Lewati ke konten
PPI / LambungResep dokter

Pantoprazole

Pantoprazole adalah obat **penghambat pompa proton (PPI)** dengan zat aktif **pantoprazole sodium sesquihydrate** yang dipakai untuk menurunkan produksi **asam lambung**. Obat ini diresepkan dokter untuk **tukak lambung dan tukak usus dua belas jari**, **refluks esofagitis** (GERD), kondisi hipersekresi asam seperti **sindrom Zollinger-Ellison**, serta sebagai bagian terapi **eradikasi Helicobacter pylori** bersama dua antibiotik. Pantoprazole termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Pantoprazole (sebagai pantoprazole sodium sesquihydrate)
Nama dagang
Pantoprazole, Pantozol
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Tukak lambung (ulkus gaster) dan tukak usus dua belas jari (ulkus duodenum)
  • Refluks esofagitis sedang sampai berat, termasuk untuk terapi jangka panjang di bawah pengawasan dokter
  • Sindrom Zollinger-Ellison dan kondisi hipersekresi asam lambung patologis lainnya
  • Kombinasi dengan dua antibiotik sebagai bagian regimen eradikasi Helicobacter pylori pada pasien tukak peptikum, untuk mengurangi risiko kekambuhan
  • Sumber sekunder juga menyebutkan penggunaan pada GERD simtomatik/NERD dan pencegahan tukak akibat OAINS; penentuan indikasi ini tetap merupakan kewenangan dokter

Dosis

Dewasa
Sediaan yang beredar di Indonesia berupa tablet/kaplet salut enterik 20 mg dan 40 mg, serta serbuk injeksi 40 mg per vial untuk penggunaan intravena di rumah sakit. Dosis lazim dewasa yang dicantumkan pada informasi produk adalah 40 mg sehari, namun besar dosis dan lama pemakaian ditentukan dokter sesuai diagnosis. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Tablet salut enterik harus ditelan utuh dengan air, tidak boleh dikunyah, dibelah, atau digerus, karena lapisan enterik melindungi zat aktif dari asam lambung.
Anak
Pantoprazole tablet salut enterik umumnya tidak dianjurkan untuk anak karena keamanan dan efektivitasnya pada kelompok usia ini belum cukup dibuktikan; batas usia yang dicantumkan dapat berbeda antar produk sehingga perlu dibaca pada kemasan atau brosur masing-masing. Penggunaan pada anak hanya boleh atas penilaian dan resep dokter, tidak boleh diputuskan sendiri.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang diinformasikan secara umum untuk lansia, tetapi lansia sering memakai banyak obat sekaligus dan lebih rentan terhadap efek pemakaian jangka panjang. Sampaikan seluruh obat yang sedang dikonsumsi kepada dokter dan ikuti dosis yang diresepkan.

Efek Samping

  • Sakit kepala dan pusing
  • Diare, sembelit, atau perubahan pola buang air besar
  • Mual, muntah, nyeri perut, perut kembung, dan sering bersendawa
  • Mulut kering dan penurunan nafsu makan
  • Gangguan tidur serta rasa lemas
  • Peningkatan enzim hati yang terdeteksi lewat pemeriksaan laboratorium
  • Ruam kulit atau gatal; reaksi alergi berat seperti bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau sesak napas jarang terjadi tetapi merupakan kondisi gawat darurat
  • Pada pemakaian jangka panjang dapat terjadi penurunan penyerapan vitamin B12, dan dilaporkan pula kaitan dengan penurunan kadar magnesium serta peningkatan risiko infeksi saluran cerna dan patah tulang
  • Efek samping lain yang tidak tercantum di sini tetap mungkin muncul; hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila muncul keluhan yang mengganggu

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif atau alergi terhadap pantoprazole, terhadap turunan benzimidazol tersubstitusi lain (misalnya omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, rabeprazole), atau terhadap komponen lain dalam sediaan
  • Penggunaan bersama atazanavir atau nelfinavir (obat HIV) tidak dianjurkan karena pantoprazole dapat menurunkan kadar dan efektivitas obat tersebut
  • Tidak dianjurkan untuk anak karena keamanan dan efektivitasnya pada kelompok usia ini belum cukup dibuktikan; periksa batas usia pada kemasan atau brosur produk dan tanyakan kepada dokter
  • Penggunaan pada gangguan hati berat memerlukan penilaian dokter dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan

Interaksi dengan Obat Lain

  • Atazanavir dan nelfinavir (antiretroviral HIV): penurunan asam lambung membuat penyerapan obat ini berkurang sehingga terapi HIV bisa gagal; kombinasi ini umumnya dihindari
  • Obat lain yang penyerapannya bergantung pada suasana asam lambung, seperti ketoconazole, itraconazole, dan beberapa sediaan zat besi, dapat berkurang efektivitasnya
  • Warfarin dan antikoagulan kumarin lain: perlu pemantauan INR karena pernah dilaporkan perubahan nilai pembekuan darah
  • Methotrexate dosis tinggi: kadar dalam darah dapat meningkat sehingga risiko toksisitas naik
  • Obat yang dimetabolisme lewat enzim hati sitokrom P450 perlu diperhatikan; sampaikan seluruh obat, suplemen, dan jamu yang sedang digunakan kepada dokter atau apoteker sebelum memulai pantoprazole

Peringatan Penting

  • Pantoprazole adalah obat keras dan HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Jangan membeli atau memakainya tanpa pemeriksaan dan resep dokter, dan jangan memakai sisa resep milik orang lain.
  • Jangan menggunakan pantoprazole lebih dari 4 minggu tanpa konsultasi dokter. Keluhan lambung yang menetap perlu dievaluasi penyebabnya, bukan sekadar ditekan gejalanya.
  • Segera periksakan diri bila muncul gejala alarm seperti penurunan berat badan tanpa sebab, muntah darah, feses berwarna hitam, sulit menelan, nyeri perut hebat, atau anemia. Gejala ini dapat menandakan penyakit serius, dan pantoprazole justru bisa menyamarkan gejala kanker lambung sehingga diagnosis tertunda.
  • Sampaikan kepada dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap pantoprazole atau PPI lain (omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, rabeprazole), serta sebutkan seluruh obat, suplemen, dan jamu yang sedang dipakai.
  • Tablet salut enterik harus ditelan utuh, tidak boleh dikunyah atau digerus.
  • Pemakaian jangka panjang dapat menurunkan penyerapan vitamin B12; dokter mungkin menyarankan pemantauan berkala.
  • Pantoprazole berbeda dengan ranitidin. Ranitidin yang ditarik BPOM pada tahun 2019 karena cemaran NDMA adalah obat golongan lain; pantoprazole tidak termasuk dalam penarikan tersebut dan produknya masih terdaftar resmi serta beredar legal di Indonesia.
  • Pantoprazole tunggal bukan produk kombinasi. Pada terapi eradikasi H. pylori, pantoprazole diberikan bersama dua antibiotik sebagai regimen resep dokter, bukan dalam satu tablet.
  • Bagi ibu hamil, ibu menyusui, penderita gangguan hati atau ginjal, dan pasien dengan penyakit penyerta lain, penggunaan hanya boleh atas pertimbangan dokter.
  • Selalu cek nomor izin edar BPOM pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan, dan beli hanya di apotek resmi untuk menghindari produk palsu.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Pantoprazole obat apa?

Pantoprazole adalah obat penghambat pompa proton (PPI) dengan zat aktif pantoprazole sodium sesquihydrate. Obat ini bekerja menghambat enzim H+/K+-ATPase pada sel parietal lambung sehingga produksi asam lambung menurun. Pantoprazole diresepkan untuk tukak lambung dan tukak usus dua belas jari, refluks esofagitis sedang sampai berat, sindrom Zollinger-Ellison serta kondisi hipersekresi asam lainnya, dan sebagai bagian regimen eradikasi Helicobacter pylori bersama dua antibiotik. Pantoprazole termasuk obat keras yang harus dengan resep dokter.

Apakah pantoprazole ditarik BPOM seperti ranitidin?

Tidak. Yang ditarik BPOM pada tahun 2019 karena cemaran NDMA adalah ranitidin, bukan pantoprazole. Sampai pengecekan terakhir tidak ditemukan penarikan, suspensi, atau pembatasan BPOM terhadap pantoprazole. Brosur PANTOZOL 40 mg tercatat disetujui BPOM sejak 07/07/2023, dan produk pantoprazole termasuk sediaan generik dari beberapa produsen masih memiliki nomor izin edar aktif di Indonesia. Untuk memastikan, verifikasi sendiri nomor izin edar yang tertera pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id.

Berapa dosis pantoprazole dan bolehkah tabletnya digerus?

Sediaan yang beredar berupa tablet salut enterik 20 mg dan 40 mg serta injeksi 40 mg per vial untuk pemakaian di rumah sakit, dengan dosis lazim dewasa 40 mg sehari menurut informasi produk. Namun dosis pasti dan lama terapi ditentukan dokter sesuai kondisi Anda, jadi ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Tablet salut enterik harus ditelan utuh dengan air dan tidak boleh dikunyah, dibelah, atau digerus, karena lapisan enteriknya melindungi zat aktif dari asam lambung. Jangan memakai pantoprazole lebih dari 4 minggu tanpa konsultasi dokter, dan segera periksa bila muncul gejala alarm seperti muntah darah, feses hitam, sulit menelan, atau berat badan turun tanpa sebab.

Obat Terkait (PPI / Lambung)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan PPI / Lambung — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Brosur resmi PANTOZOL 40 mg Tablet Salut Enterik (informasi untuk pasien), disetujui BPOM 07/07/2023
  2. 2. Cek BPOM - verifikasi nomor izin edar produk pantoprazole yang beredar di Indonesia
  3. 3. PIONAS BPOM - informasi obat nasional Indonesia, kelas terapi penghambat pompa proton

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.