

Nama generik
Norethisterone (noretisteron) 5 mg per tablet
Nama dagang
Primolut
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Perdarahan uterus disfungsional (dysfunctional uterine bleeding), yaitu perdarahan rahim tidak normal yang bukan disebabkan kelainan organik
  • Amenorea primer dan sekunder (haid yang tidak kunjung datang atau berhenti), setelah kehamilan disingkirkan oleh dokter
  • Sindrom pramenstruasi (PMS) dengan keluhan siklik menjelang haid
  • Mastopati siklik, yaitu nyeri dan pembengkakan payudara yang berulang mengikuti siklus haid
  • Pengaturan atau penundaan waktu menstruasi atas indikasi dan pengawasan dokter
  • Endometriosis, untuk menekan pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim

Dosis

Dewasa
Primolut N beredar dalam kekuatan 5 mg noretisteron per tablet. Jumlah tablet per hari dan lama pemakaian berbeda-beda menurut indikasi — perdarahan disfungsional, amenorea, PMS, penundaan haid, atau endometriosis masing-masing punya aturan pakai sendiri, dan pada banyak indikasi obat harus dimulai pada hari tertentu dalam siklus haid. Karena itu dosis hanya boleh ditetapkan oleh dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, telan tablet utuh dengan air, minum pada jam yang sama setiap hari, dan jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri sebelum jadwal yang ditentukan.
Anak
Tidak ditujukan untuk anak-anak. Pada remaja perempuan, penggunaan hanya boleh atas penilaian dokter spesialis setelah haid pertama (menarke) terjadi dan penyebab keluhan ditelusuri lebih dulu.
Lansia
Tidak lazim digunakan pada perempuan pascamenopause. Perdarahan pervaginam pada usia lanjut wajib diperiksakan lebih dulu untuk menyingkirkan penyebab serius sebelum obat hormon apa pun diberikan.

Efek Samping

  • Perdarahan bercak atau perdarahan di luar jadwal haid (spotting atau breakthrough bleeding), terutama di awal pemakaian
  • Sakit kepala dan pusing
  • Mual, kembung, atau rasa tidak nyaman di perut
  • Nyeri dan rasa tegang pada payudara
  • Perubahan suasana hati, mudah tersinggung, atau gejala depresi
  • Penurunan gairah seksual (libido)
  • Kenaikan berat badan dan retensi cairan atau bengkak ringan (edema)
  • Jerawat, kulit berminyak, atau perubahan pertumbuhan rambut
  • Kelelahan dan gangguan tidur
  • Perubahan pola haid setelah obat dihentikan
  • Jarang: reaksi alergi berupa ruam dan gatal, gangguan penglihatan, atau gejala penggumpalan darah seperti nyeri betis, sesak napas, dan nyeri dada yang memerlukan pertolongan segera

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Kehamilan atau dugaan kehamilan — obat ini termasuk kategori risiko kehamilan X, sehingga tidak boleh dipakai oleh ibu hamil
  • Riwayat atau sedang mengalami gangguan tromboemboli (penggumpalan darah di vena maupun arteri), termasuk trombosis vena dalam, emboli paru, serangan jantung, dan stroke
  • Penyakit hati berat, gangguan fungsi hati aktif, atau riwayat tumor hati
  • Kanker payudara atau kanker organ genital yang pertumbuhannya dipengaruhi hormon
  • Perdarahan dari vagina yang belum diketahui penyebabnya dan belum diperiksa dokter
  • Riwayat kuning (ikterus) atau gatal berat yang muncul pada kehamilan sebelumnya, herpes gestationis, atau perburukan otosklerosis saat hamil
  • Gangguan metabolisme bilirubin bawaan seperti sindrom Dubin-Johnson dan Rotor
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap noretisteron atau komponen lain dalam tablet

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat penginduksi enzim hati (CYP3A4) seperti rifampisin, karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, primidon, dan griseofulvin dapat menurunkan kadar noretisteron sehingga efeknya berkurang
  • Suplemen herbal St. John's wort (hiperikum) juga mempercepat pemecahan hormon ini dan sebaiknya dihindari
  • Sebagian obat antivirus untuk HIV dan hepatitis C (misalnya ritonavir, efavirenz, nevirapine) dapat mengubah kadar hormon dalam darah
  • Obat penghambat enzim seperti ketokonazol dapat meningkatkan kadar noretisteron
  • Dapat memengaruhi kebutuhan insulin atau obat antidiabetes oral pada penyandang diabetes, sehingga gula darah perlu dipantau lebih ketat
  • Dapat mengganggu hasil beberapa pemeriksaan laboratorium, termasuk fungsi hati, fungsi tiroid, dan faktor pembekuan darah — beri tahu petugas bahwa Anda sedang memakai obat ini
  • Selalu informasikan ke dokter dan apoteker semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi

Peringatan Penting

  • Primolut N adalah obat keras (logo lingkaran merah) yang wajib dengan resep dokter — jangan membeli atau memakainya berdasarkan saran teman, media sosial, atau penjual daring tanpa resep, dan jangan dipakai untuk mengobati diri sendiri
  • Primolut N BUKAN alat kontrasepsi. Pada dosis terapi obat ini tidak melindungi Anda dari kehamilan; bila perlindungan dibutuhkan, gunakan metode kontrasepsi non-hormonal (barier) tambahan sesuai anjuran dokter. Bila Anda menemukan klaim bahwa obat ini bisa dipakai sebagai alat kontrasepsi, klaim tersebut tidak benar dan tidak boleh dijadikan pegangan
  • Bukan obat penggugur kandungan. Obat ini tidak boleh dipakai untuk mengakhiri kehamilan, dan justru dikontraindikasikan pada kehamilan
  • Singkirkan kemungkinan hamil lebih dahulu sebelum mulai memakai obat ini bila haid Anda terlambat
  • Waspadai risiko tromboemboli. Segera hentikan obat dan cari pertolongan medis bila muncul nyeri atau bengkak pada betis, sesak napas mendadak, nyeri dada, gangguan bicara, kelemahan sesisi tubuh, sakit kepala hebat yang tidak biasa, atau gangguan penglihatan mendadak
  • Segera hubungi dokter bila muncul kulit atau mata menguning, urine sangat gelap, nyeri perut hebat, perdarahan hebat atau berkepanjangan, atau gejala depresi yang memberat
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap noretisteron, hormon progestin lain, atau obat apa pun sebelum menebus resep
  • Perlu kehati-hatian ekstra bila Anda memiliki riwayat depresi, migrain, diabetes, hipertensi, epilepsi, penyakit ginjal atau jantung, gangguan hati, atau riwayat penggumpalan darah dalam keluarga
  • Merokok, terutama pada usia di atas 35 tahun, dan obesitas serta imobilisasi lama (misalnya setelah operasi) menambah risiko gangguan pembuluh darah
  • Beri tahu dokter bila Anda sedang menyusui, karena hormon ini dapat masuk ke air susu ibu dalam jumlah kecil
  • Pastikan produk yang Anda beli asli dan izin edarnya aktif dengan mengecek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id, dan belilah hanya di apotek atau kanal berlisensi
  • Isi halaman ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau resep dokter

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori X - KONTRAINDIKASI

Pertanyaan Umum

Primolut obat apa?

Primolut adalah obat hormon; produk yang terdaftar dan beredar resmi di Indonesia adalah Primolut N, yang berisi norethisterone (noretisteron) 5 mg per tablet. Zat ini termasuk golongan progestogen (progestin sintetik) yang bekerja menstabilkan lapisan dinding rahim dan menekan fungsi ovarium. Dokter meresepkannya untuk perdarahan uterus disfungsional, amenorea primer dan sekunder, sindrom pramenstruasi (PMS), mastopati siklik, endometriosis, serta pengaturan atau penundaan waktu menstruasi atas indikasi medis. Nama "Primolut" kadang dipakai untuk beberapa produk berbeda di berbagai negara, jadi pastikan yang Anda maksud adalah Primolut N dan cocokkan nama serta nomor izin edar pada kemasan di cekbpom.pom.go.id. Obat ini termasuk obat keras dan hanya boleh dipakai dengan resep dokter.

Bolehkah Primolut dipakai untuk menunda haid, dan bisakah dibeli tanpa resep?

Pengaturan atau penundaan waktu menstruasi memang termasuk salah satu indikasi yang tercantum untuk Primolut N, misalnya menjelang perjalanan ibadah, ujian, atau tindakan medis tertentu. Namun obat ini adalah obat keras (logo lingkaran merah) yang wajib dengan resep dokter — jadi tidak boleh dibeli bebas dan tidak boleh dipakai berdasarkan pengalaman orang lain. Waktu mulai minum dan lama pemakaian sangat menentukan hasilnya dan harus dihitung oleh dokter sesuai siklus haid Anda, sementara pemakaian yang keliru dapat memicu perdarahan tidak teratur. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, dan cek keaslian serta status izin edar produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli — hanya di apotek atau kanal berlisensi.

Apakah Primolut bisa dipakai sebagai alat kontrasepsi atau aman untuk ibu hamil?

Tidak untuk keduanya. Primolut N bukan alat kontrasepsi: pada dosis terapi obat ini tidak memberikan perlindungan terhadap kehamilan, dan informasi produk resminya menyebutkan bahwa bila perlindungan dibutuhkan, gunakan metode kontrasepsi non-hormonal (barier) tambahan. Bila Anda menemukan klaim di situs jual beli atau media sosial bahwa obat ini bisa dipakai sebagai kontrasepsi, klaim itu tidak benar dan tidak boleh dijadikan pegangan. Untuk kehamilan, obat ini dikontraindikasikan: noretisteron termasuk kategori risiko kehamilan X, sehingga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil atau perempuan yang diduga hamil, dan obat ini juga bukan obat penggugur kandungan. Bila haid Anda terlambat, periksakan diri ke dokter lebih dahulu sebelum memakai obat hormon apa pun.

Obat Terkait (Hormonal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Hormonal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM — Informasi Produk PRIMOLUT N (assessment report resmi, disetujui 29/10/2019, ID EREG10036611900107)
  2. 2. Cek BPOM — Verifikasi nomor izin edar produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.