Lewati ke konten
Obat Kulit TopikalResep dokter

Borraginol

Borraginol adalah **obat wasir (hemoroid)** dalam bentuk **salep** dan **suppositoria** (obat yang dimasukkan lewat dubur) yang berisi kombinasi **anestesi lokal**, **antiseptik**, dan **ekstrak herbal Lithospermi radix**. Obat ini hadir dalam dua formula: **Borraginol-N** (benzokain, dibukain, difenhidramin, setrimid, dan ekstrak Lithospermi radix, **tanpa steroid**) dan **Borraginol-S** (benzokain, lidokain, **prednisolon**, setrimid, dan ekstrak Lithospermi radix). Borraginol dipakai untuk meredakan **nyeri, gatal, bengkak, dan radang** pada wasir dalam maupun luar, wasir berdarah, luka terbuka pada dubur, prolaps anus, periproktitis, dan gatal di dubur, sekaligus membantu penyembuhan luka. Produk ini dibuat oleh PT Takeda Indonesia dan terdaftar di BPOM sebagai **obat keras**, sehingga harus dibeli dengan **resep dokter**.

Nama generik
Kombinasi, tergantung varian. Borraginol-N: ekstrak Lithospermi radix + etil aminobenzoat (benzokain) + dibukain (sinkokain) HCl + difenhidramin HCl + setrimid. Borraginol-S: ekstrak Lithospermi radix + prednisolon + lidokain + etil aminobenzoat (benzokain) + setrimid
Nama dagang
Borraginol
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan nyeri, gatal, bengkak, dan radang akibat wasir (hemoroid) dalam maupun luar
  • Wasir berdarah
  • Luka terbuka pada dubur, sekaligus membantu proses penyembuhan luka
  • Prolaps anus (turunnya jaringan dubur keluar dari lubang anus)
  • Periproktitis (radang pada jaringan di sekitar dubur)
  • Gatal pada dubur (pruritus ani)
  • Khusus Borraginol-S: juga diindikasikan untuk fistula ani dan luka robek perineum

Dosis

Dewasa
Dosis, frekuensi, dan lama pemakaian ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter; dokter juga yang menentukan varian (N atau S) dan bentuk sediaan (salep atau suppositoria) sesuai jenis dan lokasi keluhan. Secara umum, bersihkan dan keringkan area dubur terlebih dahulu, lalu salep dioleskan pada area yang bermasalah, sedangkan suppositoria dimasukkan ke dalam dubur. Suppositoria hanya untuk dipakai lewat dubur dan tidak boleh ditelan. Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai. Untuk Borraginol-S (mengandung prednisolon), label BPOM membatasi pemakaian paling lama 4 minggu; jangan memperpanjang sendiri tanpa evaluasi dokter.
Anak
Sumber kami tidak mencantumkan dosis anak yang terverifikasi, dan label BPOM Borraginol-S meminta kehati-hatian pada anak. Pemakaian pada anak hanya atas resep dan pengawasan dokter, dengan mengikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Perlu diingat bahwa bayi dan anak kecil lebih rentan mengalami methemoglobinemia akibat benzokain, sehingga produk ini jangan diberikan pada anak tanpa arahan dokter.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang tercantum dalam sumber kami; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Lansia yang memiliki gangguan jantung, denyut jantung lambat (bradikardia), gangguan hati, atau sedang minum obat antiaritmia perlu memberi tahu dokter sebelum memakai Borraginol-S, karena label BPOM meminta kehati-hatian pada kondisi tersebut.

Efek Samping

  • Reaksi kulit dan selaput lendir di area pemakaian: rasa terbakar, gatal, ruam, biduran (urtikaria), dan bengkak
  • Iritasi atau reaksi alergi (hipersensitivitas) terhadap salah satu komponen, misalnya anestesi lokal, difenhidramin, atau setrimid
  • Methemoglobinemia (tercantum sebagai efek samping pada label suppositoria Borraginol-N dan Borraginol-S tahun 2025; efek ini umumnya dikaitkan dengan kandungan benzokain): gangguan darah langka yang membuat darah kurang mampu mengangkut oksigen, dengan tanda kulit, bibir, atau kuku kebiruan atau keabu-abuan, sesak napas, pusing, sakit kepala, lemas, dan jantung berdebar
  • Khusus Borraginol-S (mengandung prednisolon): pemakaian lebih lama dari anjuran berisiko menimbulkan efek khas kortikosteroid, seperti penipisan kulit atau selaput lendir dan meningkatnya risiko infeksi di area pemakaian
  • Jarang, terutama bila dipakai berlebihan atau pada selaput lendir yang rusak: penyerapan anestesi lokal ke dalam tubuh dapat menimbulkan pusing, rasa kebas di sekitar mulut, atau gangguan irama jantung

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitif) terhadap salah satu komponen Borraginol, termasuk benzokain (etil aminobenzoat), dibukain (sinkokain), lidokain, difenhidramin, setrimid, prednisolon, atau ekstrak Lithospermi radix. Ini satu-satunya kontraindikasi yang tercantum pada label BPOM
  • Khusus Borraginol-S: trimester pertama kehamilan, karena bagian peringatan label BPOM menyebutkan bahwa sediaan kortikosteroid topikal sebaiknya dihindari pada masa ini
  • Khusus Borraginol-S, sebagai pertimbangan umum untuk obat kortikosteroid: area dubur dengan infeksi bakteri, jamur, atau virus yang belum diobati, karena kandungan kortikosteroidnya dapat menyamarkan dan memperberat infeksi

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat antiaritmia (obat gangguan irama jantung): lidokain dalam Borraginol-S dapat berinteraksi dengan obat golongan ini, sebagaimana tercantum pada label BPOM
  • Produk lain yang juga mengandung anestesi lokal (salep, gel, atau semprot pereda nyeri) dapat menambah risiko efek samping, termasuk methemoglobinemia dan efek pada jantung
  • Obat lain yang diketahui dapat memicu methemoglobinemia, seperti dapson atau obat golongan nitrat, dapat menambah risiko bila dipakai bersamaan dengan benzokain
  • Produk lain yang mengandung difenhidramin, termasuk obat alergi atau obat tidur yang diminum, sebaiknya tidak dipakai bersamaan dengan Borraginol-N tanpa bertanya ke dokter atau apoteker
  • Kortikosteroid lain (oral, inhalasi, suntik, atau oles) dapat menambah beban steroid total bila memakai Borraginol-S
  • Beri tahu dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda pakai sebelum memulai Borraginol

Peringatan Penting

  • Borraginol adalah obat keras. Nomor registrasinya berawalan DKL (kode obat keras produksi dalam negeri) dan label yang disetujui BPOM mencantumkan HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Jangan dipakai untuk pengobatan sendiri, karena perdarahan atau benjolan di dubur tidak selalu disebabkan wasir dan perlu diperiksa dokter
  • Perhatikan varian yang Anda pakai: Borraginol-S mengandung kortikosteroid (prednisolon), sedangkan Borraginol-N tidak. Label BPOM membatasi pemakaian Borraginol-S paling lama 4 minggu
  • Label BPOM Borraginol-S meminta kehati-hatian pada anak serta pada pasien dengan selaput lendir yang rusak, riwayat epilepsi, gangguan jantung, denyut jantung lambat (bradikardia), gangguan hati, syok, dan pada ibu menyusui
  • Segera cari pertolongan medis bila setelah pemakaian kulit, bibir, atau kuku tampak kebiruan atau keabu-abuan, atau muncul sesak napas, pusing, sakit kepala, atau jantung berdebar, karena bisa menandakan methemoglobinemia
  • Hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila muncul reaksi alergi atau iritasi, seperti rasa terbakar, gatal, ruam, biduran, atau bengkak
  • Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai varian mana pun; Borraginol-S dianjurkan untuk dihindari pada trimester pertama kehamilan
  • Hanya untuk pemakaian luar dan lewat dubur. Suppositoria tidak untuk ditelan, dan hindari kontak salep dengan mata
  • Periksakan diri ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam waktu yang ditentukan dokter, perdarahan banyak atau terus berulang, muncul nyeri hebat dan demam, atau ada tanda lain seperti BAB berwarna hitam, perubahan pola BAB, atau berat badan turun tanpa sebab, karena keluhan ini perlu dibedakan dari penyakit usus lain yang lebih serius
  • Borraginol yang terdaftar di BPOM adalah Borraginol-N dan Borraginol-S dari PT Takeda Indonesia, dengan lisensi dari Takeda Pharmaceutical Company Limited, Jepang. Produk bernama mirip dari luar negeri dapat memiliki formula berbeda, jadi jangan memakai produk impor yang tidak memiliki izin edar BPOM
  • Simpan sesuai petunjuk pada kemasan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Pastikan produk memiliki nomor registrasi BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id. Nomor yang tercantum pada label BPOM antara lain Borraginol-N salep DKL7225102230A1, Borraginol-N suppositoria DKL7225102353A1, dan Borraginol-S suppositoria DKL7225102553A1; untuk Borraginol-S salep, cocokkan sendiri nomor pada kemasan di situs BPOM

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Borraginol obat apa?

Borraginol adalah obat wasir (hemoroid) berbentuk salep dan suppositoria yang meredakan nyeri, gatal, bengkak, dan radang pada wasir dalam maupun luar, wasir berdarah, luka terbuka pada dubur, prolaps anus, periproktitis, dan gatal di dubur, sekaligus membantu penyembuhan luka. Isinya kombinasi anestesi lokal (benzokain ditambah dibukain atau lidokain), antiseptik setrimid, dan ekstrak herbal Lithospermi radix yang bersifat antiradang. Varian Borraginol-N juga berisi antihistamin difenhidramin, sedangkan Borraginol-S berisi kortikosteroid prednisolon. Borraginol dibuat oleh PT Takeda Indonesia dan berstatus obat keras, jadi hanya boleh dibeli dan dipakai dengan resep dokter. Cek nomor registrasi pada kemasan di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produknya terdaftar resmi.

Apa bedanya Borraginol-N dan Borraginol-S?

Perbedaan utamanya ada pada steroid. Borraginol-N tidak mengandung steroid. Menurut label BPOM, tiap gram salepnya berisi ekstrak Lithospermi radix 0,09 mg, etil aminobenzoat (benzokain) 10 mg, dibukain HCl 0,25 mg, difenhidramin HCl 0,25 mg, dan setrimid 1,25 mg. Borraginol-S mengandung kortikosteroid prednisolon dan memakai lidokain sebagai pengganti dibukain, tanpa difenhidramin. Tiap suppositoria Borraginol-S berisi ekstrak Lithospermi radix 0,18 mg, prednisolon 1,02 mg, lidokain 15,20 mg, benzokain 20,21 mg, dan setrimid 2,53 mg. Selain indikasi wasir, Borraginol-S juga dipakai untuk fistula ani dan luka robek perineum. Karena ada steroidnya, label BPOM membatasi pemakaian Borraginol-S paling lama 4 minggu. Varian mana yang cocok untuk Anda harus ditentukan dokter.

Apakah Borraginol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Jangan memakai Borraginol saat hamil atau menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter. Label BPOM menganjurkan Borraginol-S dihindari pada trimester pertama kehamilan, dan meminta kehati-hatian pada ibu menyusui. Kami tidak menemukan kategori keamanan kehamilan resmi untuk produk kombinasi ini, sehingga keputusan pemakaian sepenuhnya ada di tangan dokter setelah menimbang manfaat dan risikonya. Wasir memang sering muncul selama kehamilan, jadi sampaikan keluhan Anda ke dokter kandungan agar mendapat pengobatan yang sesuai. Ingat pula bahwa Borraginol adalah obat keras yang wajib dengan resep dokter.

Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Label disetujui BPOM - Borraginol-N Salep, DKL7225102230A1 (disetujui 02/10/2024)
  2. 2. Label disetujui BPOM - Borraginol-S Suppositoria, DKL7225102553A1 (disetujui 11/06/2025)
  3. 3. BPOM RI - Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.