Lewati ke konten
Suplemen & VitaminResep dokter

Lapibal

**Lapibal** adalah obat yang mengandung **mecobalamin**, yaitu bentuk aktif **vitamin B12**, dan digunakan untuk mengatasi **neuropati perifer** (kebas, kesemutan, parestesia) serta **anemia megaloblastik** akibat kekurangan vitamin B12. Lapibal diproduksi oleh **Lapi Laboratories** dan termasuk golongan **obat keras**.

Nama generik
Mecobalamin (methylcobalamin, bentuk aktif vitamin B12)
Nama dagang
Lapibal
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 8 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Mengatasi neuropati perifer, yaitu gangguan saraf tepi yang menimbulkan kebas, kesemutan, atau parestesia
  • Membantu pengobatan anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12
  • Mendukung perbaikan gangguan saraf seperti neuralgia dan neuritis
  • Membantu keluhan tinitus atau vertigo yang berkaitan dengan kekurangan vitamin B12

Dosis

Dewasa
Ikuti dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai resep dokter. Lapibal tersedia sebagai kapsul 250 mcg dan 500 mcg serta injeksi 500 mcg/mL. Jangan mengubah dosis atau menghentikan pemakaian tanpa anjuran tenaga medis.
Anak
Penggunaan pada anak hanya boleh dilakukan atas pertimbangan dan pengawasan dokter.
Lansia
Dapat digunakan sesuai anjuran dokter; ikuti dosis yang diresepkan dan pantau responsnya.

Efek Samping

  • Umumnya ditoleransi dengan baik dan efek samping jarang terjadi
  • Gangguan pencernaan ringan seperti mual, muntah, atau hilang nafsu makan
  • Ruam kulit atau reaksi alergi ringan
  • Sakit kepala
  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan (untuk sediaan injeksi)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif atau alergi terhadap mecobalamin atau komponen lain dalam obat ini

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penggunaan jangka panjang metformin atau obat penekan asam lambung (PPI) dapat menurunkan penyerapan vitamin B12
  • Antibiotik kloramfenikol dapat mengganggu respons pembentukan sel darah merah terhadap vitamin B12
  • Informasikan kepada dokter atau apoteker mengenai semua obat, suplemen, atau herbal yang sedang Anda gunakan

Peringatan Penting

  • Lapibal termasuk obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter
  • Keluhan kebas atau kesemutan yang menetap perlu dievaluasi dokter untuk memastikan penyebabnya
  • Pada kasus anemia, penting memastikan penyebabnya benar defisiensi B12 agar penanganan tepat sasaran
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini
  • Periksa nomor registrasi BPOM produk di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan keaslian dan legalitasnya
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Lapibal obat apa?

Lapibal adalah obat yang mengandung mecobalamin, yaitu bentuk aktif vitamin B12. Obat ini digunakan untuk mengatasi neuropati perifer (kebas, kesemutan, parestesia) dan anemia megaloblastik akibat kekurangan vitamin B12. Lapibal diproduksi oleh Lapi Laboratories dan tersedia dalam bentuk kapsul serta injeksi.

Apakah Lapibal harus dengan resep dokter?

Ya. Di Indonesia Lapibal termasuk golongan obat keras sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Anda dapat memeriksa status izin edarnya di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk terdaftar dan asli.

Apa manfaat mecobalamin dalam Lapibal untuk saraf?

Mecobalamin adalah bentuk vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan selubung mielin dan perbaikan jaringan saraf. Karena itu Lapibal sering diresepkan untuk keluhan kebas dan kesemutan akibat gangguan saraf tepi. Konsultasikan dosis dan lama pemakaian dengan dokter Anda.

Obat Terkait (Suplemen & Vitamin)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Lapibal (komposisi, produsen, golongan obat keras)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.