Lewati ke konten
Antiinflamasi (NSAID)Resep dokter

Etorvel

Etorvel adalah obat keras berisi **etoricoxib**, golongan **OAINS penghambat selektif COX-2**, yang dipakai untuk meredakan **nyeri** dan **peradangan sendi** pada osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, serangan **asam urat (gout)**, serta nyeri akut pascaoperasi gigi. Etorvel hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Etoricoxib
Nama dagang
Etorvel
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 17 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan nyeri dan peradangan pada osteoarthritis (radang sendi degeneratif)
  • Mengatasi gejala rheumatoid arthritis (rematik)
  • Meredakan nyeri dan kekakuan pada ankylosing spondylitis
  • Mengatasi nyeri dan radang pada serangan gout akut (asam urat)
  • Meredakan nyeri akut pascaoperasi gigi

Dosis

Dewasa
Etoricoxib pada Etorvel tersedia dalam kekuatan tablet salut selaput 60 mg, 90 mg, dan 120 mg. Pemilihan kekuatan dan lama pemakaian disesuaikan dengan jenis keluhan (osteoarthritis, rematik, gout, atau nyeri pascaoperasi). Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
Anak
Etoricoxib tidak dianjurkan untuk anak dan remaja di bawah 16 tahun.
Lansia
Pada lansia digunakan dengan hati-hati dan pengawasan dokter karena risiko efek samping jantung, ginjal, dan saluran cerna lebih tinggi; ikuti anjuran dokter.

Efek Samping

  • Sakit kepala dan pusing
  • Gangguan saluran cerna: nyeri ulu hati, mual, diare, atau dispepsia
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi)
  • Pembengkakan tungkai atau kaki (edema) akibat retensi cairan
  • Kelelahan dan gejala mirip flu
  • Peningkatan enzim hati

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap etoricoxib
  • Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi setelah memakai aspirin/OAINS lain
  • Tukak lambung atau perdarahan saluran cerna aktif
  • Penyakit jantung (gagal jantung, penyakit jantung iskemik), stroke, atau penyakit arteri perifer
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Gangguan hati berat atau gangguan ginjal berat
  • Kehamilan (terutama trimester akhir) dan menyusui

Interaksi dengan Obat Lain

  • OAINS atau aspirin lain: menaikkan risiko iritasi dan perdarahan lambung
  • Obat pengencer darah/antikoagulan seperti warfarin: risiko perdarahan meningkat
  • Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik): efek penurun tekanan darah bisa berkurang
  • Lithium, metotreksat, dan siklosporin: kadar atau toksisitasnya dapat meningkat

Peringatan Penting

  • Etorvel adalah obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
  • Penghambat COX-2 dapat meningkatkan risiko kejadian jantung dan pembuluh darah (serangan jantung, stroke), terutama pada pemakaian dosis tinggi dan jangka panjang.
  • Waspadai gejala perdarahan saluran cerna seperti tinja hitam, muntah darah, atau nyeri perut hebat, dan segera hubungi dokter.
  • Beri tahu dokter bila memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal atau hati, serta gangguan lambung.
  • Selalu periksa nomor izin edar produk di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan keasliannya sebelum menggunakan.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Etorvel, obat apa?

Etorvel adalah obat keras yang mengandung etoricoxib, yaitu OAINS/NSAID penghambat selektif COX-2. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan sendi pada osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, serangan asam urat (gout), serta nyeri akut pascaoperasi gigi. Etorvel hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Apakah Etorvel bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Etorvel termasuk obat keras sehingga pembeliannya wajib dengan resep dokter. Dokter akan menentukan kekuatan yang sesuai (etoricoxib tersedia dalam 60 mg, 90 mg, dan 120 mg) dan lama pemakaian berdasarkan kondisi Anda. Sebelum menggunakan, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping dan hal yang perlu diwaspadai dari Etorvel?

Efek samping yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, pusing, gangguan lambung, peningkatan tekanan darah, dan pembengkakan kaki. Karena tergolong penghambat COX-2, pemakaian dosis tinggi jangka panjang dapat menaikkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah serta perdarahan saluran cerna. Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan ginjal/hati, dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter - Etorvel
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Izin Edar Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.