Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Relaxon

**Relaxon** adalah obat golongan **pelemas otot rangka kerja sentral** yang mengandung **Eperisone HCl 50 mg**, digunakan untuk meredakan **nyeri dan ketegangan otot** akibat spasme muskuloskeletal seperti pada nyeri punggung bawah, leher, atau bahu. Relaxon termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Eperisone HCl
Nama dagang
Relaxon
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 29 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan gejala yang berhubungan dengan spasme muskuloskeletal (kejang atau ketegangan otot rangka), misalnya pada nyeri punggung bawah (low back pain), nyeri leher, dan nyeri bahu
  • Mengurangi kekakuan dan nyeri otot yang menyertai berbagai kondisi ortopedi
  • Sebagai terapi tambahan untuk spastisitas (kekakuan otot) akibat gangguan neurologis tertentu sesuai penilaian dokter

Dosis

Dewasa
Dewasa umumnya 3 kali sehari 1 tablet (50 mg) sesudah makan, atau sesuai petunjuk dokter. Selalu ikuti dosis yang tertera pada resep dokter atau kemasan.
Anak
Keamanan dan dosis pada anak belum ditetapkan secara memadai; penggunaan hanya atas pertimbangan dan pengawasan dokter.
Lansia
Pada lansia gunakan dengan hati-hati dan sesuai anjuran dokter, karena kemungkinan meningkatnya efek mengantuk atau lemas.

Efek Samping

  • Rasa lemas atau lemah otot
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mengantuk (drowsiness)
  • Mual, muntah, atau gangguan pencernaan (nyeri ulu hati, diare)
  • Ruam kulit atau reaksi alergi
  • Peningkatan enzim hati / gangguan fungsi hati (jarang)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas terhadap Eperisone HCl atau salah satu komponen obat
  • Penderita yang pernah mengalami reaksi alergi berat (misalnya syok anafilaksis) terhadap obat ini
  • Ibu menyusui — data produk eperisone di Indonesia mencantumkan menyusui sebagai kontraindikasi; bila obat memang diperlukan, dokter dapat meminta pemberian ASI dihentikan selama pengobatan

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penggunaan bersama metokarbamol atau obat pelemas otot lain dapat menimbulkan gangguan penglihatan (gangguan akomodasi mata)
  • Efek sedasi/mengantuk dapat meningkat bila digunakan bersama alkohol, obat penenang, atau obat penekan sistem saraf pusat lain

Peringatan Penting

  • Dapat menyebabkan mengantuk, pusing, atau lemas — hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin hingga Anda mengetahui reaksi tubuh terhadap obat ini
  • Gunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati; pemantauan fungsi hati dapat diperlukan
  • Hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat seperti ruam luas, sesak napas, atau bengkak pada wajah/tenggorokan
  • Ibu menyusui: data produk eperisone di Indonesia mencantumkan menyusui sebagai kontraindikasi. Ibu hamil: keamanannya belum dipastikan, sehingga hanya dipakai bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya
  • Sebagai obat keras (K), Relaxon hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter; pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Relaxon obat apa?

Relaxon adalah obat pelemas otot rangka kerja sentral yang mengandung Eperisone HCl 50 mg. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri dan ketegangan otot akibat spasme otot rangka, misalnya pada nyeri punggung bawah, leher, atau bahu. Relaxon tergolong obat keras dan memerlukan resep dokter.

Apakah Relaxon bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Relaxon adalah obat keras (K) sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Anda juga dapat memeriksa keaslian dan nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan.

Apakah Relaxon menyebabkan mengantuk?

Bisa. Eperisone dalam Relaxon dapat menimbulkan rasa lemas, pusing, dan mengantuk. Karena itu sebaiknya hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin hingga Anda mengetahui reaksi tubuh terhadap obat ini, dan hentikan penggunaan bila muncul reaksi alergi berat.

Relaxon diminum berapa kali sehari, sebelum atau sesudah makan?

Dosis dewasa Relaxon umumnya 1 tablet 50 mg, 3 kali sehari, diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung seperti mual atau nyeri ulu hati. Tablet salut selaput ini ditelan utuh dengan segelas air putih, tidak digerus atau dibelah, dan sebaiknya pada jam yang sama setiap hari agar kadar obat dalam darah stabil. Bila satu dosis terlewat, minumlah saat ingat; jika sudah dekat jadwal berikutnya, lewati saja dan jangan menggandakan dosis. Karena Relaxon obat keras, dosis akhir tetap ditentukan resep dokter.

Apa efek samping Relaxon dan kapan harus ke dokter?

Efek samping Relaxon yang sering muncul adalah rasa lemas, pusing, dan mengantuk, ditambah sakit kepala, sulit tidur, mual, nyeri atau rasa penuh di perut, sembelit atau diare, dan mulut kering. Bila keluhan tersebut mengganggu, konsultasikan ke dokter karena dosis mungkin perlu diturunkan atau pengobatan dihentikan. Hentikan obat dan segera ke IGD bila muncul sesak napas, bengkak di wajah, bibir, atau tenggorokan, atau ruam luas yang melepuh. Efek serius yang lebih jarang meliputi tremor ujung jari, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta kelainan darah.

Berapa harga Relaxon 50 mg di apotek?

Harga Relaxon 50 mg umumnya berkisar Rp 8.000–Rp 15.000 per strip isi 10 tablet (sekitar Rp 800–Rp 1.500 per tablet) per Agustus 2026, namun berbeda-beda antar apotek, kota, dan platform sehingga tidak ada harga pasti. Satu dus berisi 5 strip atau 50 tablet, dan harga akhir mengikuti jumlah tablet pada resep. Relaxon termasuk obat keras, jadi tidak dijual bebas dan hanya bisa ditebus dengan resep dokter di apotek berizin. Cek nomor izin edar BPOM DKL1606317217A1 di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk asli.

Apakah Relaxon aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui, dan pada ibu hamil hanya boleh dipakai bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Data produk Relaxon mencantumkan wanita menyusui sebagai kontraindikasi karena eperisone dapat terserap ke ASI dan berisiko bagi bayi; bila obat memang diperlukan, pemberian ASI dihentikan selama pengobatan atas arahan dokter. Untuk kehamilan, keamanannya belum ditetapkan (Kategori N) karena data uji pada ibu hamil belum memadai. Sebagai obat keras, Relaxon tidak boleh dipakai tanpa resep dokter saat hamil maupun menyusui.

Apakah Relaxon sama dengan Myonal atau merek eperisone lain?

Ya, zat aktifnya sama. Relaxon dan Myonal sama-sama berisi Eperisone HCl 50 mg per tablet, sama-sama obat keras yang wajib resep dokter, dan aturan pakainya sama, yaitu dewasa 3 kali sehari 1 tablet sesudah makan. Yang berbeda hanya merek, pabrik, kemasan, dan harga: Relaxon diproduksi PT Erela, sedangkan Myonal oleh Eisai. Merek eperisone lain yang beredar antara lain Forres, Epsonal, Myonep, dan Forelax. Jangan meminum dua merek eperisone sekaligus karena dosisnya berlipat, dan penggantian merek sebaiknya atas sepengetahuan dokter atau apoteker.

Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antispasmodik / Antikejang Otot — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Medicastore - Relaxon 50 mg Tablet Salut Selaput (Eperisone HCl 50 mg, obat keras, PT Erela)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi obat Eperisone

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.