Grafazol
**Grafazol** adalah **antibiotik** dengan kandungan zat aktif **metronidazole** (tersedia dalam kekuatan 500 mg) yang digunakan untuk mengatasi **infeksi bakteri anaerob** dan **infeksi parasit/protozoa**, seperti trikomoniasis, amebiasis, giardiasis, serta vaginosis bakterialis. Grafazol diproduksi oleh Graha Farma dan tergolong **obat keras**, sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**. Selalu verifikasi nomor izin edar produk di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakannya.
- Nama generik
- Metronidazole
- Nama dagang
- Grafazol
Indikasi (Untuk apa)
- Infeksi Trichomonas vaginalis (trikomoniasis), termasuk uretritis dan vaginitis
- Amebiasis (infeksi Entamoeba histolytica), baik amebiasis intestinal maupun amebiasis hati
- Giardiasis akibat Giardia lamblia
- Vaginosis bakterialis
- Infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob yang peka terhadap metronidazole
- Pencegahan (profilaksis) infeksi anaerob pada tindakan bedah tertentu
Dosis
Efek Samping
- Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
- Rasa logam (metallic taste) di mulut
- Sakit kepala dan pusing
- Diare atau nyeri perut
- Lidah terasa berselaput atau kering
- Urine berwarna lebih gelap kemerahan (umumnya tidak berbahaya)
- Pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat terjadi neuropati perifer (kesemutan/mati rasa) dan gangguan saraf lain yang perlu segera dikonsultasikan ke dokter
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap metronidazole atau golongan nitroimidazol lainnya
- Hindari penggunaan bersamaan dengan alkohol karena berisiko menimbulkan reaksi menyerupai disulfiram
- Penggunaan pada kehamilan (khususnya trimester pertama) dan menyusui hanya boleh atas pertimbangan dan pengawasan dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Alkohol: dapat memicu reaksi disulfiram (mual, muntah, kemerahan, jantung berdebar); hindari alkohol selama pengobatan dan beberapa hari sesudahnya
- Warfarin dan antikoagulan oral lain: metronidazole dapat meningkatkan efek pengencer darah sehingga menaikkan risiko perdarahan
- Litium: kadar litium dalam darah dapat meningkat
- Fenitoin dan fenobarbital: dapat memengaruhi kadar dan efek metronidazole
- Disulfiram: pemakaian bersamaan dapat memicu reaksi neurologis (bingung, gangguan mental)
Peringatan Penting
- Grafazol adalah obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter; jangan membeli atau menggunakannya tanpa anjuran tenaga medis.
- Jangan mengonsumsi alkohol selama pengobatan hingga beberapa hari setelah dosis terakhir untuk menghindari reaksi disulfiram.
- Gunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati, gangguan saraf, atau kelainan darah; beri tahu dokter mengenai riwayat kesehatan Anda.
- Segera hentikan dan konsultasikan ke dokter bila muncul gejala saraf seperti kesemutan, mati rasa, kejang, atau gangguan koordinasi.
- Beri tahu dokter jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui sebelum menggunakan obat ini.
- Selalu periksa keaslian dan izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Grafazol obat apa?
Grafazol adalah antibiotik berisi zat aktif metronidazole (tersedia dalam kekuatan 500 mg) yang bekerja melawan bakteri anaerob dan parasit/protozoa. Grafazol digunakan untuk mengatasi infeksi seperti trikomoniasis, amebiasis, giardiasis, dan vaginosis bakterialis. Obat ini diproduksi oleh Graha Farma dan tergolong obat keras sehingga perlu resep dokter.
Apakah Grafazol bisa dibeli tanpa resep dokter?
Tidak. Grafazol termasuk obat keras dan hanya boleh diperoleh serta digunakan dengan resep dokter. Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan pengobatan tidak efektif dan memicu resistensi antibiotik. Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.
Bolehkah minum alkohol saat menggunakan Grafazol?
Tidak dianjurkan. Metronidazole dapat bereaksi dengan alkohol dan menimbulkan reaksi menyerupai disulfiram, seperti mual, muntah, wajah memerah, dan jantung berdebar. Sebaiknya hindari alkohol selama pengobatan dan beberapa hari setelah dosis terakhir. Ikuti selalu petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.