Lewati ke konten
Obat BatukResep dokter

Codikaf

Codikaf adalah **obat keras** produksi PT Kimia Farma yang berisi **kodein** (kodein fosfat), yaitu opioid yang bekerja sebagai **penekan batuk kering** (non-produktif) sekaligus **pereda nyeri ringan sampai sedang**. Karena kodein di Indonesia tergolong **narkotika golongan III**, Codikaf hanya boleh digunakan dengan **resep dokter** dan tidak dijual bebas.

Nama generik
Kodein (kodein fosfat)
Nama dagang
Codikaf
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Menekan batuk kering (non-produktif) yang mengganggu dan tidak berdahak
  • Meredakan nyeri ringan sampai sedang sesuai penilaian dokter

Dosis

Dewasa
Dosis kodein disesuaikan dengan berat keluhan dan harus mengikuti resep dokter serta petunjuk pada kemasan. Codikaf tersedia dalam beberapa kekuatan tablet, sehingga dokter akan menentukan dosis dan jumlah yang tepat. Jangan menambah dosis atau memperpanjang masa pemakaian tanpa anjuran dokter.
Anak
Kodein tidak boleh diberikan pada anak di bawah 12 tahun. Untuk anak yang lebih besar, penggunaan hanya atas pertimbangan dan resep dokter.
Lansia
Pasien lanjut usia umumnya membutuhkan dosis lebih rendah dan pengawasan lebih ketat; ikuti anjuran dokter.

Efek Samping

  • Rasa mengantuk dan pusing
  • Mual dan muntah
  • Sembelit (konstipasi)
  • Mulut kering
  • Depresi pernapasan (napas melambat) terutama pada dosis tinggi
  • Ketergantungan bila digunakan dalam jangka panjang atau melebihi anjuran

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Anak berusia di bawah 12 tahun
  • Penderita asma akut atau gangguan pernapasan berat (depresi pernapasan)
  • Riwayat hipersensitif terhadap kodein atau opioid lain
  • Diare yang disebabkan keracunan atau kolitis pseudomembran

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol serta obat penekan sistem saraf pusat (obat tidur, sedatif, ansiolitik) meningkatkan risiko kantuk berat dan depresi pernapasan
  • Obat golongan MAOI dapat memicu reaksi berbahaya bila dikombinasikan dengan kodein
  • Obat lain yang menyebabkan sembelit atau memengaruhi enzim hati (CYP2D6) dapat mengubah efek kodein

Peringatan Penting

  • Codikaf adalah obat keras yang di Indonesia tergolong narkotika golongan III, sehingga wajib dengan resep dokter dan tidak dijual bebas.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk berat; hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin selama menggunakannya.
  • Jangan mengonsumsi bersama alkohol atau obat penenang karena meningkatkan risiko depresi pernapasan yang berbahaya.
  • Segera cari pertolongan medis darurat bila muncul tanda overdose opioid, seperti napas sangat lambat atau dangkal, sangat mengantuk hingga sulit dibangunkan, atau bibir dan kuku membiru.
  • Penggunaan jangka panjang atau dosis berlebih berisiko menimbulkan ketergantungan dan gejala putus obat.
  • Hati-hati pada lansia serta penderita gangguan hati, ginjal, dan pernapasan.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kodein atau opioid lain sebelum menggunakan obat ini.
  • Ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi lebih dulu dengan dokter karena kodein dapat memengaruhi janin dan masuk ke dalam ASI.
  • Pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengecek nomor registrasi di cekbpom.pom.go.id.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Codikaf obat apa?

Codikaf adalah obat keras produksi PT Kimia Farma yang mengandung kodein (kodein fosfat), sebuah opioid. Codikaf digunakan untuk menekan batuk kering (non-produktif) sekaligus sebagai pereda nyeri ringan sampai sedang. Karena kodein tergolong narkotika golongan III, Codikaf hanya boleh dipakai dengan resep dokter.

Apakah Codikaf harus dengan resep dokter?

Ya. Codikaf berisi kodein yang di Indonesia digolongkan sebagai narkotika golongan III, sehingga termasuk obat keras dan wajib dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh dibeli atau digunakan bebas. Anda juga dapat memastikan keaslian dan izin edarnya melalui cekbpom.pom.go.id.

Apa saja efek samping dan hal yang perlu diwaspadai saat memakai Codikaf?

Efek samping yang umum meliputi mengantuk, pusing, mual, muntah, sembelit, dan mulut kering. Pada dosis tinggi dapat terjadi depresi pernapasan, dan pemakaian jangka panjang berisiko menimbulkan ketergantungan. Segera cari pertolongan medis bila napas menjadi sangat lambat atau penderita sulit dibangunkan. Codikaf tidak boleh diberikan pada anak di bawah 12 tahun, serta perlu kehati-hatian pada ibu hamil, menyusui, dan lansia. Selalu ikuti dosis pada kemasan atau resep dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Codikaf (kodein, opioid, obat keras)
  2. 2. PIO Nas Badan POM - Codikaf
  3. 3. Cek BPOM - Verifikasi izin edar obat

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.