Mycoral
Mycoral adalah **obat antijamur** produksi Kalbe Farma yang berisi **Ketoconazole (Ketokonazol)**, golongan azol. Tersedia sebagai **tablet 200 mg** untuk infeksi jamur yang lebih dalam dan **krim 2%** untuk infeksi jamur pada kulit seperti **panu (tinea versikolor)**, **kurap**, dan **kandidiasis kulit**.
- Nama generik
- Ketoconazole (Ketokonazol)
- Nama dagang
- Mycoral
Indikasi (Untuk apa)
- Mengobati infeksi jamur pada kulit seperti panu (tinea versikolor), kurap (dermatofitosis), dan kandidiasis kulit (terutama sediaan krim 2%)
- Menangani infeksi jamur superfisial yang tidak memberi respons memadai terhadap terapi topikal saja (sediaan tablet 200 mg)
- Mengatasi kandidiasis dan dermatofitosis yang lebih dalam atau meluas sesuai penilaian dokter
- Bekerja dengan menghambat pembentukan ergosterol, komponen penting membran sel jamur, sehingga pertumbuhan jamur terhenti
Dosis
Efek Samping
- Sediaan krim/topikal: rasa terbakar ringan, gatal, kemerahan, atau iritasi pada area yang diolesi
- Sediaan tablet oral: mual, muntah, nyeri perut, dan sakit kepala
- Gangguan pada hati (hepatotoksisitas) pada penggunaan oral, yang dapat ditandai mual berat, urine gelap, tinja pucat, atau kulit dan mata menguning
- Reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak, hingga (jarang) reaksi berat
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap ketoconazole atau komponen lain dalam produk
- Penderita penyakit hati akut atau kronik tidak boleh menggunakan sediaan oral (tablet)
- Penggunaan bersamaan sediaan oral dengan sejumlah obat yang dapat memicu gangguan irama jantung (mis. cisapride) harus dihindari
Interaksi dengan Obat Lain
- Ketoconazole oral menghambat enzim hati CYP3A4 sehingga dapat meningkatkan kadar banyak obat lain dalam darah
- Hindari kombinasi oral dengan obat yang berisiko memperpanjang interval QT atau memicu aritmia (mis. cisapride, beberapa antihistamin lama)
- Dapat berinteraksi dengan obat penurun asam lambung (antasida, PPI, H2 blocker) yang mengurangi penyerapan tablet
- Beri tahu dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang digunakan sebelum memakai sediaan oral
Peringatan Penting
- Sediaan tablet 200 mg adalah obat keras yang HANYA boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter; penggunaan ketoconazole oral kini dibatasi banyak otoritas kesehatan karena risiko gangguan hati (hepatotoksisitas)
- Sediaan krim 2% digunakan untuk pemakaian luar; gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, tanyakan apoteker bila ragu, dan hentikan bila timbul iritasi berat
- Krim hanya untuk pemakaian luar; hindari kontak dengan mata, dan jangan ditelan
- Segera hubungi dokter bila muncul tanda gangguan hati seperti mata atau kulit menguning, mual berat, atau urine berwarna gelap saat menggunakan sediaan oral
- Selalu pastikan keaslian dan nomor izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Mycoral obat apa?
Mycoral adalah obat antijamur produksi Kalbe Farma yang mengandung Ketoconazole (Ketokonazol) golongan azol. Tersedia dalam bentuk tablet 200 mg dan krim 2% untuk mengatasi infeksi jamur seperti panu (tinea versikolor), kurap, dan kandidiasis kulit. Sediaan tablet termasuk obat keras dan butuh resep dokter.
Apakah Mycoral harus dengan resep dokter?
Tergantung sediaannya. Mycoral tablet 200 mg adalah obat keras dan hanya boleh diperoleh serta digunakan dengan resep dokter. Sementara Mycoral krim 2% merupakan sediaan topikal untuk pemakaian luar; gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan tanyakan apoteker bila ragu. Pastikan status dan keaslian izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id.
Apa efek samping dan hal yang perlu diperhatikan saat memakai Mycoral?
Krim dapat menyebabkan iritasi ringan, gatal, atau kemerahan pada kulit. Sediaan tablet oral berisiko menimbulkan mual dan, yang penting, gangguan hati (hepatotoksisitas); hentikan dan hubungi dokter bila muncul kulit atau mata menguning. Ikuti dosis pada kemasan atau resep dokter, dan pastikan izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.