Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Clixid

Clixid adalah **obat keras** kombinasi **Chlordiazepoxide** dan **Clidinium Bromide** yang dipakai sebagai **terapi tambahan** untuk meredakan **spasme/kram saluran cerna** pada **tukak lambung** dan **sindrom iritasi usus besar (IBS)** yang disertai rasa cemas. **Clidinium Bromide** bekerja sebagai **antispasmodik antikolinergik** yang melemaskan otot usus, sementara **Chlordiazepoxide** (golongan **benzodiazepin**) memberi efek menenangkan. Karena termasuk **psikotropika**, Clixid hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Chlordiazepoxide HCl + Clidinium Bromide
Nama dagang
Clixid
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 8 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi tambahan (adjunctive) pada tukak lambung (peptic ulcer) untuk mengurangi nyeri dan spasme
  • Terapi tambahan pada sindrom iritasi usus besar (IBS) dengan gejala kram dan nyeri perut
  • Gangguan saluran cerna lain yang disertai spasme/kram otot usus dan kecemasan, seperti dispepsia fungsional dan keluhan hipersekresi asam lambung
  • Membantu meredakan kram perut yang diperberat oleh faktor emosional atau kecemasan

Dosis

Dewasa
Setiap tablet salut selaput mengandung Chlordiazepoxide 5 mg dan Clidinium Bromide 2,5 mg. Jumlah tablet dan frekuensi pemakaian ditentukan oleh dokter sesuai kondisi; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan menambah dosis sendiri.
Anak
Tidak dianjurkan untuk anak-anak kecuali atas indikasi dan pengawasan langsung dokter.
Lansia
Gunakan pada dosis serendah mungkin dengan pengawasan ketat, karena lansia lebih sensitif terhadap efek mengantuk, kebingungan, dan risiko jatuh; ikuti arahan dokter.

Efek Samping

  • Mengantuk atau rasa lemas (efek benzodiazepin)
  • Mulut kering akibat efek antikolinergik Clidinium
  • Pandangan kabur
  • Sembelit (konstipasi)
  • Sulit atau tertahannya buang air kecil (retensi urin)
  • Pusing, sakit kepala, atau gangguan koordinasi (ataksia)
  • Kebingungan, terutama pada lansia
  • Risiko ketergantungan bila digunakan jangka panjang atau melebihi dosis yang dianjurkan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Penderita glaukoma, terutama glaukoma sudut sempit
  • Pembesaran prostat (BPH) atau gangguan pengosongan kandung kemih (retensi urin)
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap Chlordiazepoxide, Clidinium, atau benzodiazepin lain
  • Myasthenia gravis
  • Sumbatan (obstruksi) saluran cerna atau saluran kemih
  • Kehamilan dan menyusui, karena komponen benzodiazepin berisiko bagi janin dan bayi

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat lain (obat tidur, opioid, antipsikotik) yang memperberat efek mengantuk
  • Obat antikolinergik lain atau antihistamin yang menambah efek mulut kering, sembelit, dan retensi urin
  • Antidepresan golongan MAO inhibitor
  • Obat lain yang penyerapannya dapat terpengaruh bila diminum bersamaan dengan obat antikolinergik

Peringatan Penting

  • Obat keras yang wajib dengan resep dokter; komponen Chlordiazepoxide termasuk benzodiazepin/psikotropika yang diawasi ketat di Indonesia
  • Dapat menyebabkan kantuk dan pandangan kabur, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya
  • Jangan mengonsumsi bersama alkohol
  • Gunakan dengan hati-hati pada lansia karena lebih rentan terhadap kebingungan dan jatuh
  • Penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan ketergantungan; jangan menghentikan pemakaian secara mendadak tanpa arahan dokter
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat (ruam, gatal, bengkak di wajah/bibir/lidah, sesak napas), kantuk berat, kebingungan hebat, atau kesulitan bernapas yang dapat menandakan overdosis
  • Selalu pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Pertanyaan Umum

Clixid obat apa?

Clixid adalah obat keras berisi kombinasi Chlordiazepoxide 5 mg dan Clidinium Bromide 2,5 mg. Obat ini dipakai sebagai terapi tambahan untuk meredakan kram/spasme saluran cerna pada tukak lambung dan sindrom iritasi usus besar (IBS), terutama bila keluhan diperberat oleh kecemasan.

Apakah Clixid bisa dibeli bebas tanpa resep?

Tidak. Clixid adalah obat keras dan mengandung benzodiazepin (psikotropika) yang diatur ketat, sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter. Pastikan nomor izin edarnya terdaftar dengan mengecek di cekbpom.pom.go.id.

Apakah boleh menyetir setelah minum Clixid?

Sebaiknya tidak. Clixid dapat menimbulkan kantuk, pusing, dan pandangan kabur, sehingga hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya, dan jangan mengonsumsinya bersama alkohol.

Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. PT Nulab Pharmaceutical Indonesia — Halaman produk resmi Clixid (komposisi dan indikasi)
  2. 2. Cek BPOM — Verifikasi nomor izin edar resmi obat
  3. 3. PIONAS BPOM — Informasi obat Chlordiazepoxide dan Clidinium Bromide

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.