Lewati ke konten
PPI / LambungResep dokter

Nexium

Nexium adalah obat resep yang mengandung **esomeprazole**, obat golongan **penghambat pompa proton (PPI)** yang bekerja menekan produksi **asam lambung**. Nexium digunakan untuk mengatasi **penyakit refluks gastroesofageal (GERD)** termasuk esofagitis erosif, **tukak lambung** dan **tukak duodenum**, membantu eradikasi **Helicobacter pylori** bersama antibiotik, mencegah serta mengobati tukak akibat pemakaian **OAINS/NSAID** jangka panjang, dan menangani **sindrom Zollinger-Ellison**. Nexium beredar dalam bentuk tablet Nexium Mups, granul sachet untuk suspensi oral, dan sediaan suntik. Karena berstatus **obat keras**, Nexium hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**, dan nomor izin edarnya sebaiknya dicek di cekbpom.pom.go.id.

Nama generik
Esomeprazole (sebagai esomeprazole magnesium trihydrate)
Nama dagang
Nexium
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD), termasuk esofagitis erosif dan terapi pemeliharaan setelah esofagitis sembuh
  • Gejala akibat asam lambung berlebih seperti nyeri ulu hati dan rasa panas terbakar di dada (heartburn) yang didiagnosis dokter
  • Tukak lambung (ulkus gaster) dan tukak duodenum
  • Eradikasi Helicobacter pylori sebagai bagian dari terapi kombinasi bersama antibiotik
  • Pencegahan dan pengobatan tukak akibat penggunaan OAINS/NSAID jangka panjang
  • Sindrom Zollinger-Ellison dan kondisi lain dengan produksi asam lambung yang berlebihan
  • Penggunaan intravena di fasilitas kesehatan pada kondisi tertentu yang dinilai dokter, misalnya bila pasien belum dapat menerima obat oral

Dosis

Dewasa
Dosis Nexium untuk dewasa ditentukan oleh dokter dan berbeda-beda tergantung indikasi (GERD, tukak lambung, eradikasi H. pylori, atau sindrom Zollinger-Ellison), tingkat keparahan, serta bentuk sediaan yang digunakan. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Tablet Nexium Mups umumnya diminum dengan segelas air, ditelan utuh tanpa dikunyah atau digerus, dan biasanya dianjurkan sebelum makan. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan dosis sendiri, dan jangan memperpanjang durasi terapi tanpa evaluasi dokter.
Anak
Penggunaan pada anak dan remaja harus atas penilaian dan resep dokter, karena dosis serta bentuk sediaan yang sesuai (misalnya granul sachet untuk suspensi oral) ditentukan berdasarkan usia dan berat badan. Jangan memberikan Nexium kepada anak tanpa pemeriksaan dokter.
Lansia
Pada lansia umumnya tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus hanya karena faktor usia, namun dokter perlu mempertimbangkan fungsi hati, penyakit penyerta, dan obat lain yang sedang dikonsumsi. Karena lansia lebih rentan terhadap risiko terapi PPI jangka panjang, gunakan sesuai resep dan durasi yang ditetapkan dokter.

Efek Samping

  • Sakit kepala dan pusing
  • Mual, muntah, dan nyeri perut
  • Diare atau sebaliknya sembelit (konstipasi)
  • Perut kembung dan sering bersendawa
  • Mulut kering
  • Mengantuk atau sulit tidur pada sebagian orang
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau biduran
  • Pada pemakaian jangka panjang: risiko defisiensi vitamin B12 dan kadar magnesium rendah (hipomagnesemia) yang dapat memicu kram otot, tremor, atau gangguan irama jantung
  • Peningkatan risiko infeksi usus Clostridioides difficile yang ditandai diare berat dan berkepanjangan
  • Peningkatan risiko fraktur (patah tulang) pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang pada penggunaan dosis tinggi dan jangka panjang
  • Efek samping serius yang jarang terjadi, seperti gangguan fungsi hati, gangguan ginjal (nefritis interstisial), atau reaksi kulit berat; segera cari pertolongan medis bila muncul

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif atau alergi terhadap esomeprazole, obat golongan penghambat pompa proton lain (omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, rabeprazole), atau komponen lain dalam sediaan
  • Penggunaan bersama nelfinavir (obat antiretrovirus HIV), karena esomeprazole dapat menurunkan efektivitasnya secara bermakna
  • Semua kontraindikasi dan pembatasan lain ditentukan dokter setelah menilai kondisi Anda; jangan memakai Nexium tanpa resep

Interaksi dengan Obat Lain

  • Nelfinavir dan atazanavir (antiretrovirus HIV): kadar dan efektivitasnya dapat menurun, sehingga kombinasi ini umumnya dihindari
  • Klopidogrel: penghambat pompa proton dapat memengaruhi aktivasi klopidogrel; diskusikan dengan dokter bila Anda memakai obat pengencer darah ini
  • Obat yang penyerapannya bergantung pada suasana asam lambung, seperti ketokonazol, itrakonazol, dan garam besi, dapat berkurang efektivitasnya
  • Digoksin: kadarnya dalam darah dapat meningkat
  • Metotreksat dosis tinggi: kadarnya dapat meningkat sehingga risiko toksisitas naik
  • Diazepam, sitalopram, fenitoin, dan warfarin: efek atau kadarnya dapat berubah sehingga mungkin perlu pemantauan dokter
  • Rifampisin dan produk herbal St. John's wort: dapat menurunkan kadar esomeprazole dalam darah
  • Selalu beri tahu dokter dan apoteker seluruh obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi sebelum memakai Nexium

Peringatan Penting

  • Nexium adalah obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter; jangan membelinya bebas atau memakai resep orang lain
  • Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dan masih berlaku dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, serta beli hanya di apotek atau sarana resmi
  • Nexium meredakan gejala asam lambung, bukan menyembuhkan penyebabnya secara otomatis; perbaikan gejala dapat menutupi penyakit lain yang lebih serius
  • Segera periksakan diri bila muncul tanda bahaya seperti penurunan berat badan tanpa sebab, sulit atau nyeri menelan, muntah darah, tinja hitam, atau anemia, karena perlu evaluasi untuk menyingkirkan keganasan lambung
  • Hindari pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena terkait risiko defisiensi vitamin B12, kekurangan magnesium, infeksi Clostridioides difficile, dan peningkatan risiko fraktur
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap esomeprazole atau penghambat pompa proton lain (omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, rabeprazole), serta bila Anda memiliki gangguan hati, riwayat osteoporosis, atau sedang menjalani terapi jangka panjang lain
  • Ibu hamil, merencanakan kehamilan, dan ibu menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Nexium
  • Jangan menggerus, mengunyah, atau membelah tablet kecuali dokter atau apoteker menyatakan boleh; ikuti cara pakai pada kemasan
  • Hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis bila muncul reaksi alergi berat seperti bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, serta sesak napas
  • Jangan menyamakan Nexium dengan ranitidin: ranitidin adalah obat lambung dari golongan berbeda (antagonis reseptor H2), sedangkan esomeprazole pada Nexium termasuk penghambat pompa proton. Bila Anda sedang atau pernah memakai obat lambung lain, beri tahu dokter agar terapinya tidak tumpang tindih
  • Informasi di halaman ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi medis; keputusan terapi tetap ada pada dokter Anda

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Nexium obat apa?

Nexium adalah obat resep yang mengandung zat aktif esomeprazole (dalam bentuk esomeprazole magnesium trihydrate), termasuk golongan penghambat pompa proton (PPI). Nexium bekerja dengan menurunkan produksi asam lambung, sehingga digunakan untuk GERD termasuk esofagitis erosif, tukak lambung dan tukak duodenum, eradikasi Helicobacter pylori bersama antibiotik, pencegahan serta pengobatan tukak akibat obat OAINS/NSAID, dan sindrom Zollinger-Ellison. Nexium tersedia sebagai tablet Nexium Mups, granul sachet untuk suspensi oral, dan sediaan suntik yang diberikan di fasilitas kesehatan. Karena berstatus obat keras, Nexium hanya boleh digunakan dengan resep dokter, dan legalitas produknya dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Nexium bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Nexium termasuk obat keras (bertanda lingkaran merah dengan huruf K), sehingga pembeliannya harus menggunakan resep dokter dan penggunaannya diawasi tenaga medis. Nexium bukan obat maag bebas yang boleh dipakai kapan saja sesuai perasaan sendiri. Dokter perlu memastikan keluhan Anda memang berkaitan dengan asam lambung, menentukan dosis serta lama terapi yang tepat, dan menyingkirkan penyakit lain yang gejalanya mirip. Belilah hanya di apotek atau sarana resmi, dan pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id agar terhindar dari produk palsu atau ilegal.

Apakah Nexium aman digunakan dalam jangka panjang?

Nexium sebaiknya digunakan sesuai dosis dan durasi yang ditetapkan dokter, bukan diteruskan sendiri tanpa evaluasi. Terapi penghambat pompa proton jangka panjang dikaitkan dengan sejumlah risiko, antara lain defisiensi vitamin B12, kadar magnesium rendah (hipomagnesemia), peningkatan risiko infeksi usus Clostridioides difficile, serta peningkatan risiko fraktur tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Karena itu, dokter biasanya meninjau ulang kebutuhan terapi secara berkala dan memakai dosis efektif terendah. Bila gejala tidak membaik, kambuh setelah obat dihentikan, atau muncul tanda bahaya seperti muntah darah, tinja hitam, sulit menelan, dan berat badan turun tanpa sebab, segera periksakan diri ke dokter.

Obat Terkait (PPI / Lambung)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan PPI / Lambung — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter - Nexium (kandungan esomeprazole, golongan penghambat pompa proton, obat resep, sediaan sachet, tablet Mups, dan suntik)
  2. 2. Halodoc - Nexium Mups 40 mg 7 Tablet (komposisi esomeprazole magnesium trihydrate, golongan obat keras)
  3. 3. Cek Produk BPOM - verifikasi nomor izin edar dan legalitas produk obat di Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.