Eperisone
Eperisone adalah obat dengan zat aktif **eperisone HCl (eperison hidroklorida)** yang termasuk golongan **relaksan otot rangka kerja sentral**. Di Indonesia sediaan yang lazim beredar adalah **tablet salut selaput 50 mg**. Obat ini dipakai untuk mengatasi **otot yang kaku, tegang, dan kejang (spasme)** — misalnya pada **nyeri punggung bawah (low back pain)**, nyeri leher dan bahu, spondilosis servikal, serta sindrom serviko-brakial — dan juga untuk **kelumpuhan spastik** akibat penyakit serebrovaskular, cedera otak atau tulang belakang, cerebral palsy, dan gangguan saraf lain. Eperisone termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Eperisone HCl (eperison hidroklorida)
- Nama dagang
- Eperisone
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan spasme (kekakuan dan ketegangan) otot muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah (low back pain)
- Nyeri dan kaku pada leher serta bahu, termasuk spondilosis servikal dan sindrom serviko-brakial
- Periartritis skapulohumeral (bahu kaku dan nyeri) dengan komponen ketegangan otot
- Paralisis spastik pada penyakit serebrovaskular (pasca-stroke) dan paralisis spastik spinal
- Cerebral palsy, degenerasi spinoserebelar, serta sekuele (gejala sisa) trauma kepala maupun cedera tulang belakang
- Penyakit ensefalomielopati lain yang disertai kekakuan otot berlebihan
Dosis
Efek Samping
- Kantuk (mengantuk) dan rasa lemas — efek samping yang paling sering dilaporkan
- Kelemahan otot (muscle weakness), tubuh terasa lemas, atau limbung
- Pusing, sakit kepala, dan gangguan keseimbangan
- Mual, muntah, nyeri atau tidak nyaman di ulu hati, kembung, diare, atau sembelit
- Mulut kering dan berkurangnya nafsu makan
- Ruam kulit, gatal, atau kemerahan sebagai reaksi alergi ringan
- Peningkatan enzim hati pada pemeriksaan laboratorium (biasanya tanpa gejala); jarang dapat muncul gangguan fungsi hati dengan kulit atau mata menguning
- Jarang tetapi serius: reaksi hipersensitivitas berat hingga anafilaksis dan syok, serta reaksi kulit berat — ditandai sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/lidah, ruam yang meluas, kulit melepuh atau mengelupas, atau tekanan darah turun drastis. Hentikan obat dan segera cari pertolongan medis darurat
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Pasien dengan riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap eperisone HCl maupun komponen lain dalam tablet
- Pasien yang pernah mengalami reaksi anafilaksis atau syok setelah memakai eperisone
- Ibu menyusui — data produk eperisone di Indonesia mencantumkan menyusui sebagai kontraindikasi; bila obat memang diperlukan, dokter dapat meminta pemberian ASI dihentikan selama pengobatan
- Digunakan sebagai swamedikasi (obat bebas), karena eperisone berstatus obat keras (lingkaran merah dengan huruf K) dan hanya boleh dipakai dengan resep dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Methocarbamol dan relaksan otot lain: pemakaian bersamaan dapat memperkuat efek relaksasi otot sehingga muncul gangguan penglihatan (mata kabur) dan kelemahan otot berlebihan
- Obat penekan sistem saraf pusat seperti benzodiazepin, obat tidur, antihistamin generasi lama yang menyebabkan kantuk, opioid, dan antipsikotik: memperberat rasa kantuk serta penurunan kewaspadaan
- Alkohol: memperkuat efek sedasi dan pusing — sebaiknya dihindari selama pengobatan
- Obat lain yang diproses di hati atau berpotensi membebani fungsi hati: perlu kehati-hatian dan pemantauan oleh dokter
- Informasikan semua obat resep, obat bebas, herbal, dan suplemen yang sedang Anda pakai, serta riwayat alergi obat, kepada dokter atau apoteker sebelum memulai eperisone
Peringatan Penting
- Eperisone dapat menyebabkan kantuk, pusing, dan kelemahan otot. Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas berisiko (bekerja di ketinggian, dekat mesin bergerak) selama masih merasakan efek tersebut
- Gunakan dengan hati-hati pada gangguan fungsi hati maupun ginjal — dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis atau memantau hasil laboratorium secara berkala
- Segera hentikan obat dan cari pertolongan darurat bila muncul tanda reaksi hipersensitivitas berat: sesak napas, bengkak wajah/bibir/lidah, ruam meluas atau kulit melepuh, keringat dingin, atau tubuh terasa mau pingsan. Segera hubungi dokter juga bila kulit atau mata menguning, urine gelap, atau kelemahan otot memberat
- Eperisone meredakan gejala kaku dan spasme otot, bukan menyembuhkan penyebabnya. Bila nyeri tidak membaik dalam beberapa hari, memburuk, atau disertai kelemahan tungkai, kebas, gangguan buang air kecil/besar, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab, segera periksa ke dokter agar penyebabnya dievaluasi
- Bagi ibu hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui: data keamanannya terbatas — pemakaian hanya boleh atas pertimbangan dokter setelah menimbang manfaat dan risikonya
- Eperisone tidak dipasarkan di Amerika Serikat maupun Uni Eropa dan terutama digunakan di Jepang serta sejumlah negara Asia termasuk Indonesia, sehingga rujukan regulatori Barat tidak tersedia. Di Indonesia obat ini tetap merupakan obat resep yang izin edarnya diawasi BPOM
- Selalu pastikan produk yang Anda beli punya nomor izin edar (NIE) BPOM yang valid dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan beli hanya di apotek resmi dengan resep dokter
- Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan eperisone, jangan memakai sisa resep lama atau resep orang lain meski keluhannya terasa mirip, dan simpan obat di tempat kering, sejuk, serta jauh dari jangkauan anak-anak
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Eperisone obat apa?
Eperisone adalah obat dengan zat aktif eperisone HCl (eperison hidroklorida), umumnya berbentuk tablet salut selaput 50 mg, dan tergolong relaksan otot rangka kerja sentral. Obat ini bekerja di susunan saraf pusat dan medula spinalis untuk mengendurkan otot rangka serta otot polos pembuluh darah, memperbaiki aliran darah ke otot, dan menekan refleks nyeri. Karena itu eperisone dipakai untuk keluhan otot kaku, tegang, dan kejang seperti nyeri punggung bawah, nyeri leher dan bahu, spondilosis servikal, serta untuk kelumpuhan spastik akibat stroke, cedera otak atau tulang belakang, dan cerebral palsy. Eperisone termasuk obat keras sehingga wajib dengan resep dokter.
Apakah Eperisone bikin ngantuk dan boleh dipakai sebelum menyetir?
Ya, kantuk adalah efek samping yang paling sering dari eperisone, sering disertai badan terasa lemas, pusing, atau kelemahan otot. Karena itu Anda sebaiknya tidak mengemudi, mengendarai motor, atau mengoperasikan mesin selama masih merasakan efek tersebut, terutama pada hari-hari pertama pemakaian. Hindari juga alkohol dan obat lain yang menyebabkan kantuk, karena efeknya bisa saling memperkuat. Pada pasien lanjut usia, kombinasi kantuk dan kelemahan otot meningkatkan risiko terjatuh, sehingga perlu pengawasan ekstra. Jika rasa kantuknya sangat mengganggu aktivitas harian, konsultasikan ke dokter — jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri.
Bisakah Eperisone dibeli bebas di apotek, dan bagaimana memastikan produknya asli?
Tidak. Eperisone bertanda lingkaran merah dengan huruf K (obat keras), jadi hanya bisa ditebus dengan resep dokter di apotek resmi — bukan obat bebas dan bukan obat pereda nyeri warung. Di Indonesia obat ini beredar sebagai produk generik maupun bermerek dari berbagai produsen, dan semuanya harus punya nomor izin edar (NIE) BPOM. Untuk memastikan keasliannya, cek nomor izin edar yang tercantum di kemasan melalui cekbpom.pom.go.id, perhatikan kemasan yang masih tersegel rapi, dan periksa tanggal kedaluwarsa. Hindari membeli dari penjual daring tanpa izin apotek atau yang menawarkan obat keras tanpa meminta resep, karena berisiko produk palsu atau tidak layak pakai.
Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antispasmodik / Antikejang Otot — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.