Fenofibrate
**Fenofibrate** adalah obat penurun lemak darah golongan **fibrat** yang dipakai sebagai terapi tambahan pada diet untuk mengatasi **dislipidemia**, yaitu kadar **kolesterol** dan **trigliserida** yang tinggi. Obat ini bekerja menurunkan LDL, trigliserida, dan kolesterol total sekaligus membantu meningkatkan HDL. Fenofibrate termasuk **obat keras** (label merah) sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Fenofibrate
- Nama dagang
- Fenofibrate
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi tambahan pada diet untuk hiperkolesterolemia (kadar kolesterol total dan LDL tinggi, tipe IIa) yang tidak terkontrol adekuat dengan penanganan non-farmakologis
- Terapi tambahan untuk hipertrigliseridemia endogen (tipe IV)
- Hiperlipidemia campuran (tipe IIb dan III) yang tidak merespons cukup terhadap diet dan perubahan gaya hidup
- Membantu menurunkan LDL, trigliserida, dan kolesterol total serta meningkatkan HDL pada pasien dislipidemia
Dosis
Efek Samping
- Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, diare, atau perut kembung
- Peningkatan enzim hati (transaminase)
- Nyeri otot (mialgia), lemah otot, atau kram
- Sakit kepala
- Reaksi kulit seperti ruam dan fotosensitivitas (kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari)
- Peningkatan risiko pembentukan batu empedu
- Jarang namun serius: rabdomiolisis (kerusakan otot berat), terutama bila digunakan bersama statin
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Gangguan fungsi hati berat
- Gangguan fungsi ginjal berat
- Penyakit kandung empedu (kolelitiasis)
- Riwayat alergi/hipersensitif terhadap fenofibrate
- Riwayat fotosensitivitas atau reaksi fototoksik terhadap fibrat lain atau ketoprofen
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat pengencer darah/antikoagulan oral (mis. warfarin): efek antikoagulan dapat meningkat sehingga menaikkan risiko perdarahan
- Statin (penurun kolesterol golongan lain): kombinasi meningkatkan risiko nyeri otot, miopati, dan rabdomiolisis
- Obat imunosupresan seperti siklosporin: berpotensi mengganggu fungsi ginjal
- Resin pengikat asam empedu (mis. kolestiramin): dapat mengurangi penyerapan fenofibrate, sehingga perlu diberi jarak waktu minum
Peringatan Penting
- Fenofibrate adalah obat keras dan wajib dengan resep dokter; jangan menggunakannya tanpa pengawasan tenaga medis.
- Meski sama-sama menurunkan lemak darah, fenofibrate bukan statin; keduanya golongan berbeda dengan cara kerja berbeda, jadi jangan menggantinya sendiri.
- Segera hubungi dokter bila muncul nyeri otot yang tidak wajar, lemah otot, atau urine berwarna gelap.
- Fungsi hati dan kadar lemak darah perlu dipantau berkala selama pengobatan.
- Obat ini adalah terapi tambahan; tetap jalani diet rendah lemak, olahraga, dan gaya hidup sehat.
- Selalu pastikan keaslian dan izin edar produk dengan mengecek nomor BPOM di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Fenofibrate obat apa?
Fenofibrate adalah obat penurun lemak darah golongan fibrat (agonis PPAR-alpha). Obat ini digunakan sebagai terapi tambahan pada diet untuk mengatasi dislipidemia, seperti kolesterol total dan LDL yang tinggi serta trigliserida yang tinggi, dan membantu meningkatkan HDL. Fenofibrate termasuk obat keras sehingga hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.
Apakah Fenofibrate sama dengan statin?
Tidak sama. Fenofibrate dan statin memang sama-sama menurunkan lemak darah, tetapi berasal dari golongan berbeda dan bekerja dengan cara berbeda. Fenofibrate adalah fibrat (agonis PPAR-alpha) yang lebih kuat menurunkan trigliserida, sedangkan statin adalah penghambat enzim HMG-CoA reduktase. Dokter yang menentukan obat mana yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
Apakah Fenofibrate bisa dibeli bebas tanpa resep?
Tidak. Fenofibrate adalah obat keras (label merah) yang wajib menggunakan resep dokter dan penggunaannya perlu diawasi tenaga medis. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengecek nomor BPOM di cekbpom.pom.go.id.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.