Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Estalex

**Estalex** adalah obat **relaksan otot rangka** yang mengandung **Eperisone HCl 50 mg**. Obat ini dipakai untuk meredakan **spasme dan kekakuan otot** pada nyeri leher, bahu, dan pinggang bawah, sekaligus membantu memperbaiki sirkulasi dan menekan refleks nyeri. Estalex termasuk **obat keras** yang hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Eperisone HCl (eperisone hydrochloride)
Nama dagang
Estalex
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 3 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan spasme (kekakuan) otot pada nyeri leher dan bahu
  • Mengurangi nyeri pinggang atau punggung bawah (low back pain)
  • Membantu penanganan spondilosis servikal dan sindrom serviko-brakial
  • Periartritis skapulohumeral (nyeri dan kaku pada sendi bahu)
  • Menurunkan tonus otot yang tegang serta membantu memperbaiki sirkulasi dan menekan refleks nyeri

Dosis

Dewasa
Ikuti dosis yang tertera pada resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Estalex 50 mg umumnya diminum sesudah makan untuk mengurangi risiko gangguan lambung. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa anjuran dokter.
Anak
Keamanan dan dosis pada anak belum ditetapkan secara pasti; penggunaan hanya boleh atas pertimbangan dan pengawasan dokter.
Lansia
Gunakan dengan hati-hati dan ikuti anjuran dokter, karena lansia lebih rentan terhadap efek samping seperti kantuk.

Efek Samping

  • Kantuk atau rasa mengantuk
  • Lemas, pusing, atau sakit kepala
  • Mual, nyeri ulu hati, atau gangguan pencernaan lain
  • Mulut kering
  • Ruam kulit, gatal, atau kemerahan
  • Jarang: reaksi alergi berat (anafilaksis) serta gangguan fungsi hati atau ginjal

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap eperisone atau komponen lain dalam obat ini

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat penekan sistem saraf pusat (sedatif, obat tidur) dan alkohol dapat memperberat efek kantuk
  • Penggunaan bersama methocarbamol atau relaksan otot lain dapat menimbulkan gangguan akomodasi mata (pandangan kabur)
  • Beri tahu dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda gunakan sebelum memakai Estalex

Peringatan Penting

  • Dapat menyebabkan kantuk sehingga hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat
  • Gunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati
  • Hentikan pemakaian dan segera ke dokter bila muncul tanda reaksi alergi seperti ruam, bengkak, atau sesak napas
  • Keamanan pada anak, ibu hamil, dan ibu menyusui belum sepenuhnya dipastikan; gunakan hanya atas anjuran dokter
  • Pastikan produk memiliki izin edar BPOM dengan mengecek di cekbpom.pom.go.id; sebagai obat keras, Estalex hanya boleh dibeli dengan resep dokter

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Estalex obat apa?

Estalex adalah obat relaksan otot rangka yang berisi Eperisone HCl 50 mg, diproduksi oleh Ifars. Obat ini digunakan untuk meredakan spasme dan kekakuan otot pada kondisi seperti nyeri leher dan bahu, nyeri pinggang bawah, spondilosis servikal, serta periartritis skapulohumeral. Estalex termasuk obat keras sehingga hanya boleh dipakai dengan resep dokter.

Apakah Estalex bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Estalex adalah obat keras yang wajib menggunakan resep dokter. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan gunakan hanya sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan.

Apakah Estalex menyebabkan kantuk?

Ya, salah satu efek samping Eperisone dalam Estalex adalah kantuk. Karena itu, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat, dan jangan mengonsumsinya bersama alkohol. Jika kantuk terasa berat atau mengganggu, konsultasikan kepada dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Estalex 50 mg 10 Tablet (Eperisone HCl 50 mg, produsen Ifars, Obat Keras)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi izin edar obat resmi
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional (eperisone)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.