Flamigra
**Flamigra** adalah obat **antiinflamasi nonsteroid (OAINS)** dengan kandungan **kalium diklofenak 50 mg** yang digunakan untuk meredakan **nyeri ringan hingga sedang** sekaligus mengurangi tanda dan gejala **peradangan**, seperti pada radang sendi, nyeri haid, migrain, serta nyeri pascaoperasi. Flamigra termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Kalium Diklofenak (Diclofenac Potassium)
- Nama dagang
- Flamigra
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan nyeri ringan hingga sedang disertai peradangan pada rheumatoid arthritis akut maupun kronis
- Mengurangi nyeri dan kaku pada osteoarthritis (pengapuran sendi)
- Meredakan peradangan pada ankylosing spondylitis (radang sendi tulang belakang)
- Meredakan dismenore primer (nyeri haid)
- Penanganan jangka pendek serangan migrain akut
- Meredakan nyeri dan peradangan pascaoperasi (bedah gigi atau ortopedik) serta nyeri pasca-trauma
Dosis
Efek Samping
- Gangguan saluran cerna: nyeri ulu hati, mual, muntah, diare, atau kembung
- Tukak atau perdarahan lambung, terutama pada penggunaan dosis tinggi atau jangka panjang
- Sakit kepala, pusing, atau mengantuk
- Ruam kulit atau reaksi alergi
- Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan (edema)
- Gangguan fungsi hati atau ginjal
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif terhadap kalium diklofenak atau OAINS lain
- Riwayat serangan asma, urtikaria, atau reaksi alergi setelah memakai aspirin atau OAINS lain
- Tukak lambung atau perdarahan saluran cerna yang aktif
- Gangguan fungsi hati, ginjal, atau gagal jantung yang berat
- Nyeri perioperatif pada operasi bypass jantung (CABG)
- Kehamilan trimester ketiga
Interaksi dengan Obat Lain
- OAINS lain atau aspirin (meningkatkan risiko efek samping saluran cerna)
- Antikoagulan atau antiplatelet seperti warfarin (meningkatkan risiko perdarahan)
- Kortikosteroid (meningkatkan risiko tukak dan perdarahan lambung)
- Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik) — efeknya dapat menurun dan risiko gangguan ginjal meningkat
- Litium, digoksin, dan metotreksat (kadarnya dalam darah dapat meningkat)
Peringatan Penting
- Flamigra adalah obat keras (logo lingkaran merah, huruf K) yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
- OAINS seperti diklofenak dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular serius (serangan jantung, stroke) serta perdarahan saluran cerna, terutama pada pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang.
- Gunakan dengan hati-hati pada penderita hipertensi, gagal jantung, gangguan hati atau ginjal, dan riwayat asma.
- Ibu hamil (terutama trimester ketiga) dan menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan.
- Hentikan pemakaian dan segera cari bantuan medis bila timbul reaksi alergi, tinja hitam, atau muntah darah.
- Pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengecek nomor BPOM di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Flamigra obat apa?
Flamigra adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang mengandung kalium diklofenak 50 mg per tablet salut selaput. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan mengurangi peradangan, misalnya pada radang sendi (rheumatoid arthritis, osteoarthritis), nyeri haid, migrain, serta nyeri pascaoperasi. Flamigra diproduksi oleh PT Graha Farma dan termasuk obat keras yang butuh resep dokter.
Apakah Flamigra bisa dibeli tanpa resep dokter?
Tidak. Flamigra adalah obat keras (bertanda lingkaran merah dengan huruf K) sehingga pembeliannya harus dengan resep dokter. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengecek nomornya di cekbpom.pom.go.id, dan gunakan hanya sesuai anjuran dokter atau apoteker.
Apa efek samping dan hal yang perlu diperhatikan saat memakai Flamigra?
Sebagai OAINS, kalium diklofenak dapat menimbulkan gangguan saluran cerna (nyeri ulu hati, mual, hingga risiko tukak atau perdarahan lambung), sakit kepala, pusing, ruam, serta peningkatan tekanan darah. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi juga dapat menambah risiko kardiovaskular. Karena itu gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin, dan konsultasikan ke dokter bila memiliki riwayat penyakit lambung, jantung, ginjal, hati, asma, atau sedang hamil dan menyusui.
Apakah Flamigra boleh dipakai untuk sakit gigi?
Ya, kalium diklofenak seperti Flamigra memang lazim diresepkan untuk nyeri gigi dan gusi, termasuk nyeri setelah tindakan bedah gigi, karena menghambat prostaglandin pemicu nyeri dan radang. Namun Flamigra hanya meredakan gejala, bukan mengobati penyebabnya — karies, pulpitis, abses, atau infeksi tetap harus ditangani dokter gigi. Efek peredaan nyerinya hanya bertahan beberapa jam dan bervariasi antarindividu. Indikasi yang tercetak pada brosur produsen sendiri hanya radang sendi, dan karena Flamigra obat keras, pemakaiannya untuk sakit gigi harus dengan resep dokter, bukan swamedikasi.
Flamigra diminum berapa kali sehari dan berapa dosis maksimalnya?
Dosis dewasa yang lazim adalah 1 tablet 50 mg, 2-3 kali sehari (sekitar 100-150 mg per hari), dan umumnya tidak melebihi 150 mg sehari. Brosur resmi Graha Farma menyebut pada kasus ringan maupun usia di atas 14 tahun biasanya cukup 75-100 mg per hari terbagi 2-3 dosis; besaran dan bentuk sediaannya ditentukan dokter. Prinsipnya, pakai dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin, jangan menggandakan dosis bila terlewat, dan ikuti aturan pakai pada resep karena Flamigra obat keras.
Flamigra diminum sebelum atau sesudah makan?
Sumber resmi dan praktik klinis berbeda di sini, jadi patokannya adalah aturan pakai pada etiket dari dokter atau apoteker. Brosur produsen menyatakan tablet Flamigra sebaiknya diberikan sebelum makan agar kalium diklofenak diserap lebih cepat sehingga nyeri lebih cepat reda. Sebaliknya, banyak sumber kesehatan menganjurkan bersama atau sesudah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung, terutama bila Anda punya keluhan atau riwayat maag. Yang seragam di semua sumber: tablet ditelan utuh dengan air, jangan digerus, dibelah, atau dikunyah karena bersalut enterik.
Apakah Flamigra aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?
Tidak dianjurkan tanpa persetujuan dokter, dan tidak boleh digunakan pada trimester ketiga. Penggolongan kategori kehamilannya berbeda antarsumber: ada yang menilai C pada trimester 1-2 dan D pada trimester 3, ada pula yang langsung menggolongkan D. Alasannya, OAINS seperti diklofenak berisiko memicu penutupan dini duktus arteriosus pada janin di kehamilan lanjut. Untuk ibu menyusui, obat ini dapat terekskresi ke dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan. Sampaikan status hamil atau menyusui saat konsultasi agar dokter memilih pereda nyeri yang lebih aman.
Berapa harga Flamigra 50 mg di apotek?
Kisarannya sekitar Rp3.000-Rp7.000 per strip isi 10 tablet, atau kira-kira Rp330-Rp700 per tablet, berdasarkan daftar apotek daring per Agustus 2026. Angka itu bukan harga pasti: harga berbeda tiap apotek, kota, dan platform serta dapat berubah sewaktu-waktu. Perhatikan satuannya — kemasan resmi produsen berupa dus isi 5 strip @10 tablet, sehingga harga per dus jauh lebih tinggi daripada per strip. Karena Flamigra obat keras, pembeliannya tetap memerlukan resep dokter meski harganya terlihat murah.
Obat Terkait (Antiinflamasi (NSAID))
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiinflamasi (NSAID) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.