Rosuvastatin
Rosuvastatin adalah **obat penurun kolesterol** dengan zat aktif **rosuvastatin kalsium**, golongan **statin** (inhibitor HMG-CoA reduktase). Obat ini dipakai sebagai terapi tambahan terhadap diet dan olahraga untuk menurunkan **kolesterol LDL**, kolesterol total, trigliserida, dan apolipoprotein B, serta menaikkan **HDL**, pada hiperkolesterolemia primer dan dislipidemia campuran. Sediaannya berupa tablet salut selaput dan termasuk **obat keras** (logo lingkaran merah huruf K) yang hanya boleh dibeli serta digunakan dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Rosuvastatin kalsium (rosuvastatin calcium), dinyatakan setara dengan rosuvastatin basa — misalnya tiap tablet salut selaput mengandung rosuvastatin kalsium 10,4 mg setara rosuvastatin 10 mg
- Nama dagang
- Rosuvastatin
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi tambahan terhadap diet rendah lemak dan modifikasi gaya hidup untuk menurunkan kolesterol pada hiperkolesterolemia primer (tipe IIa, termasuk hiperkolesterolemia familial heterozigot) bila diet dan olahraga saja belum memberi hasil memadai
- Pengobatan dislipidemia campuran (tipe IIb) untuk menurunkan LDL, kolesterol total, trigliserida, dan apolipoprotein B, sekaligus menaikkan HDL
- Pengobatan hiperkolesterolemia familial homozigot, umumnya dikombinasikan dengan terapi penurun lipid lain sesuai keputusan dokter
- Pencegahan kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke pada pasien yang dinilai dokter berisiko tinggi
Dosis
Efek Samping
- Sakit kepala dan pusing
- Nyeri otot atau pegal-pegal (mialgia), kelemahan otot
- Mual, nyeri perut, sembelit, atau gangguan pencernaan lain
- Rasa lemas dan gangguan tidur
- Peningkatan enzim hati (SGOT/SGPT) pada pemeriksaan laboratorium
- Peningkatan enzim otot creatine kinase (CK)
- Adanya protein atau darah dalam urine yang terdeteksi saat pemeriksaan laboratorium
- Peningkatan kadar gula darah dan HbA1c pada sebagian pasien
- Reaksi kulit seperti ruam, gatal, atau biduran
- Jarang tetapi serius: rabdomiolisis (kerusakan otot berat yang dapat merusak ginjal), hepatitis atau kerusakan hati, dan reaksi alergi berat
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap rosuvastatin atau komponen lain dalam tablet
- Penyakit hati aktif, termasuk peningkatan enzim transaminase serum yang menetap tanpa sebab jelas
- Kehamilan dan wanita yang merencanakan kehamilan
- Ibu menyusui
- Wanita usia subur yang tidak menggunakan metode kontrasepsi yang efektif
- Pasien dengan miopati atau riwayat gangguan otot akibat statin
- Gangguan ginjal berat serta penggunaan bersama siklosporin — pada banyak informasi produk kondisi ini termasuk kontraindikasi atau setidaknya membatasi dosis; keputusan sepenuhnya ada pada dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Siklosporin — meningkatkan kadar rosuvastatin dalam darah secara bermakna dan menaikkan risiko gangguan otot
- Gemfibrozil, fenofibrat, dan obat golongan fibrat lain serta niasin dosis tinggi — meningkatkan risiko miopati dan rabdomiolisis
- Warfarin dan antikoagulan kumarin lain — dapat meningkatkan nilai INR sehingga perlu pemantauan lebih ketat
- Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium — dapat menurunkan penyerapan rosuvastatin; beri jarak minum sekitar 2 jam
- Beberapa obat antivirus HIV dan hepatitis C (misalnya lopinavir/ritonavir, atazanavir) — dapat meningkatkan kadar rosuvastatin
- Eritromisin, kolkisin, dan ezetimibe — berpotensi memengaruhi kadar obat atau menambah risiko efek samping otot
- Selalu beri tahu dokter dan apoteker mengenai semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda konsumsi sebelum memulai Rosuvastatin
Peringatan Penting
- Rosuvastatin adalah obat keras yang ditandai logo lingkaran merah dengan huruf K — pembelian dan penggunaannya wajib dengan resep dokter. Jangan mengobati diri sendiri, membeli tanpa resep, atau menyesuaikan dosis sendiri.
- Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang masih aktif dan sesuai dengan kemasan. Anda dapat memeriksanya secara mandiri di cekbpom.pom.go.id.
- Informasikan riwayat alergi obat kepada dokter dan apoteker sebelum menggunakan Rosuvastatin. Hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis segera bila muncul tanda alergi berat seperti ruam luas, gatal hebat, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, dan sesak napas.
- Untuk pasien Asia termasuk Indonesia, paparan rosuvastatin dalam darah rata-rata sekitar dua kali lipat dibanding pasien Kaukasia, sehingga dosis awal yang dianjurkan lebih rendah dan penambahan dosis dilakukan lebih hati-hati. Ini alasan penting mengapa dosis harus ditentukan dokter.
- Segera hubungi dokter bila muncul nyeri otot, kram, kelemahan otot yang tidak biasa, apalagi disertai demam, urine berwarna gelap seperti teh, atau rasa lemas berat — ini dapat menjadi tanda rabdomiolisis.
- Hentikan penggunaan dan hubungi dokter bila muncul tanda gangguan hati seperti mata atau kulit menguning, mual berkepanjangan, nyeri perut kanan atas, atau urine sangat gelap.
- Rosuvastatin tidak boleh digunakan selama kehamilan dan menyusui karena kolesterol dibutuhkan untuk perkembangan janin. Beri tahu dokter segera bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan saat menggunakan obat ini.
- Beri tahu dokter bila Anda memiliki gangguan ginjal, penyakit hati, hipotiroidisme, riwayat gangguan otot, atau kebiasaan minum alkohol berlebih. Pada gangguan ginjal atau hati dosis perlu dibatasi, dan pada kondisi berat obat ini dapat sama sekali tidak boleh digunakan.
- Obat ini adalah terapi tambahan, bukan pengganti pola makan sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan pengendalian berat badan.
- Jangan menghentikan Rosuvastatin sendiri meskipun hasil kolesterol sudah membaik — kadar kolesterol umumnya naik kembali. Diskusikan lebih dulu dengan dokter.
- Dokter biasanya meminta pemeriksaan profil lipid dan fungsi hati secara berkala selama terapi. Patuhi jadwal kontrol yang diberikan.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Rosuvastatin obat apa?
Rosuvastatin adalah obat dengan zat aktif rosuvastatin kalsium yang termasuk golongan statin atau inhibitor HMG-CoA reduktase. Fungsinya menurunkan kolesterol LDL, kolesterol total, trigliserida, dan apolipoprotein B, sekaligus menaikkan HDL, pada penderita hiperkolesterolemia primer dan dislipidemia campuran. Obat ini juga digunakan untuk membantu mencegah kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke pada pasien berisiko tinggi. Rosuvastatin adalah obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter, dan bekerja sebagai pelengkap diet sehat serta olahraga, bukan penggantinya.
Apakah Rosuvastatin bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?
Tidak. Rosuvastatin terdaftar di BPOM sebagai obat keras dengan logo lingkaran merah bertuliskan huruf K, sehingga pembeliannya di apotek harus menggunakan resep dokter. Dosis yang tepat berbeda pada setiap orang dan bergantung pada kadar kolesterol, fungsi ginjal, fungsi hati, serta obat lain yang sedang dikonsumsi. Sebelum menggunakan, periksa juga keaslian dan status izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id dengan memasukkan nomor izin edar atau nama produk yang tertera pada kemasan.
Mengapa dosis awal Rosuvastatin untuk orang Indonesia biasanya lebih rendah?
Karena pasien Asia, termasuk orang Indonesia, memiliki kadar rosuvastatin dalam darah rata-rata sekitar dua kali lipat dibanding pasien Kaukasia pada dosis yang sama. Karena itu dosis awal yang dianjurkan untuk pasien Asia adalah 5 mg sekali sehari, dan dosis umumnya tidak dinaikkan melebihi 20 mg per hari. Penambahan dosis biasanya baru dipertimbangkan setelah sekitar 4 minggu bila target kolesterol belum tercapai. Penentuan dosis sepenuhnya merupakan keputusan dokter — ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan menaikkan dosis sendiri.
Obat Terkait (Statin (kolesterol))
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Statin (kolesterol) — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.