Lewati ke konten
PPI / LambungResep dokter

Ranivel

**Ranivel** adalah obat lambung yang mengandung zat aktif **ranitidin (ranitidin HCl)**, yaitu **antagonis reseptor H2** yang bekerja menekan produksi asam lambung berlebih. Ranivel digunakan untuk mengatasi **tukak lambung**, **tukak duodenum** (tukak usus dua belas jari), serta gejala **penyakit refluks asam lambung (GERD)**. Ranivel termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Nama generik
Ranitidine (ranitidin HCl)
Nama dagang
Ranivel
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 17 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan tukak lambung aktif dan tukak duodenum (tukak usus dua belas jari)
  • Meredakan gejala penyakit refluks gastroesofageal (GERD) akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan
  • Terapi pemeliharaan untuk mencegah kekambuhan tukak setelah penyembuhan tukak akut
  • Kondisi hipersekresi asam patologis seperti sindrom Zollinger-Ellison dan mastositosis sistemik
  • Mengurangi keluhan akibat asam lambung berlebih, misalnya nyeri ulu hati dan rasa panas di dada (heartburn)

Dosis

Dewasa
Dosis ranitidin ditentukan oleh dokter sesuai jenis dan tingkat keparahan keluhan serta sediaan yang digunakan (tablet, sirup, atau injeksi). Ikuti dosis yang tertera pada kemasan atau resep dokter; jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan dosis tanpa anjuran tenaga medis.
Anak
Penggunaan pada anak harus atas pertimbangan dan pengawasan dokter. Jangan memberikan Ranivel kepada anak tanpa resep dokter, dan gunakan sediaan serta dosis yang sesuai anjuran.
Lansia
Pasien lanjut usia dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal mungkin memerlukan penyesuaian dosis. Gunakan hanya sesuai anjuran dokter.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Gangguan pencernaan seperti mual, sembelit, atau diare
  • Nyeri perut
  • Ruam kulit
  • Jarang: gangguan fungsi hati, perubahan jumlah sel darah, atau reaksi alergi berat (segera cari pertolongan medis)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif (alergi) terhadap ranitidin atau komponen lain dalam obat
  • Riwayat porfiria akut

Interaksi dengan Obat Lain

  • Dapat mengurangi penyerapan obat yang memerlukan suasana asam lambung, seperti ketokonazol dan itrakonazol
  • Dapat memengaruhi kadar atau efek obat lain seperti warfarin, teofilin, dan midazolam
  • Antasida yang diminum bersamaan dapat mengurangi penyerapan ranitidin, sebaiknya beri jeda waktu

Peringatan Penting

  • PENTING: sejak 2019-2020 BPOM menghentikan sementara peredaran sejumlah produk ranitidin karena ditemukan cemaran NDMA di atas ambang batas. Pastikan status izin edar dan keamanan produk masih berlaku dengan mengecek nomor registrasi di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan.
  • Ranivel adalah obat keras (golongan K) yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.
  • Keluhan asam lambung yang tidak membaik atau disertai penurunan berat badan, muntah darah, atau tinja berwarna hitam perlu segera diperiksakan ke dokter untuk menyingkirkan penyakit yang lebih serius.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki gangguan ginjal atau hati sebelum menggunakan.
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Ranivel obat apa?

Ranivel adalah obat asam lambung yang mengandung ranitidin (ranitidin HCl), tergolong antagonis reseptor H2 yang menekan produksi asam lambung. Ranivel digunakan untuk mengatasi tukak lambung, tukak duodenum, dan gejala refluks asam (GERD). Ranivel termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Ranivel bisa dibeli bebas tanpa resep?

Tidak. Ranivel termasuk obat keras (golongan K), sehingga pembelian dan penggunaannya harus dengan resep dokter. Konsultasikan keluhan Anda ke dokter atau apoteker terlebih dahulu, dan pastikan izin edarnya masih berlaku melalui cekbpom.pom.go.id.

Apakah Ranivel aman digunakan?

Ranitidin sempat ditarik sementara peredarannya oleh BPOM pada 2019-2020 karena ditemukan cemaran NDMA pada sejumlah produk. Karena itu, sebelum menggunakan Ranivel, pastikan produk masih memiliki izin edar yang berlaku dengan mengecek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id, dan gunakan hanya sesuai anjuran dokter.

Referensi Medis

  1. 1. PIONAS BPOM - Ranivel (ranitidin, Novell Pharmaceutical)
  2. 2. Cek BPOM - verifikasi izin edar dan keamanan obat
  3. 3. K24Klik - Ranivel 150 mg Tablet (ranitidine HCl 150 mg, Obat Keras)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.