Lewati ke konten
PPI / LambungResep dokter

Propepsa

Propepsa adalah **obat lambung** dengan zat aktif **sukralfat (sucralfate)** dalam bentuk suspensi oral, yang digunakan untuk mengobati **tukak lambung**, **tukak duodenum**, dan gastritis kronik. Berbeda dengan obat penekan asam, sukralfat bekerja **secara lokal di permukaan lambung**: ia membentuk **lapisan pelindung di atas jaringan luka** sehingga tukak terlindung dari asam lambung, pepsin, dan garam empedu, lalu proses penyembuhan dapat berjalan. Propepsa termasuk **obat keras** (lingkaran merah) sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**. Sebelum memakai, cocokkan kekuatan dan aturan pakai pada kemasan atau resep Anda, dan pastikan nomor izin edarnya terdaftar dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.

Nama generik
Sukralfat (Sucralfate)
Nama dagang
Propepsa
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi tukak lambung (gastric ulcer) dan tukak duodenum, terutama sebagai terapi jangka pendek selama sekitar 4-8 minggu sesuai penilaian dokter
  • Membantu penanganan gastritis kronik (radang dinding lambung menahun) atas indikasi dokter
  • Profilaksis stress ulcer dan pencegahan perdarahan saluran cerna atas pada pasien kritis di fasilitas kesehatan
  • Perlindungan mukosa lambung yang mengalami luka akibat paparan asam lambung, pepsin, dan garam empedu

Dosis

Dewasa
Dosis lazim dewasa adalah 4 kali sehari 1 gram (umumnya setara 2 sendok takar suspensi), atau sesuai resep dokter dan aturan pakai pada kemasan. Propepsa diminum saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum makan dan sebelum tidur malam. Kocok botol lebih dulu agar suspensi tercampur rata dan gunakan sendok takar yang disertakan, bukan sendok makan rumah tangga. Lama terapi tukak umumnya 4-8 minggu; jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri tanpa arahan dokter.
Anak
Dosis dan keamanan sukralfat pada anak belum ditetapkan secara pasti pada informasi produk yang tersedia. Jangan memberikan Propepsa kepada anak tanpa resep dan pengawasan langsung dokter anak; dokter yang akan menentukan perlu tidaknya obat ini serta takarannya.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang tercantum untuk lansia; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Karena fungsi ginjal umumnya menurun seiring usia dan sukralfat mengandung aluminium, penggunaan jangka panjang pada lansia sebaiknya dipantau dokter.

Efek Samping

  • Konstipasi (sembelit) — efek samping yang paling sering dilaporkan pada pengguna sukralfat
  • Mulut kering dan rasa tidak enak di mulut
  • Mual, muntah, atau perut terasa penuh dan kembung
  • Diare atau gangguan pencernaan ringan lain
  • Pusing, sakit kepala, dan rasa mengantuk
  • Gangguan tidur atau vertigo pada sebagian orang
  • Ruam kulit, gatal, atau reaksi hipersensitivitas — hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul bengkak pada wajah, bibir, atau sesak napas
  • Pada pemakaian jangka panjang, terutama bila fungsi ginjal terganggu, dapat terjadi penumpukan aluminium dalam tubuh

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap sukralfat atau komponen lain dalam sediaan
  • Pasien dengan gangguan ginjal berat atau gagal ginjal tanpa pengawasan dokter, karena risiko penumpukan aluminium
  • Penggunaan tanpa resep dokter — Propepsa adalah obat keras dan bukan obat maag bebas

Interaksi dengan Obat Lain

  • Sukralfat dapat menurunkan penyerapan antibiotik golongan kuinolon (misalnya siprofloksasin, levofloksasin) sehingga efek antibiotik berkurang
  • Mengganggu absorpsi digoksin, fenitoin, dan levotiroksin, sehingga kadar obat tersebut dalam darah bisa turun
  • Dapat memengaruhi penyerapan ketokonazol, tetrasiklin, dan sebagian obat lain yang diminum bersamaan
  • Beri jeda waktu minimal sekitar 2 jam antara Propepsa dan obat lain, atau ikuti jarak yang ditentukan dokter maupun apoteker
  • Antasida sebaiknya tidak diminum berdekatan waktunya dengan Propepsa; beri jarak sekitar 30 menit atau sesuai anjuran dokter
  • Informasikan kepada dokter semua obat resep, obat bebas, herbal, dan suplemen yang sedang Anda konsumsi

Peringatan Penting

  • Propepsa termasuk obat keras (lingkaran merah) sehingga wajib dibeli dan digunakan dengan resep dokter; jangan melakukan pengobatan sendiri, jangan membeli dari penjual yang tidak jelas, dan jangan memakai resep milik orang lain
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, khususnya alergi terhadap sukralfat atau bahan lain dalam sediaan, sebelum memulai pengobatan
  • Sukralfat bukan obat penghambat pompa proton dan bukan antasida. Obat ini bekerja dengan melapisi serta melindungi mukosa lambung, bukan menekan produksi asam lambung
  • Agar lapisan pelindung terbentuk optimal, obat harus diminum saat perut kosong sesuai anjuran; meminumnya bersama makanan dapat mengurangi efektivitas
  • Hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, pasien cuci darah, dan pemakaian jangka panjang karena kandungan aluminium dapat menumpuk dalam tubuh
  • Beri tahu dokter bila Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui sebelum menggunakan Propepsa
  • Segera periksa ke dokter bila nyeri ulu hati tidak membaik atau makin berat, muncul muntah darah, BAB hitam seperti aspal, nyeri perut hebat, berat badan turun drastis, sulit menelan, atau tubuh terasa sangat lemas dan pucat — ini tanda bahaya yang butuh evaluasi medis segera
  • Sediaan Propepsa yang umum beredar di Indonesia adalah suspensi oral dalam botol 100 mL dan 200 mL; kekuatan obat dinyatakan per takaran sendok, bukan per botol, jadi baca label kemasan dengan teliti
  • Sebelum membeli, pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang valid dengan memeriksanya di cekbpom.pom.go.id, dan periksa tanggal kedaluwarsa serta kondisi segel kemasan
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak; jangan dibekukan

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Propepsa obat apa?

Propepsa adalah obat keras berisi zat aktif sukralfat (sucralfate) dalam bentuk suspensi oral yang digunakan untuk mengobati tukak lambung, tukak duodenum, dan gastritis kronik, serta untuk mencegah stress ulcer pada pasien kritis. Sukralfat bekerja secara lokal dengan membentuk lapisan pelindung di atas jaringan luka lambung sehingga terlindung dari asam lambung, pepsin, dan garam empedu. Karena berstatus obat keras, Propepsa hanya boleh dibeli dan dipakai dengan resep dokter, dan nomor izin edarnya dapat Anda verifikasi di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Propepsa sama dengan obat maag biasa seperti antasida atau omeprazole?

Tidak sama. Antasida menetralkan asam yang sudah ada, sedangkan obat seperti omeprazole (penghambat pompa proton) menekan produksi asam lambung. Propepsa dengan zat aktif sukralfat bekerja berbeda: ia tidak menurunkan produksi asam, melainkan melapisi dan melindungi permukaan luka di dinding lambung dan usus dua belas jari agar dapat sembuh. Karena mekanismenya berbeda, dokter kadang meresepkannya bersama obat penekan asam, tetapi kombinasi dan jarak minumnya harus ditentukan dokter. Propepsa juga bukan obat maag bebas yang bisa dipakai sesuka hati, karena termasuk obat keras yang butuh resep.

Kapan waktu terbaik minum Propepsa dan apa efek samping yang paling sering?

Propepsa sebaiknya diminum saat perut kosong, yaitu sekitar 1 jam sebelum makan dan sebelum tidur malam, agar lapisan pelindungnya dapat menempel langsung pada jaringan luka. Kocok botol sebelum dipakai dan gunakan sendok takar yang tersedia, dengan takaran sesuai resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Efek samping yang paling sering adalah konstipasi atau sembelit; selain itu bisa muncul mulut kering, mual, dan pusing. Beri jeda sekitar 2 jam bila Anda juga minum obat lain seperti antibiotik kuinolon, digoksin, fenitoin, atau levotiroksin, karena sukralfat dapat mengganggu penyerapannya. Bila keluhan tidak membaik atau muncul muntah darah maupun BAB hitam, segera periksa ke dokter.

Obat Terkait (PPI / Lambung)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan PPI / Lambung — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Propepsa Suspensi 200 ml (komposisi, golongan obat keras, nomor izin edar BPOM)
  2. 2. PIONAS BPOM - Monografi zat aktif Sucralfate
  3. 3. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.