Sanmol
Sanmol adalah obat berisi **parasetamol** (paracetamol) sebagai **zat aktif tunggal** yang diproduksi **PT Sanbe Farma**, dipakai untuk **menurunkan demam** dan **meredakan nyeri ringan sampai sedang** seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid. Sanmol termasuk golongan **analgesik-antipiretik non-opioid**: ia menaikkan ambang rasa sakit dan bekerja langsung pada pusat pengatur panas di **hipotalamus**. Sediaan oral yang umum (tablet 500 mg, Forte 650 mg, sirup, dan drop) berstatus **obat bebas** (lingkaran hijau), tetapi sediaan **infus** dan **tablet effervescent SANMOL 1 (1000 mg)** berstatus **obat keras yang harus dengan resep dokter**.
- Nama generik
- Parasetamol (paracetamol/acetaminophen)
- Nama dagang
- Sanmol
Indikasi (Untuk apa)
- Menurunkan demam (antipiretik), termasuk demam karena flu dan demam setelah imunisasi
- Meringankan sakit kepala dan nyeri kepala ringan sampai sedang
- Meredakan sakit gigi serta nyeri setelah cabut gigi atau tindakan gigi lain
- Meredakan nyeri otot (mialgia) dan pegal-pegal
- Meredakan nyeri haid (dismenore)
- Meredakan nyeri pasca operasi ringan sampai sedang
Dosis
Efek Samping
- Pada dosis yang dianjurkan, parasetamol umumnya ditoleransi baik dan efek samping jarang terjadi
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di perut
- Ruam kulit, gatal, atau reaksi hipersensitivitas/alergi
- Reaksi kulit berat yang sangat jarang (mis. ruam melepuh disertai demam) yang butuh pertolongan medis segera
- Kelainan darah yang jarang seperti trombositopenia, leukopenia, atau agranulositosis pada pemakaian jangka panjang
- Kerusakan hati (hepatotoksisitas) bila dipakai melebihi dosis, dalam jangka panjang, atau pada peminum alkohol
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitivitas atau riwayat alergi terhadap parasetamol
- Gangguan fungsi hati berat
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat lain yang juga mengandung parasetamol (banyak obat flu, batuk, dan pereda nyeri kombinasi) - risiko overdosis tanpa disadari; selalu baca komposisi setiap obat yang diminum bersamaan
- Alkohol - meningkatkan risiko kerusakan hati
- Warfarin dan antikoagulan kumarin lain - pemakaian parasetamol rutin dosis tinggi dapat meningkatkan efek pengencer darah (INR naik)
- Obat penginduksi enzim hati seperti rifampisin, isoniazid, karbamazepin, fenitoin, dan fenobarbital - dapat meningkatkan risiko toksisitas hati
- Metoklopramid dan domperidon mempercepat penyerapan parasetamol; kolestiramin mengurangi penyerapannya
- Beri tahu dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda konsumsi
Peringatan Penting
- Penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati. Parasetamol adalah salah satu penyebab utama gagal hati akut akibat obat - jangan melebihi 4 gram per hari untuk dewasa.
- Overdosis parasetamol sering terjadi tanpa disadari karena banyak obat flu dan batuk kombinasi juga mengandung parasetamol. Periksa komposisi semua obat yang Anda minum bersamaan.
- Tanda bahaya keracunan parasetamol: mual dan muntah terus-menerus, nyeri perut kanan atas, lemas berat, kulit atau mata menguning, urine berwarna gelap. Overdosis bisa terasa ringan pada hari pertama tetapi tetap merusak hati - bila terlanjur minum melebihi dosis, segera ke IGD tanpa menunggu gejala, karena penawarnya (N-asetilsistein) paling efektif bila diberikan dini.
- Risiko kerusakan hati meningkat pada peminum alkohol dan pada pasien dengan gangguan fungsi hati.
- Hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap parasetamol atau obat lain. Hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis segera bila muncul bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, sesak napas, atau ruam melepuh dan mengelupas.
- Bila demam tidak turun setelah 2 hari atau nyeri tidak hilang setelah 5 hari, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
- Jangan mengobati sendiri dan segera ke dokter bila demam terjadi pada bayi di bawah 3 bulan, atau bila demam disertai kejang, kaku kuduk, sesak napas, ruam yang tidak memucat saat ditekan, penurunan kesadaran, atau tanda dehidrasi berat.
- Status golongan obat berbeda per sediaan: tablet 500 mg, Forte 650 mg, sirup, dan drop adalah obat bebas, sedangkan infus 1000 mg/100 mL dan tablet effervescent SANMOL 1 (1000 mg) adalah obat keras yang HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Sediaan obat keras hanya boleh diperoleh dan digunakan atas resep dokter, bukan untuk pengobatan sendiri.
- Sanmol berisi parasetamol tunggal, sehingga secara zat aktif setara dengan parasetamol generik; perbedaan hanya pada merek, bentuk sediaan, dan harga.
- Catatan soal isu 2022: saat krisis Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) akibat cemaran etilen glikol/dietilen glikol pada sirup obat, BPOM menyatakan Sanmol sirup aman dan Sanmol tidak termasuk produk yang ditarik dari peredaran. Untuk status izin edar terkini, cek langsung di cekbpom.pom.go.id.
- Selalu cek nomor izin edar produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli untuk memastikan produk resmi dan bukan palsu. Beli obat hanya di apotek atau sarana resmi.
- Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Sanmol obat apa?
Sanmol adalah obat dengan zat aktif tunggal parasetamol (paracetamol) yang diproduksi PT Sanbe Farma. Fungsinya dua: menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri haid, dan nyeri setelah cabut gigi atau operasi. Sanmol tersedia dalam beberapa sediaan - tablet, tablet Forte, sirup, drop untuk bayi dan anak kecil, tablet effervescent, serta infus. Karena isinya parasetamol tunggal, Sanmol bukan obat kombinasi flu dan tidak mengandung antibiotik.
Apakah Sanmol bisa dibeli tanpa resep dokter?
Tergantung sediaannya. Sanmol tablet 500 mg, Forte 650 mg, sirup, dan drop termasuk obat bebas (lingkaran hijau) sehingga bisa dibeli tanpa resep di apotek. Namun Sanmol infus 1000 mg/100 mL (sediaan rumah sakit) dan tablet effervescent SANMOL 1 (1000 mg) adalah obat keras dan pada kemasannya tercetak HARUS DENGAN RESEP DOKTER - sediaan ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri. Pastikan produk yang Anda beli asli dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Sanmol sirup aman untuk anak setelah kasus gagal ginjal 2022?
Ya. Pada Oktober 2022 Indonesia menghadapi kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak akibat cemaran etilen glikol (EG)/dietilen glikol (DEG) di beberapa sirup obat. Nama Sanmol sempat ramai dibicarakan, tetapi BPOM menyatakan Sanmol sirup aman - Sanmol masuk daftar obat sirup yang dinyatakan tidak mengandung cemaran EG/DEG melebihi ambang batas dan tidak termasuk produk yang ditarik dari peredaran. Meski begitu, tetap berikan sesuai takaran pada kemasan, gunakan alat takar bawaan produk, dan bawa anak ke dokter bila demam tidak turun setelah 2 hari atau muncul tanda bahaya seperti kejang, sesak napas, atau anak sangat lemas.
Obat Terkait (Analgesik / Antipiretik)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Analgesik / Antipiretik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.