Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Spasminal

Spasminal adalah **obat keras** berbentuk tablet yang berisi **kombinasi tiga zat aktif**, yaitu **Metamizol Natrium (Methampyrone) 500 mg**, **Papaverin HCl 25 mg**, dan **Ekstrak Belladonna 10 mg**. Obat ini digunakan untuk meredakan **nyeri yang disertai kejang (spasme) otot polos**, seperti **nyeri kolik** pada saluran cerna, saluran kemih, dan saluran empedu, serta **nyeri haid (dismenore)**. Metamizol bekerja sebagai penghilang nyeri, sedangkan Papaverin dan Ekstrak Belladonna melemaskan otot polos yang kejang.

Nama generik
Kombinasi Metamizol Natrium (Methampyrone) 500 mg, Papaverin HCl 25 mg, dan Ekstrak Belladonna 10 mg
Nama dagang
Spasminal
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 4 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan nyeri kolik pada saluran cerna (misalnya kram atau kolik perut karena kejang usus)
  • Meredakan nyeri kolik pada saluran kemih (misalnya kolik akibat batu saluran kemih)
  • Meredakan nyeri kolik pada saluran empedu (kolik bilier)
  • Meredakan nyeri haid (dismenore) yang disertai kram
  • Meredakan nyeri yang disertai spasme (kejang) otot polos secara umum

Dosis

Dewasa
Karena Spasminal adalah obat keras, dosis dan lama pemakaian harus mengikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Jangan menambah dosis atau memakainya melebihi anjuran. Gunakan untuk pemakaian jangka pendek saja kecuali dokter menyarankan lain.
Anak
Tidak dianjurkan digunakan pada anak-anak tanpa pengawasan dokter. Penggunaan pada anak hanya boleh atas resep dan pengawasan dokter.
Lansia
Pasien lansia lebih sensitif terhadap efek antikolinergik dari Ekstrak Belladonna (mulut kering, konstipasi, retensi urin, kebingungan). Gunakan dengan hati-hati dan sesuai anjuran dokter.

Efek Samping

  • Efek antikolinergik dari Ekstrak Belladonna: mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi, sulit buang air kecil (retensi urin), serta jantung berdebar
  • Rasa mengantuk, pusing, atau lemas
  • Mual dan gangguan pencernaan ringan
  • Reaksi alergi pada kulit seperti ruam atau gatal
  • Efek serius yang jarang dari Metamizol: agranulositosis (penurunan drastis sel darah putih), gangguan darah lain, serta reaksi alergi berat (anafilaksis) dan penurunan tekanan darah

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap metamizol/dipiron atau golongan pirazolon
  • Riwayat gangguan sumsum tulang atau agranulositosis akibat obat
  • Glaukoma sudut sempit (dapat diperberat oleh efek antikolinergik belladonna)
  • Pembesaran prostat, retensi urin, atau penyumbatan saluran kemih
  • Penyumbatan saluran cerna, ileus paralitik, atau megakolon
  • Myasthenia gravis
  • Gangguan hati atau ginjal berat
  • Kehamilan (terutama trimester akhir) dan ibu menyusui, kecuali atas anjuran dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat lain dengan efek antikolinergik (misalnya antihistamin tertentu, antidepresan trisiklik, obat Parkinson) dapat memperkuat efek samping seperti mulut kering dan retensi urin
  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat dapat meningkatkan rasa kantuk
  • Klorpromazin dan fenotiazin lain bersama metamizol dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh berat (hipotermia)
  • Metotreksat: risiko toksisitas terhadap darah dapat meningkat
  • Obat pengencer darah (antikoagulan/antiplatelet): pantau risiko perdarahan

Peringatan Penting

  • Spasminal adalah obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
  • Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis jika muncul demam, sakit tenggorokan, atau sariawan yang tidak biasa, karena bisa menjadi tanda agranulositosis akibat metamizol.
  • Hentikan dan cari bantuan darurat jika timbul tanda reaksi alergi berat seperti sesak napas, bengkak pada wajah/bibir, atau ruam luas.
  • Karena dapat menyebabkan kantuk dan penglihatan kabur, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat ini.
  • Hindari penggunaan pada kehamilan dan menyusui kecuali atas anjuran dokter.
  • Selalu pastikan produk memiliki izin edar BPOM dengan mengecek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Spasminal obat apa?

Spasminal adalah obat keras berbentuk tablet yang berisi kombinasi Metamizol Natrium (Methampyrone) 500 mg, Papaverin HCl 25 mg, dan Ekstrak Belladonna 10 mg. Obat ini dipakai untuk meredakan nyeri yang disertai kejang otot polos, seperti nyeri kolik pada saluran cerna, saluran kemih, dan saluran empedu, serta nyeri haid. Karena tergolong obat keras, Spasminal hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Spasminal bisa dibeli bebas atau harus dengan resep dokter?

Spasminal termasuk obat keras sehingga memerlukan resep dokter dan tidak boleh dibeli atau digunakan secara bebas. Kandungan metamizol berisiko menimbulkan gangguan darah serius seperti agranulositosis, dan ekstrak belladonna bersifat antikolinergik, sehingga pemakaiannya perlu diawasi tenaga medis. Pastikan juga produk terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping Spasminal yang perlu diwaspadai?

Efek samping yang umum meliputi mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi, sulit buang air kecil, mengantuk, dan mual. Yang paling perlu diwaspadai adalah efek serius yang jarang dari metamizol, yaitu agranulositosis (ditandai demam, sakit tenggorokan, atau sariawan) dan reaksi alergi berat. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan obat dan cari pertolongan medis, serta gunakan Spasminal hanya sesuai petunjuk dokter.

Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Medicastore - Spasminal Tablet (komposisi Natrium Metamizol 500 mg, Ekstrak Belladonna 10 mg, Papaverin HCl 25 mg; golongan obat keras; antispasmodik)
  2. 2. BPOM - Cek Produk Obat dan Registrasi Izin Edar
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.