Lewati ke konten
Obat Kulit TopikalBebas (tanpa resep)

Metcovazin

Metcovazin **bukan obat**, melainkan **krim perawatan kulit yang terdaftar di BPOM sebagai kosmetik** (Notifikasi Kosmetika) dengan bahan utama **chitosan + zinc oxide**, yang dipakai untuk **menjaga kelembapan kulit dan area luka** sehingga membantu mendukung proses penyembuhan luka. Varian **Metcovazin Red** berisi chitosan + zinc oxide + **asam hialuronat**, sedangkan **Metcovazin Silver** berisi **colloidal silver 50 ppm** dan terdaftar terpisah di Kemenkes sebagai **PKRT antiseptika**. Merek ini dimiliki PT Pohon Bidara Medika (Bogor) dan diproduksi PT Rama Cipta Mandiri. Metcovazin bisa dibeli **tanpa resep dokter** karena statusnya kosmetik, tetapi klaim produsen untuk luka diabetes, luka bakar, luka kronis, atau luka pasca-sunat adalah **klaim pemasaran, bukan indikasi medis yang disetujui BPOM**.

Nama generik
Chitosan + Zinc oxide
Nama dagang
Metcovazin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Menjaga kelembapan kulit dan area luka agar tidak kering, sesuai fungsinya sebagai krim perawatan kulit yang terdaftar sebagai kosmetik di BPOM
  • Membantu mendukung proses penyembuhan luka ringan melalui suasana luka yang lembap, dengan bahan utama chitosan dan zinc oxide (varian Reguler)
  • Varian Metcovazin Red (chitosan + zinc oxide + asam hialuronat) dipromosikan produsen untuk luka dengan dasar berwarna merah atau merah muda, eksim, dan dermatitis — ini klaim produsen, bukan indikasi medis yang disetujui BPOM
  • Varian Metcovazin Silver (colloidal silver 50 ppm) terdaftar di Kemenkes sebagai PKRT antiseptika dan dipromosikan produsen untuk luka terinfeksi; luka yang terinfeksi tetap perlu diperiksa dokter
  • Produsen juga mempromosikan Metcovazin untuk luka diabetes, luka bakar, luka kronis, dan luka pasca-sunat. Klaim tersebut berasal dari materi pemasaran produsen, bukan indikasi medis yang disetujui BPOM, sehingga luka jenis ini sebaiknya ditangani dokter atau perawat luka

Dosis

Dewasa
Bersihkan luka terlebih dahulu dengan cara yang dianjurkan tenaga kesehatan, lalu oleskan krim setebal sekitar 2 mm pada permukaan luka dan tutup dengan kasa atau pembalut luka (dressing), sesuai cara pakai yang dianjurkan produsen. Seberapa sering balutan diganti dan krim dioleskan ulang tidak tercantum pada sumber resmi yang kami periksa, jadi ikuti petunjuk pada kemasan atau arahan dokter maupun perawat luka. Hanya untuk pemakaian luar; jangan dioleskan ke mata, hidung, atau bagian dalam mulut, dan jangan ditelan. Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat luka.
Anak
Sumber resmi yang kami periksa tidak mencantumkan aturan pakai khusus untuk anak. Produsen mempromosikan pemakaian pada luka pasca-sunat, tetapi pemakaian pada anak sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan dan saran dokter yang menangani. Segera bawa anak ke dokter bila luka terus berdarah, bernanah, makin merah dan bengkak, berbau, atau anak mengalami demam.
Lansia
Tidak ada aturan pakai khusus untuk lansia pada sumber yang kami periksa; ikuti petunjuk pada kemasan. Luka pada lansia sering lebih lambat sembuh, terutama pada penderita diabetes atau gangguan pembuluh darah, sehingga luka seperti ini sebaiknya dievaluasi dokter atau perawat luka dan tidak hanya dirawat sendiri dengan krim.

Efek Samping

  • Iritasi kulit ringan seperti rasa perih, panas, atau kemerahan di area olesan
  • Gatal atau ruam pada kulit di sekitar luka
  • Reaksi alergi (dermatitis kontak) terhadap salah satu komponen krim — hentikan pemakaian bila ruam, bengkak, atau gatal bertambah
  • Kulit di tepi luka menjadi putih, lembek, dan mengerut (maserasi) bila area luka terlalu lembap atau balutan jarang diganti
  • Khusus varian Silver: produk berbahan perak yang dipakai lama atau pada area luas dapat menimbulkan perubahan warna kulit menjadi keabu-abuan atau kebiruan (argiria) di sekitar area pemakaian; efek ini jarang terjadi tetapi bisa menetap

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap chitosan, zinc oxide, atau komponen lain dalam krim; untuk varian Red juga terhadap asam hialuronat, dan untuk varian Silver terhadap perak
  • Area kulit yang sedang atau akan menjalani terapi radiasi (radioterapi) — jangan dipakai sebelum berkonsultasi dan mendapat persetujuan dokter yang menangani
  • Pemakaian pada mata, bagian dalam mulut atau selaput lendir lain, maupun ditelan — produk ini hanya untuk pemakaian luar

Interaksi dengan Obat Lain

  • Sumber resmi yang kami periksa tidak mencantumkan data interaksi untuk Metcovazin. Sebagai produk oles pada kulit, interaksi bermakna dengan obat minum tidak lazim terjadi, tetapi tetap beri tahu dokter atau apoteker tentang semua produk yang Anda pakai
  • Hindari menumpuk Metcovazin dengan produk oles lain pada luka yang sama (salep antibiotik, antiseptik, krim kortikosteroid, atau produk perawatan luka lain) tanpa saran tenaga kesehatan, karena dapat menambah iritasi dan menyulitkan penilaian perkembangan luka
  • Bila dokter meresepkan obat oles untuk luka (misalnya antibiotik topikal), tanyakan apakah Metcovazin masih boleh dipakai bersamaan dan bagaimana urutan pemakaiannya

Peringatan Penting

  • Status registrasi: kosmetik, bukan obat. Di cekbpom.pom.go.id, merek METCOVAZIN tercatat sebagai Notifikasi Kosmetika atas nama PT Pohon Bidara Medika, diproduksi Industri Kosmetika Rama Cipta Mandiri. Varian Reguler terdaftar sebagai "Cream Perawatan Kulit" nomor NA18200108551 yang masa berlakunya berakhir sekitar Oktober 2026 (segera habis, jadi cek ulang statusnya), sedangkan varian Red terdaftar sebagai "Red Cream Perawatan Kulit" nomor NA18220103511 yang berlaku hingga sekitar Maret 2028
  • Sebagian apotek daring menyebut Metcovazin sebagai obat bebas atau obat luka. Sebutan itu tidak sesuai dengan kategori registrasinya: di BPOM produk ini adalah kosmetik, sehingga klaim untuk luka diabetes, luka bakar, luka kronis, luka terinfeksi, luka kanker, dan luka pasca-sunat merupakan klaim pemasaran produsen, bukan indikasi medis yang disetujui
  • Metcovazin Silver tidak tercatat di cekbpom. Varian ini terdaftar di Kemenkes (e-Info Alkes) sebagai PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) jenis antiseptika dengan nomor PKD 20501320772. Statusnya bukan obat dan bukan alat kesehatan
  • Sebagian apotek daring masih mencantumkan nomor registrasi lain untuk Metcovazin (misalnya NA18140103767). Selalu cocokkan nomor pada kemasan dengan data terbaru di cekbpom.pom.go.id (varian Reguler dan Red) atau infoalkes.kemkes.go.id (varian Silver) sebelum membeli. Saat pemeriksaan redaksi, tidak ada catatan penarikan maupun peringatan publik BPOM untuk Metcovazin
  • Luka diabetes, luka terinfeksi, luka kronis yang tidak kunjung membaik, luka bakar yang luas atau dalam, serta luka yang dalam atau terus berdarah perlu diperiksa dokter atau perawat luka. Jangan hanya mengandalkan krim kosmetik untuk luka seperti ini, dan periksakan ke dokter bila luka tidak membaik setelah sekitar 7 hari pemakaian
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda infeksi: nanah, kemerahan atau bengkak yang meluas, luka berbau, nyeri makin hebat, atau demam. Infeksi luka sering memerlukan antibiotik, yang umumnya berstatus obat keras (logo lingkaran merah huruf K) dan wajib dengan resep dokter
  • Bila Anda sedang atau akan menjalani terapi radiasi, beri tahu dokter sebelum memakai produk ini. Hanya untuk pemakaian luar; hindari mata, hidung, dan mulut, serta jangan ditelan
  • Hentikan pemakaian bila timbul iritasi atau ruam yang memburuk. Cari pertolongan medis segera bila muncul tanda reaksi alergi berat seperti ruam meluas, bengkak pada wajah atau bibir, atau sesak napas
  • Chitosan umumnya dibuat dari cangkang hewan laut bercangkang seperti udang dan kepiting. Orang dengan riwayat alergi makanan laut bercangkang sebaiknya bertanya dulu kepada dokter atau apoteker sebelum memakai, dan selalu beri tahu tenaga kesehatan tentang riwayat alergi apa pun
  • Data BPOM tidak mencantumkan komposisi, sehingga komposisi di halaman ini berasal dari situs resmi produsen dan apotek daring. Komposisi dari produsen tidak mencantumkan antibiotik, jadi jangan menganggap Metcovazin sebagai pengganti antibiotik atau obat luka yang diresepkan dokter
  • Ibu hamil dan menyusui: sumber yang kami periksa tidak memuat data keamanan khusus. Konsultasikan dulu dengan dokter, dan jangan mengoleskan pada area payudara yang akan bersentuhan dengan mulut bayi
  • Simpan sesuai petunjuk pada kemasan, tutup rapat setelah dipakai, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan memakai produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Metcovazin obat apa?

Metcovazin sebenarnya bukan obat. Krim ini terdaftar di BPOM sebagai kosmetik (Notifikasi Kosmetika; varian Reguler bernomor NA18200108551) dengan bahan utama chitosan + zinc oxide, dan dipakai untuk menjaga kelembapan kulit dan luka sehingga membantu mendukung penyembuhan luka. Cara pakainya: luka dibersihkan, krim dioleskan setebal sekitar 2 mm, lalu ditutup kasa atau pembalut luka. Karena statusnya kosmetik, Metcovazin bisa dibeli tanpa resep dokter; ini berbeda dengan obat keras (logo lingkaran merah huruf K) yang wajib memakai resep. Klaim untuk luka diabetes, luka bakar, atau luka kronis berasal dari materi pemasaran produsen, bukan indikasi medis yang disetujui BPOM. Cek nomor registrasi pada kemasan di cekbpom.pom.go.id.

Apa bedanya Metcovazin Reguler, Red, dan Silver?

Metcovazin Reguler (di sebagian apotek disebut Metcovazin Green) berisi chitosan + zinc oxide dan tersedia dalam tube 10 g, 25 g, dan 50 g. Metcovazin Red berisi chitosan + zinc oxide + asam hialuronat, juga dalam tube 10 g, 25 g, dan 50 g; produsen mempromosikannya untuk luka dengan dasar berwarna merah atau merah muda, eksim, dan dermatitis. Keduanya terdaftar di BPOM sebagai kosmetik. Metcovazin Silver berisi colloidal silver 50 ppm dan terdaftar terpisah di Kemenkes sebagai PKRT antiseptika (PKD 20501320772); produsen mempromosikannya untuk luka terinfeksi. Tidak ada varian yang berstatus obat, dan kadar persentase chitosan maupun zinc oxide tidak dicantumkan pada sumber resmi yang kami periksa.

Apakah Metcovazin cukup untuk merawat luka diabetes atau luka yang bernanah?

Sebaiknya jangan hanya mengandalkan Metcovazin. Klaim produsen untuk luka diabetes, luka terinfeksi, dan luka kronis adalah klaim pemasaran, bukan indikasi medis yang disetujui BPOM, karena produk ini terdaftar sebagai kosmetik (varian Silver sebagai PKRT antiseptika). Luka pada penderita diabetes bisa memburuk dengan cepat, dan luka yang bernanah, berbau, makin merah dan bengkak, atau disertai demam menandakan infeksi yang perlu diperiksa dokter atau perawat luka. Infeksi seperti ini sering memerlukan antibiotik, yang umumnya berstatus obat keras dan hanya boleh dipakai dengan resep dokter. Bila tenaga kesehatan mengizinkan, Metcovazin dapat dipakai sebagai bagian dari perawatan luka sesuai arahan mereka.

Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI (cekbpom) - Metcovazin Cream Perawatan Kulit, Notifikasi Kosmetika NA18200108551 (PT Pohon Bidara Medika)
  2. 2. Kemenkes e-Info Alkes - pencarian produk PKRT (Metcovazin Silver, Antiseptika, PKD 20501320772)
  3. 3. Alodokter - Metcovazin (komposisi varian Reguler, Red, dan Silver)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.