Lewati ke konten
Suplemen & VitaminBebas (tanpa resep)

Kuldon

Kuldon adalah **obat tradisional (jamu)** berbentuk tablet 650 mg yang berisi **ramuan 9 bahan herbal**, dengan **daun saga/sogomanis (Abrus precatorius folium)** dan **akar manis (Glycyrrhiza glabra radix)** sebagai bahan utama menurut produsennya. Kuldon digunakan untuk **membantu meredakan sariawan dan panas dalam** beserta gejala penyertanya seperti tenggorokan kering, bibir pecah-pecah, dan bau mulut, serta membantu melancarkan buang air besar. Produk ini diproduksi PT Deltomed Laboratories, berlogo **JAMU**, dijual bebas tanpa resep, dan terdaftar di BPOM sebagai obat tradisional dengan nomor izin edar berawalan **TR** (obat tradisional produksi dalam negeri). Karena berstatus jamu, klaim manfaatnya bersifat **membantu meredakan**, bukan menyembuhkan penyakit.

Nama generik
Ramuan 9 bahan herbal per tablet 650 mg: Daun Sogomanis/Saga (Abrus precatorius folium), Akar Manis (Glycyrrhiza glabra radix), Rumput Laut (Gracilaria sp.), Daun Sembung (Blumea balsamifera folium), Daun Pegagan (Centella asiatica herba), Herba Timi (Thymus vulgaris herba), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza rhizoma), Bunga Seruni/Krisan (Chrysanthemum indicum flos), Alang-alang (Imperata cylindrica rhizoma)
Nama dagang
Kuldon
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu meredakan sariawan (luka atau peradangan kecil pada mulut) dan rasa tidak nyaman yang menyertainya
  • Membantu meredakan panas dalam beserta gejala penyertanya
  • Membantu meredakan tenggorokan kering dan terasa tidak nyaman akibat panas dalam
  • Membantu meredakan bibir pecah-pecah yang menyertai keluhan panas dalam
  • Membantu mengurangi bau mulut
  • Membantu melancarkan buang air besar
  • Catatan: sebagai obat tradisional (jamu), manfaat di atas bersifat membantu meredakan keluhan, bukan mengobati atau menyembuhkan penyakit, dan bukan pengganti terapi medis yang diresepkan dokter

Dosis

Dewasa
Dosis lazim dewasa yang tercantum pada informasi produk adalah 3 kali sehari 2 tablet. Tablet dapat ditelan langsung dengan air putih atau dikunyah. Karena aturan pakai dapat berbeda antar kemasan dan antar varian sediaan (tablet maupun granul/sachet), selalu ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Anak
Informasi produk menyebutkan dosis anak setengah dosis dewasa. Batas usia minimum tidak dinyatakan secara pasti pada sumber yang tersedia, sehingga penggunaan pada anak kecil sebaiknya dikonsultasikan lebih dahulu kepada dokter atau apoteker. Ikuti petunjuk pada kemasan.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang dipublikasikan untuk lansia. Lansia dengan hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, kadar kalium rendah, atau yang rutin minum obat diuretik sebaiknya berkonsultasi lebih dulu, karena kandungan akar manis (licorice) dapat memengaruhi tekanan darah dan kadar kalium bila digunakan dalam jangka panjang. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Data efek samping yang dipublikasikan untuk produk jamu ini terbatas; pada penggunaan jangka pendek sesuai aturan pakai umumnya ditoleransi baik, tetapi keterbatasan data bukan berarti bebas risiko
  • Reaksi alergi terhadap salah satu bahan herbal, seperti gatal, ruam kulit, atau bengkak pada wajah/bibir (jarang, tetapi hentikan pemakaian bila muncul)
  • Keluhan saluran cerna ringan seperti mual atau rasa tidak nyaman di lambung, terutama bila diminum saat perut kosong
  • Buang air besar lebih sering atau feses lebih lunak, sejalan dengan efek membantu melancarkan buang air besar
  • Buang air kecil lebih sering; alang-alang (Imperata cylindrica) secara tradisional dikaitkan dengan efek diuretik ringan
  • Pada pemakaian jangka panjang atau berlebihan, kandungan akar manis (glycyrrhizin) secara umum dapat memicu retensi air dan natrium, kenaikan tekanan darah, serta penurunan kadar kalium (hipokalemia) yang dapat terasa sebagai lemas, kram otot, atau jantung berdebar

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif atau alergi terhadap salah satu bahan dalam ramuan (daun saga, akar manis, temulawak, pegagan, timi, bunga seruni, sembung, rumput laut, alang-alang)
  • Sebaiknya tidak digunakan tanpa persetujuan dokter pada hipertensi yang tidak terkontrol, hipokalemia (kadar kalium rendah), gangguan ginjal berat, atau gagal jantung, karena kandungan akar manis
  • Penggunaan rutin jangka panjang pada ibu hamil sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter, mengingat efek akar manis terhadap tekanan darah dan keseimbangan elektrolit

Interaksi dengan Obat Lain

  • Berdasarkan kandungan akar manis (licorice/glycyrrhizin), penggunaan bersama obat diuretik (misalnya furosemid atau hidroklorotiazid) secara teoritis dapat memperberat penurunan kadar kalium
  • Kadar kalium yang turun dapat meningkatkan risiko toksisitas digoksin dan gangguan irama jantung pada pengguna obat jantung tertentu
  • Akar manis dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi karena kecenderungan menaikkan tekanan darah pada pemakaian lama
  • Penggunaan bersama kortikosteroid secara teoritis dapat memperkuat efek retensi cairan dan penurunan kalium
  • Kandungan temulawak (kurkumin) secara teoritis dapat menambah risiko perdarahan bila dipakai bersama antikoagulan atau antiplatelet seperti warfarin, klopidogrel, atau aspirin dosis terapi
  • Bila sedang minum obat lain, beri jeda waktu dan beri tahu dokter atau apoteker bahwa Anda mengonsumsi produk herbal, karena data interaksi jamu multi-herbal umumnya terbatas

Peringatan Penting

  • Kuldon adalah obat tradisional (jamu) yang dijual bebas, bukan obat keras. Obat keras ditandai lingkaran merah dengan huruf K pada kemasan dan hanya boleh dibeli serta digunakan dengan resep dokter; jangan menyamakan keduanya.
  • Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi di BPOM. Cek nomor izin edar pada kemasan (produk ini terdaftar sebagai obat tradisional dengan nomor berawalan TR) melalui cekbpom.pom.go.id. Nomor pada kemasan adalah rujukan utama; jangan membeli produk tanpa nomor izin edar yang dapat diverifikasi.
  • Yang digunakan dalam ramuan adalah DAUN saga (Abrus precatorius folium), bukan bijinya. Biji tanaman saga sangat beracun karena mengandung abrin dan tidak boleh dikonsumsi. Jangan meracik sendiri ramuan dari tanaman saga.
  • Hindari penggunaan terus-menerus dalam jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan, terutama karena kandungan akar manis dapat memengaruhi tekanan darah dan kadar kalium.
  • Segera periksa ke dokter bila sariawan tidak sembuh lebih dari 2 minggu, ukurannya membesar, mudah berdarah, disertai demam tinggi, sulit menelan, penurunan berat badan, atau berulang terus-menerus, karena bisa menandakan kondisi lain yang perlu pemeriksaan medis.
  • Hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau justru memberat, dan jangan menambah dosis sendiri.
  • Ibu hamil, ibu menyusui, anak kecil, serta penderita hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, atau diabetes sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan.
  • Hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi seperti ruam luas, bengkak pada bibir/wajah, atau sesak napas.
  • Jangan menjadikan Kuldon sebagai pengganti obat yang diresepkan dokter, dan simpan pada suhu ruang, kering, serta jauh dari jangkauan anak.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Kuldon obat apa?

Kuldon (nama lengkap Kuldon Sariawan) adalah obat tradisional berlogo JAMU berbentuk tablet 650 mg yang berisi ramuan 9 bahan herbal, dengan daun saga/sogomanis dan akar manis sebagai bahan utama menurut produsennya, PT Deltomed Laboratories. Kuldon digunakan untuk membantu meredakan sariawan dan panas dalam beserta gejala penyertanya seperti tenggorokan kering, bibir pecah-pecah, dan bau mulut, serta membantu melancarkan buang air besar. Kuldon bukan obat kimia sintetis dan bukan obat keras, sehingga dapat dibeli bebas tanpa resep. Sebelum membeli, pastikan nomor izin edar pada kemasan terdaftar di cekbpom.pom.go.id.

Bagaimana cara minum Kuldon dan berapa dosisnya?

Dosis lazim untuk dewasa yang tercantum pada informasi produk adalah 3 kali sehari 2 tablet, sedangkan untuk anak setengah dosis dewasa. Tabletnya dapat ditelan langsung dengan air putih atau dikunyah. Karena aturan pakai bisa berbeda antar kemasan dan antar varian sediaan (tablet maupun granul/sachet), ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter.

Apakah Kuldon aman untuk semua orang dan perlu resep dokter?

Kuldon tidak memerlukan resep dokter karena berstatus obat tradisional yang dijual bebas — berbeda dengan obat keras (berlogo lingkaran merah huruf K) yang hanya boleh diperoleh dengan resep. Meski begitu, tidak berarti aman untuk semua orang. Kandungan akar manis (licorice) pada pemakaian jangka panjang atau dosis berlebih secara umum dapat menaikkan tekanan darah dan menurunkan kadar kalium, sehingga penderita hipertensi, gangguan ginjal, penyakit jantung, serta ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau apoteker. Hentikan pemakaian bila timbul reaksi alergi, dan periksakan ke dokter bila sariawan tidak sembuh lebih dari 2 minggu. Selalu verifikasi keaslian produk melalui cekbpom.pom.go.id.

Obat Terkait (Suplemen & Vitamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Suplemen & Vitamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Cek BPOM — verifikasi nomor izin edar obat tradisional (prefiks TR) untuk Kuldon Sariawan
  2. 2. Deltomed Laboratories (situs resmi produsen) — halaman merek Kuldon
  3. 3. Halodoc — Kuldon Sariawan 650 mg (komposisi ramuan 9 bahan herbal, produsen, dan aturan pakai)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.