Lewati ke konten
Analgesik / AntipiretikBebas (tanpa resep)

Axaprofen

**Axaprofen** adalah obat **kombinasi ibuprofen dan paracetamol** yang digunakan untuk **menurunkan demam** dan **meredakan nyeri ringan sampai sedang** seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri haid. Ibuprofen termasuk golongan **OAINS (antiinflamasi nonsteroid)**, sedangkan paracetamol bekerja sebagai **analgesik-antipiretik non-opioid**. Axaprofen tersedia dalam bentuk **kaplet** (ibuprofen 200 mg + paracetamol 350 mg) dan **suspensi** untuk anak yang hanya mengandung ibuprofen (100 mg per 5 mL, tanpa paracetamol). Produk ini diproduksi oleh **PT Sampharindo Perdana**.

Nama generik
Ibuprofen + Paracetamol (kombinasi)
Nama dagang
Axaprofen
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 15 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Menurunkan demam (antipiretik), termasuk demam karena flu atau infeksi
  • Meredakan sakit kepala ringan
  • Meredakan sakit gigi dan nyeri setelah tindakan gigi
  • Mengatasi nyeri otot (mialgia) dan nyeri sendi ringan
  • Meredakan nyeri haid (dismenore primer)
  • Meredakan nyeri ringan sampai sedang, termasuk nyeri pasca operasi

Dosis

Dewasa
Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter/anjuran apoteker. Sediaan kaplet umumnya diminum sesudah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin dan jangan melebihi aturan pakai yang tertera.
Anak
Untuk anak digunakan sediaan suspensi yang hanya mengandung ibuprofen. Dosis disesuaikan dengan berat badan dan usia anak sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker. Jangan memberikan kepada anak di bawah usia yang tertera tanpa saran dokter.
Lansia
Pasien lanjut usia lebih rentan terhadap efek samping saluran cerna dan ginjal akibat ibuprofen. Gunakan dosis efektif terendah, awasi keluhan lambung, dan konsultasikan dengan dokter.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, atau diare
  • Risiko iritasi atau tukak lambung hingga perdarahan saluran cerna, terutama pada pemakaian lama atau dosis tinggi
  • Pusing atau sakit kepala
  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, atau biduran
  • Pada penggunaan paracetamol berlebihan: risiko gangguan atau kerusakan hati
  • Jarang: gangguan fungsi ginjal, retensi cairan, atau peningkatan tekanan darah akibat komponen ibuprofen

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi/hipersensitif terhadap ibuprofen, paracetamol, aspirin, atau OAINS lain
  • Riwayat tukak lambung atau perdarahan saluran cerna aktif
  • Penderita asma yang kambuh oleh aspirin atau OAINS
  • Gangguan hati atau ginjal berat
  • Kehamilan trimester ketiga

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat antikoagulan/pengencer darah (mis. warfarin) — meningkatkan risiko perdarahan
  • OAINS lain atau aspirin — meningkatkan risiko efek samping pada saluran cerna
  • Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, diuretik) — efektivitasnya dapat menurun oleh ibuprofen
  • Kortikosteroid — meningkatkan risiko tukak dan perdarahan lambung
  • Obat lain yang juga mengandung paracetamol atau ibuprofen — hindari penggunaan bersamaan untuk mencegah overdosis
  • Litium dan metotreksat — kadar dalam darah dapat meningkat

Peringatan Penting

  • Selalu cek nomor registrasi BPOM produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli untuk memastikan keaslian dan golongan obat.
  • Jangan mengonsumsi bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol atau ibuprofen untuk menghindari overdosis.
  • Minum sesudah makan dan batasi alkohol karena dapat meningkatkan risiko iritasi lambung serta gangguan hati.
  • Bila demam lebih dari 3 hari atau nyeri lebih dari beberapa hari tidak membaik, hentikan pemakaian dan hubungi dokter.
  • Ibu hamil (terutama trimester ketiga), ibu menyusui, serta penderita penyakit lambung, hati, ginjal, atau jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan.
  • Axaprofen tergolong obat bebas terbatas (lingkaran biru dengan tanda peringatan) sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap harus digunakan sesuai aturan pakai; bila ragu tanyakan kepada apoteker. Perlu diingat, obat yang tergolong obat keras hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Axaprofen obat apa?

Axaprofen adalah obat kombinasi ibuprofen dan paracetamol yang digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri haid. Bentuk kaplet berisi ibuprofen 200 mg dan paracetamol 350 mg, sedangkan bentuk suspensi untuk anak hanya mengandung ibuprofen 100 mg per 5 mL. Produk ini dibuat oleh PT Sampharindo Perdana.

Apakah Axaprofen harus dengan resep dokter?

Berdasarkan penanda pada kode registrasinya, Axaprofen tergolong obat bebas terbatas (lingkaran biru) sehingga umumnya dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap harus digunakan sesuai aturan pakai. Selalu verifikasi nomor BPOM di cekbpom.pom.go.id. Jika suatu produk ternyata tergolong obat keras (lingkaran merah bertanda huruf K), produk tersebut hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Apa perbedaan Axaprofen kaplet dan suspensi?

Sediaan kaplet/tablet mengandung kombinasi ibuprofen 200 mg + paracetamol 350 mg dan umumnya untuk dewasa. Sediaan suspensi ditujukan untuk anak dan hanya mengandung ibuprofen 100 mg per 5 mL (tanpa paracetamol). Karena komposisinya berbeda, ikuti petunjuk pada kemasan masing-masing dan sesuaikan dosis anak dengan berat badan serta usia.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Axaprofen (komposisi Ibuprofen 200 mg + Paracetamol 350 mg, produsen PT Sampharindo Perdana)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor registrasi dan golongan obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.