Scopma
Scopma adalah obat **antispasmodik** berisi **hyoscine-N-butylbromide 10 mg** per kaplet yang dipakai untuk meredakan **kejang (spasme) otot polos** di saluran cerna dan saluran kemih-kelamin, seperti **kram perut**, **kolik ginjal**, kolik bilier, gejala **irritable bowel syndrome (IBS)**, serta **nyeri haid (dismenore)**. Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor muskarinik sehingga otot polos yang berkontraksi berlebihan menjadi rileks dan nyeri mereda. Scopma diproduksi oleh Ifars dan berstatus **obat keras (lingkaran merah huruf K)**, sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Pastikan nomor izin edar pada kemasan masih aktif dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.
- Nama generik
- Hyoscine-N-butylbromide (hiosin butilbromida / butilskopolamin)
- Nama dagang
- Scopma
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan kejang atau spasme otot polos saluran cerna, termasuk kram perut dan nyeri perut melilit akibat kontraksi usus yang berlebihan
- Membantu meredakan gejala irritable bowel syndrome (IBS) seperti kram dan nyeri perut berulang
- Meredakan kolik ginjal dan nyeri akibat batu ureter (spasme saluran kemih)
- Meredakan kolik bilier, yaitu nyeri kejang pada saluran empedu
- Meredakan spasme pada saluran kemih-kelamin (genitourinaria)
- Pencegahan dan penanganan nyeri haid (dismenore) yang disebabkan kontraksi otot rahim
Dosis
Efek Samping
- Mulut kering (efek antikolinergik yang paling sering)
- Penglihatan kabur atau gangguan akomodasi mata
- Detak jantung cepat (takikardia) atau berdebar
- Konstipasi (sembelit)
- Kesulitan berkemih hingga retensi urin, terutama pada pria dengan pembesaran prostat
- Pusing atau rasa lemas ringan
- Berkurangnya produksi keringat sehingga tubuh lebih mudah kepanasan
- Kemerahan pada kulit atau rasa hangat di wajah
- Reaksi alergi seperti gatal, ruam, bengkak pada wajah atau bibir, dan sesak napas (jarang, tetapi butuh pertolongan medis segera)
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Glaukoma sudut tertutup (belum tertangani)
- Miastenia gravis
- Megakolon atau pelebaran usus besar
- Hipertrofi (pembesaran) prostat dengan retensi urin
- Obstruksi (sumbatan) saluran cerna atau ileus paralitik
- Riwayat hipersensitivitas terhadap hyoscine butylbromide atau komponen lain dalam produk
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat lain dengan efek antikolinergik (antihistamin generasi lama, antidepresan trisiklik, antipsikotik, antiparkinson, disopiramid, kuinidin, amantadin) dapat memperkuat efek samping seperti mulut kering, konstipasi, dan retensi urin
- Obat prokinetik seperti metoklopramid dan domperidon bekerja berlawanan pada motilitas saluran cerna sehingga efek keduanya dapat saling melemah
- Obat beta-agonis (misalnya untuk asma) dapat menambah risiko peningkatan denyut jantung bila dikombinasikan
- Alkohol dan obat penenang dapat memperberat rasa pusing pada sebagian orang
- Selalu beri tahu dokter atau apoteker semua obat resep, obat bebas, herbal, dan suplemen yang sedang digunakan sebelum memakai Scopma
Peringatan Penting
- Scopma adalah obat keras (lingkaran merah huruf K) di Indonesia dan wajib dibeli dengan resep dokter. Meskipun di beberapa negara lain hyoscine butylbromide dijual bebas, di Indonesia Scopma tidak termasuk obat bebas.
- Jangan dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi). Jangan menggunakan sisa resep lama, resep milik orang lain, atau memberikan Scopma kepada orang lain yang keluhannya terasa mirip. Penyebab nyeri perut sangat beragam dan hanya dokter yang dapat memastikannya.
- Beri tahu dokter atau apoteker riwayat alergi Anda (terhadap obat, makanan, atau bahan tambahan), termasuk bila pernah bereaksi terhadap hyoscine butylbromide atau obat antikolinergik lain, sebelum menggunakan Scopma.
- Jangan tertukar dengan Scopma Plus. Halaman ini membahas Scopma (tunggal) yang hanya berisi hyoscine-N-butylbromide 10 mg. Scopma Plus adalah produk berbeda dengan nomor izin edar tersendiri yang berisi kombinasi hyoscine-N-butylbromide dengan parasetamol, sehingga membawa pertimbangan tambahan berupa batas dosis harian parasetamol dan risiko gangguan hati bila Anda juga memakai obat lain yang mengandung parasetamol. Baca komposisi pada kemasan dengan teliti dan tanyakan ke apoteker bila ragu.
- Scopma bukan narkotika dan bukan psikotropika. Hyoscine butylbromide (butilskopolamin) adalah senyawa amonium kuaterner yang praktis tidak menembus sawar darah-otak, sehingga tidak menimbulkan efek sedasi atau halusinasi sentral. Zat ini berbeda dari skopolamin / hyoscine hydrobromide yang aktif di sistem saraf pusat dan biasa dipakai untuk mabuk perjalanan.
- Nyeri perut hebat, menetap, atau disertai demam, muntah terus-menerus, perut kaku seperti papan, BAB berdarah, atau tidak bisa buang angin wajib diperiksakan ke dokter/IGD. Jangan menutupi gejala tersebut dengan obat antispasmodik karena bisa menunda diagnosis kondisi gawat darurat seperti usus buntu atau sumbatan usus.
- Hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila muncul nyeri mata mendadak disertai mata merah dan pandangan kabur (kemungkinan serangan glaukoma) atau tidak bisa buang air kecil.
- Hati-hati mengemudi atau menjalankan mesin selama penglihatan masih kabur atau kepala terasa ringan.
- Karena obat ini dapat mengurangi keringat, hindari aktivitas berat di lingkungan yang sangat panas untuk mencegah tubuh kepanasan.
- Ibu hamil, ibu menyusui, dan perempuan yang merencanakan kehamilan sebaiknya hanya memakai Scopma bila diresepkan dokter setelah pertimbangan manfaat dan risiko.
- Nomor izin edar BPOM yang tercantum untuk Scopma 10 mg kaplet adalah DKL9709208004A1 (prefiks DKL menandakan obat keras produksi dalam negeri). Izin edar berlaku terbatas dan wajib diperpanjang, jadi verifikasi ulang nomor pada kemasan di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli untuk memastikan produk resmi dan izinnya masih aktif.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Scopma obat apa?
Scopma adalah obat antispasmodik antikolinergik berisi hyoscine-N-butylbromide 10 mg per kaplet, produksi Ifars. Obat ini dipakai untuk meredakan kejang (spasme) otot polos pada saluran cerna dan saluran kemih-kelamin, misalnya kram perut, kolik ginjal akibat batu ureter, kolik bilier, gejala irritable bowel syndrome (IBS), serta nyeri haid (dismenore). Cara kerjanya adalah menghambat reseptor muskarinik sehingga otot polos yang berkontraksi berlebihan menjadi rileks dan nyeri kram berkurang. Scopma termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Apakah Scopma sama dengan Scopma Plus?
Tidak sama, dan ini penting untuk tidak tertukar. Scopma (polos) hanya berisi hyoscine-N-butylbromide 10 mg. Scopma Plus adalah produk terpisah dengan nomor izin edar berbeda yang berisi kombinasi hyoscine-N-butylbromide dan parasetamol. Karena Scopma Plus mengandung parasetamol, penggunanya harus memperhitungkan batas dosis harian parasetamol dan risiko gangguan hati, apalagi bila sedang memakai obat penurun demam atau pereda nyeri lain yang juga mengandung parasetamol. Periksa komposisi pada kemasan dan tanyakan ke apoteker atau dokter sebelum memakai salah satunya.
Apakah Scopma bisa dibeli bebas di apotek dan apakah termasuk obat berbahaya seperti skopolamin?
Scopma tidak bisa dibeli bebas di Indonesia. Produk ini berstatus obat keras (lingkaran merah dengan huruf K) sehingga penyerahannya di apotek harus dengan resep dokter, meskipun di sejumlah negara lain hyoscine butylbromide dijual tanpa resep. Soal keamanan, Scopma bukan narkotika maupun psikotropika: kandungan hyoscine butylbromide adalah senyawa amonium kuaterner yang hampir tidak menembus sawar darah-otak, jadi tidak menimbulkan efek sedasi atau halusinasi. Zat ini berbeda dari skopolamin (hyoscine hydrobromide) yang bekerja di sistem saraf pusat. Sebelum membeli, cocokkan nomor izin edar pada kemasan di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk resmi, dan konsultasikan dulu ke dokter bila nyeri perut Anda hebat, menetap, atau belum jelas penyebabnya.
Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antispasmodik / Antikejang Otot — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.