Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Myonep

Myonep adalah obat keras berisi **Eperisone HCl 50 mg** per tablet salut yang berfungsi sebagai **relaksan otot rangka kerja sentral**. Obat ini dipakai untuk pengobatan simtomatik kondisi yang disertai **spasme (kejang/kaku) otot rangka**, seperti nyeri leher dan bahu, nyeri punggung bawah (low back pain), spondilosis servikal, periartritis skapulohumeral, dan sindrom serviko-brakial. Eperisone bekerja menurunkan tonus otot rangka yang berlebihan sekaligus melancarkan aliran darah ke otot yang tegang, sehingga rasa kaku dan nyeri mereda. Perlu ditegaskan: Myonep **bukan** obat kram perut atau kolik saluran cerna, melainkan obat untuk otot rangka. Myonep diproduksi oleh PT Lapi Laboratories dan termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Pastikan nomor izin edar produk yang Anda beli terdaftar melalui cekbpom.pom.go.id.

Nama generik
Eperisone HCl (eperisone hydrochloride)
Nama dagang
Myonep
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan simtomatik pada kondisi yang disertai spasme atau kekakuan otot rangka, membantu menurunkan tonus otot yang berlebihan
  • Nyeri leher dan bahu (neck-shoulder pain) yang disertai ketegangan otot
  • Nyeri punggung bawah (low back pain) dengan komponen spasme otot
  • Spondilosis servikal dan sindrom serviko-brakial
  • Periartritis skapulohumeral (frozen shoulder) yang disertai kekakuan otot di sekitar bahu
  • Sebagai terapi tambahan pada kondisi muskuloskeletal untuk melancarkan aliran darah ke otot yang tegang sehingga nyeri dan kaku berkurang

Dosis

Dewasa
Dosis lazim dewasa yang dicantumkan pada informasi produk adalah 1 tablet 3 kali sehari, diminum sesudah makan. Meski demikian, dosis dan lama pemakaian yang tepat harus mengikuti resep dokter atau petunjuk pada kemasan, karena dapat disesuaikan dengan usia, berat ringannya keluhan, serta kondisi hati dan ginjal. Tablet salut ditelan utuh dengan air; jangan menambah dosis sendiri bila nyeri belum reda dan jangan memakai obat ini melebihi jangka waktu yang diinstruksikan dokter.
Anak
Keamanan dan dosis Eperisone HCl pada anak belum ditetapkan pada informasi produk yang tersedia. Jangan memberikan Myonep kepada anak tanpa penilaian dan resep langsung dari dokter.
Lansia
Pada lansia tidak ada angka dosis khusus yang dipastikan; gunakan dosis efektif terendah sesuai penilaian dokter. Lansia lebih rentan mengalami lemas, pusing, dan mengantuk sehingga berisiko jatuh, serta lebih sering memiliki penurunan fungsi hati atau ginjal yang perlu dipantau. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Lemas atau lemah otot (astenia) dan rasa lesu — efek yang cukup khas untuk relaksan otot
  • Pusing dan mengantuk (drowsiness), terutama pada awal pemakaian
  • Tremor atau gemetar pada tangan dan kaki (ekstremitas)
  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman di perut, diare atau sembelit, dan penurunan nafsu makan
  • Gangguan fungsi hati yang bisa terlihat sebagai peningkatan enzim hati (SGOT/SGPT); segera periksa bila muncul kulit atau mata menguning, urine gelap, atau nyeri perut kanan atas
  • Gangguan fungsi ginjal, misalnya peningkatan ureum atau kreatinin, serta munculnya protein dalam urine
  • Kelainan hematologi seperti anemia atau penurunan jumlah sel darah — ditandai pucat, mudah lelah, mudah memar, atau demam yang tidak jelas sebabnya
  • Reaksi kulit: ruam, gatal, atau kemerahan; hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila muncul
  • Gangguan berkemih, misalnya sulit buang air kecil atau rasa tidak tuntas (retensi urine)
  • Jarang namun serius: reaksi hipersensitivitas berat/anafilaksis dengan gejala bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, sesak napas, dan lemas mendadak — ini kondisi gawat darurat

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas (riwayat alergi) terhadap Eperisone HCl atau komponen lain dalam tablet Myonep
  • Gangguan fungsi hati berat: eperisone dimetabolisme di hati, sehingga pada kerusakan hati berat obat ini sebaiknya tidak digunakan kecuali ada penilaian khusus dari dokter
  • Gangguan fungsi ginjal berat: pemakaian harus dihindari atau hanya dilakukan atas penilaian dokter karena risiko penumpukan obat dan efek samping meningkat
  • Anak, ibu hamil, dan ibu menyusui: keamanan pemakaian belum dipastikan, sehingga tidak boleh digunakan tanpa penilaian dan resep dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penggunaan bersama metokarbamol (methocarbamol) dapat menimbulkan gangguan akomodasi mata (pandangan kabur) dan lemas — beri tahu dokter bila sedang memakai relaksan otot lain
  • Penggunaan bersama obat penekan sistem saraf pusat seperti obat tidur, benzodiazepin/obat penenang, antihistamin yang bikin mengantuk, opioid, atau obat antikejang dapat memperkuat efek mengantuk, pusing, dan lemas
  • Alkohol memperberat efek sedasi Eperisone HCl dan sebaiknya dihindari sepenuhnya selama terapi
  • Obat lain yang membebani fungsi hati atau ginjal perlu dilaporkan ke dokter karena dapat menambah risiko gangguan organ saat dipakai bersama eperisone
  • Selalu sampaikan daftar lengkap obat resep, obat bebas, herbal, dan suplemen yang Anda konsumsi kepada dokter atau apoteker sebelum menebus Myonep

Peringatan Penting

  • Myonep adalah obat keras (golongan obat dengan lingkaran merah) sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter — bukan obat bebas, tidak boleh dijual bebas, dan tidak boleh dipakai sebagai swamedikasi tanpa penilaian dokter
  • Obat ini dapat menyebabkan mengantuk, pusing, dan lemas. Hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, atau bekerja di ketinggian selama memakai Myonep sampai Anda tahu bagaimana tubuh bereaksi
  • Hindari alkohol selama terapi karena memperparah rasa mengantuk dan lemas
  • Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul tanda gangguan hati (mata atau kulit menguning, urine gelap), kelainan darah (pucat, mudah memar, demam), atau reaksi alergi berat (bengkak wajah/bibir, sesak napas) — reaksi alergi berat adalah kondisi gawat darurat yang butuh pertolongan segera
  • Segera periksa ke dokter atau IGD bila nyeri punggung maupun leher Anda disertai tanda bahaya: kelemahan atau kebas pada tungkai, kebas di area selangkangan, gangguan menahan buang air kecil atau besar, demam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, riwayat kanker, atau nyeri yang muncul setelah kecelakaan atau terjatuh. Kondisi seperti ini butuh penanganan segera dan tidak cukup diatasi dengan relaksan otot
  • Beri tahu dokter atau apoteker riwayat alergi obat, penyakit hati, penyakit ginjal, kelainan darah, serta kondisi kehamilan atau menyusui sebelum menebus resep, dan sampaikan semua obat yang sedang Anda pakai
  • Pemakaian pada pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal ringan sampai sedang harus di bawah pengawasan dokter, dan mungkin memerlukan pemantauan laboratorium berkala
  • Bila keluhan tidak membaik atau justru memburuk setelah pemakaian sesuai anjuran, jangan menambah dosis atau memperpanjang pemakaian sendiri — kembali ke dokter untuk evaluasi ulang
  • Keamanan pemakaian pada ibu hamil dan menyusui belum dipastikan; jangan gunakan tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu
  • Myonep bekerja pada otot rangka, bukan otot polos saluran cerna — obat ini tidak ditujukan untuk kram perut, kolik, atau nyeri haid
  • Kekuatan yang tercantum pada informasi produk yang tersedia adalah 50 mg per tablet. Bila Anda menemukan penawaran Myonep dengan kekuatan, bentuk sediaan, atau kemasan yang berbeda, konfirmasikan dulu ke apoteker sebelum membeli
  • Selalu cek keaslian dan nomor izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan, dan pastikan Anda membeli di apotek resmi
  • Jangan memberikan obat ini kepada orang lain meskipun keluhannya terasa mirip, dan jangan menyimpan sisa obat untuk dipakai lain waktu tanpa arahan dokter

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Myonep obat apa?

Myonep adalah obat keras berisi Eperisone HCl 50 mg per tablet salut yang tergolong relaksan otot rangka kerja sentral. Fungsinya meredakan spasme atau kekakuan otot rangka pada kondisi seperti nyeri leher dan bahu, nyeri punggung bawah, spondilosis servikal, periartritis skapulohumeral, dan sindrom serviko-brakial. Obat ini menurunkan tonus otot yang tegang sekaligus memperlancar aliran darah ke otot tersebut sehingga kaku dan nyeri berkurang. Myonep diproduksi PT Lapi Laboratories dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Myonep bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Myonep termasuk obat keras (golongan obat dengan tanda lingkaran merah), sehingga wajib ditebus dengan resep dokter di apotek resmi dan tidak boleh dijual bebas. Meskipun eperisone bukan narkotika dan bukan psikotropika, statusnya tetap obat keras karena memerlukan penilaian dokter, terutama untuk memastikan fungsi hati dan ginjal Anda memadai serta memastikan nyeri Anda memang berasal dari spasme otot rangka. Sebelum menggunakan, pastikan juga keaslian dan nomor izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id.

Apakah Myonep menyebabkan mengantuk dan boleh diminum sambil menyetir?

Ya, mengantuk, pusing, dan lemas termasuk efek samping yang sering dilaporkan pada obat ini. Karena itu Anda sebaiknya tidak mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan pekerjaan yang menuntut kewaspadaan penuh setelah minum Myonep, setidaknya sampai Anda tahu bagaimana tubuh bereaksi. Hindari alkohol karena memperkuat efek sedasi tersebut. Bila rasa lemas atau pusingnya mengganggu aktivitas harian, bicarakan dengan dokter — jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri, ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antispasmodik / Antikejang Otot — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Myonep 50 mg Tablet (komposisi Eperisone HCl 50 mg, obat keras, produksi Lapi Laboratories)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar dan keaslian produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.