Lewati ke konten
AntihistaminResep dokter

Heptasan

Heptasan adalah obat berisi **Siproheptadin HCl (Cyproheptadine HCl) 4 mg**, sebuah **antihistamin generasi pertama** yang digunakan untuk mengatasi berbagai **kondisi alergi** seperti rinitis alergi, urtikaria (biduran), dan gatal-gatal pada kulit. Obat ini juga memiliki efek **merangsang nafsu makan** serta dapat dipakai untuk pencegahan migrain. Heptasan diproduksi oleh **PT Sanbe Farma** dan termasuk **obat keras** yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Nama generik
Siproheptadin HCl (Cyproheptadine HCl)
Nama dagang
Heptasan
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Rinitis alergika dan rinitis vasomotor
  • Urtikaria (biduran) dan angioedema
  • Cold urticaria (biduran akibat udara dingin)
  • Pruritus (gatal) dan dermatografisme pada kulit
  • Profilaksis (pencegahan) migrain
  • Perangsang nafsu makan atas indikasi dan pengawasan dokter (efek antiserotonin)

Dosis

Dewasa
Ikuti dosis yang tertera pada kemasan atau resep dokter. Antihistamin ini umumnya diminum beberapa kali sehari sesuai anjuran; jangan menambah dosis atau memperpanjang pemakaian tanpa persetujuan dokter.
Anak
Penggunaan pada anak, termasuk untuk merangsang nafsu makan, harus atas resep dan pengawasan dokter. Jangan memberikan Heptasan pada anak tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
Lansia
Pasien lanjut usia lebih rentan mengalami kantuk, pusing, dan efek antikolinergik. Gunakan dosis terendah yang efektif sesuai anjuran dokter.

Efek Samping

  • Kantuk (efek sedatif) dan rasa lelah
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering
  • Pusing atau sakit kepala
  • Peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan
  • Mual, konstipasi, atau gangguan pencernaan
  • Penglihatan kabur dan kesulitan berkemih (efek antikolinergik)
  • Pada anak dapat timbul eksitasi paradoksal berupa gelisah dan sulit tidur

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas terhadap siproheptadin atau antihistamin lain
  • Serangan asma akut
  • Glaukoma sudut sempit
  • Retensi urin, hipertrofi prostat, atau obstruksi leher kandung kemih
  • Ulkus peptikum stenosis dan obstruksi piloroduodenal
  • Bayi baru lahir, bayi prematur, dan ibu menyusui
  • Pasien lanjut usia yang lemah

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan susunan saraf pusat (obat tidur, sedatif, ansiolitik) memperkuat efek kantuk
  • Penghambat MAO (MAOI) memperpanjang dan memperkuat efek antikolinergik siproheptadin
  • Antidepresan trisiklik serta obat antikolinergik lain dapat menambah efek samping

Peringatan Penting

  • Menyebabkan kantuk; hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminum obat ini
  • Gunakan dengan hati-hati pada anak, lansia, serta penderita penyakit jantung, hipertensi, hipertiroid, atau glaukoma
  • Penggunaan sebagai perangsang nafsu makan hanya boleh atas indikasi dan pengawasan dokter
  • Informasikan kepada dokter atau apoteker riwayat alergi obat, kondisi kesehatan yang diderita, serta obat lain yang sedang digunakan sebelum memakai Heptasan
  • Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda reaksi alergi berat seperti ruam meluas, bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, dan sesak napas; hentikan pemakaian serta hubungi dokter bila timbul jantung berdebar, kebingungan, halusinasi, atau kejang
  • Heptasan termasuk obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak untuk pengobatan sendiri
  • Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Heptasan obat apa?

Heptasan adalah obat antihistamin dengan kandungan Siproheptadin HCl 4 mg produksi PT Sanbe Farma. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti rinitis alergi, urtikaria (biduran), dan gatal pada kulit, serta memiliki efek merangsang nafsu makan. Heptasan tergolong obat keras yang memerlukan resep dokter.

Apakah Heptasan bisa menambah nafsu makan?

Ya, siproheptadin memiliki efek antiserotonin yang dapat merangsang nafsu makan, sehingga kadang diresepkan untuk tujuan ini. Namun penggunaannya, terutama pada anak, harus atas indikasi dan pengawasan dokter karena Heptasan tetap tergolong obat keras dan dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk.

Apakah Heptasan menyebabkan kantuk?

Ya. Sebagai antihistamin generasi pertama, Heptasan sering menimbulkan rasa kantuk dan efek sedatif. Karena itu, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya, dan jangan mengonsumsinya bersama alkohol atau obat penenang tanpa anjuran dokter.

Obat Terkait (Antihistamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Referensi Medis

  1. 1. PIONAS BPOM - Heptasan
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Nomor Izin Edar Obat
  3. 3. K24Klik - Heptasan 4 mg Tablet (Siproheptadin HCl, PT Sanbe Farma)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.