Lewati ke konten
Obat Kulit TopikalResep dokter

Bioplacenton

Bioplacenton adalah **obat luka oles berbentuk jeli (gel)** yang berisi kombinasi **ekstrak plasenta 10%** dan **neomycin sulfate 0,5%**, digunakan untuk membantu penyembuhan **luka bakar, luka terinfeksi, luka akibat air atau uap panas (scald), dan ulkus kulit**. Ekstrak plasenta berperan sebagai **stimulator biogenik** yang membantu regenerasi sel dan penyembuhan luka, sedangkan neomycin sulfate adalah **antibiotik aminoglikosida topikal** yang aktif terhadap banyak bakteri Gram positif dan Gram negatif. Bioplacenton diproduksi oleh **PT Kalbe Farma Tbk** dalam kemasan tube 15 gram dan terdaftar di BPOM sebagai **obat keras** (No. Reg. DKL7211638828A1), sehingga secara aturan harus digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Ekstrak plasenta (placenta extract) + neomycin sulfate
Nama dagang
Bioplacenton
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu penyembuhan luka bakar
  • Luka yang terinfeksi bakteri - neomycin sulfate aktif terhadap banyak bakteri Gram positif dan Gram negatif
  • Luka akibat air panas atau uap panas (scald)
  • Ulkus kulit (luka terbuka atau borok pada kulit)
  • Mendukung regenerasi sel dan penyembuhan jaringan pada luka melalui kandungan ekstrak plasenta, sekaligus menekan pertumbuhan bakteri di permukaan luka melalui neomycin

Dosis

Dewasa
Sesuai label yang disetujui BPOM, oleskan jeli secukupnya pada permukaan luka 3-5 kali sehari sesuai kebutuhan. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan, dan ikuti arahan dokter tentang perawatan luka, termasuk apakah luka perlu ditutup kasa. Lama pemakaian mengikuti resep dokter; jangan dipakai terus-menerus tanpa evaluasi karena pemakaian neomycin jangka panjang dapat memicu infeksi sekunder. Beberapa situs kesehatan menulis frekuensi berbeda (4-6 kali sehari), tetapi pegangan yang dipakai di halaman ini adalah label BPOM atau anjuran dokter Anda. Luka bakar yang luas atau dalam tidak untuk diobati sendiri dan perlu penanganan di fasilitas kesehatan.
Anak
Sumber yang kami tinjau tidak merinci aturan pakai khusus untuk anak. Pemakaian pada anak, terutama bayi dan luka yang luas, harus berdasarkan pemeriksaan dan resep dokter, karena pada luka luas neomycin dapat terserap ke dalam tubuh. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Lansia
Tidak ada aturan pakai khusus lansia dalam sumber yang kami tinjau; umumnya mengikuti anjuran dokter. Lansia dengan gangguan fungsi ginjal perlu lebih berhati-hati, karena pada luka bakar yang luas neomycin dapat terserap dan berisiko mengganggu ginjal (nefrotoksisitas) atau pendengaran (ototoksisitas).

Efek Samping

  • Reaksi sensitisasi atau alergi kulit terhadap neomycin, misalnya kemerahan, gatal, ruam, atau bengkak di sekitar luka - hentikan pemakaian bila ini terjadi
  • Rasa perih, panas, atau iritasi ringan di area yang diolesi
  • Infeksi sekunder, misalnya infeksi jamur, pada pemakaian neomycin jangka panjang
  • Gangguan ginjal (nefrotoksisitas) dan/atau gangguan pendengaran atau keseimbangan (ototoksisitas) - jarang, terutama bila dipakai pada luka bakar yang luas, pada pasien dengan gangguan ginjal, atau bila dipakai bersama obat lain yang berisiko merusak ginjal atau pendengaran, karena neomycin dapat terserap ke dalam tubuh
  • Reaksi alergi berat seperti ruam meluas, bengkak pada wajah atau bibir, atau sesak napas - jarang, tetapi segera cari pertolongan medis

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap neomycin atau antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamisin), karena dapat terjadi reaksi silang
  • Alergi terhadap ekstrak plasenta atau bahan tambahan dalam sediaan, termasuk pengawet methylparaben dan propylparaben
  • Pemakaian pada mata atau kulit di sekitar mata

Interaksi dengan Obat Lain

  • Antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamisin, amikasin, tobramisin, streptomisin) - menurut label BPOM jangan dipakai bersamaan bila ada kemungkinan penyerapan sistemik yang bermakna (misalnya pada luka bakar atau kulit yang terluka, pemakaian dalam jumlah besar, atau pada area luas dalam waktu lama), karena risiko efek toksik pada ginjal dan pendengaran dapat bertambah
  • Obat penghambat neuromuskuler (pelemas otot yang dipakai saat pembiusan atau operasi) - label BPOM melarang pemakaian bersamaan bila ada kemungkinan penyerapan sistemik. Beri tahu dokter anestesi bila Anda sedang memakai Bioplacenton pada luka yang luas
  • Obat lain yang berisiko mengganggu ginjal atau pendengaran, misalnya diuretik kuat seperti furosemid - relevan bila neomycin terserap ke dalam tubuh, diskusikan dengan dokter atau apoteker
  • Produk oles lain pada luka yang sama (antiseptik, salep, atau krim lain) sebaiknya tidak dicampur tanpa arahan dokter atau apoteker

Peringatan Penting

  • Bioplacenton terdaftar di BPOM sebagai obat keras (No. Reg. DKL7211638828A1; huruf K berarti golongan obat keras) dan labelnya mencantumkan "Harus dengan resep dokter". Meskipun di Indonesia obat ini banyak dijual bebas, secara aturan Bioplacenton adalah obat resep dan tidak untuk pengobatan sendiri tanpa pemeriksaan dokter.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi obat, terutama terhadap neomycin, antibiotik aminoglikosida lain, atau pengawet paraben.
  • Hanya untuk pemakaian luar. Jangan dipakai pada mata atau kulit di sekitar mata, dan jangan ditelan.
  • Hentikan pemakaian bila terjadi sensitisasi, misalnya kemerahan, gatal, ruam, atau bengkak yang justru bertambah setelah dioleskan.
  • Pemakaian neomycin jangka panjang dapat memicu infeksi sekunder, misalnya infeksi jamur. Gunakan sesuai lama pemakaian yang dianjurkan dokter.
  • Pada luka bakar yang luas dapat terjadi nefrotoksisitas dan/atau ototoksisitas, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal. Beri tahu dokter bila Anda punya penyakit ginjal atau gangguan pendengaran.
  • Pada kehamilan dan menyusui, Bioplacenton digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan dan atas saran dokter.
  • Indikasi di halaman ini mengikuti label yang disetujui BPOM (luka bakar, luka terinfeksi, scald, dan ulkus kulit). Beberapa situs kesehatan menyebut indikasi yang lebih luas, seperti luka sayat atau luka operasi; untuk luka jenis lain, tanyakan dokter terlebih dahulu.
  • Segera periksa ke dokter bila luka tidak membaik, bertambah merah, bengkak, bernanah, berbau, atau disertai demam. Segera ke IGD untuk luka bakar yang luas atau dalam, luka bakar di wajah, tangan, kaki, atau area kelamin, luka bakar akibat listrik atau bahan kimia, atau bila muncul reaksi alergi berat seperti bengkak di wajah atau sesak napas.
  • Ada varian terpisah bernama Bioplacenton Tulle (kasa atau dressing). Informasi di halaman ini berlaku untuk Bioplacenton jeli (gel) tube 15 gram, jadi jangan menyamakan aturan pakai keduanya.
  • Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan memeriksanya di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli, terutama bila membeli secara daring.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Bioplacenton obat apa?

Bioplacenton adalah obat luka oles berbentuk jeli (gel) yang berisi ekstrak plasenta 10% dan neomycin sulfate 0,5%. Menurut label yang disetujui BPOM, obat ini dipakai untuk membantu penyembuhan luka bakar, luka terinfeksi, luka akibat air atau uap panas (scald), dan ulkus kulit. Ekstrak plasenta membantu regenerasi sel dan penyembuhan luka, sedangkan neomycin adalah antibiotik topikal yang melawan banyak bakteri Gram positif dan Gram negatif. Bioplacenton diproduksi PT Kalbe Farma Tbk dan tergolong obat keras, jadi harus dengan resep dokter.

Apakah Bioplacenton harus pakai resep dokter, padahal banyak dijual bebas?

Ya. Nomor registrasi Bioplacenton adalah DKL7211638828A1. Huruf K di dalamnya menandakan golongan obat keras, dan label resminya mencantumkan "Harus dengan resep dokter". Obat ini memang mudah ditemukan di apotek maupun toko daring, tetapi secara aturan tetap obat resep, karena mengandung antibiotik neomycin yang dapat memicu alergi kulit dan infeksi sekunder bila dipakai tidak tepat. Sebelum membeli, cocokkan nomor izin edar pada kemasan di cekbpom.pom.go.id.

Bolehkah Bioplacenton dipakai untuk jerawat, bekas luka, atau luka sayat biasa?

Label yang disetujui BPOM hanya menyebut luka bakar, luka terinfeksi, luka akibat air atau uap panas, dan ulkus kulit. Jerawat dan bekas luka tidak tercantum sebagai indikasi. Beberapa situs menyebut luka sayat atau luka operasi, tetapi hal itu tidak ada dalam label BPOM. Karena Bioplacenton mengandung antibiotik, memakainya tanpa kebutuhan yang jelas bisa memicu sensitisasi kulit, dan pemakaian jangka panjang bisa memicu infeksi sekunder seperti infeksi jamur. Jangan oleskan di dekat mata, dan konsultasikan ke dokter untuk keluhan kulit di luar indikasi label.

Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Informasi produk Bioplacenton yang disetujui (No. Reg. DKL7211638828A1, disetujui 17/07/2024)
  2. 2. Cek Izin Edar Produk - BPOM RI
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.