Sumagesic
Sumagesic adalah obat bebas yang berisi **paracetamol (asetaminofen) 600 mg** per tablet dan dipakai untuk **meredakan nyeri ringan sampai sedang** - seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, serta pegal-pegal - sekaligus **menurunkan demam**, misalnya saat flu atau setelah vaksinasi. Produk ini diproduksi oleh PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dan dijual bebas di apotek, namun kandungannya lebih tinggi daripada paracetamol 500 mg yang umum beredar sehingga aturan pakainya perlu benar-benar diperhatikan.
- Nama generik
- Paracetamol (asetaminofen)
- Nama dagang
- Sumagesic
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan sakit kepala dan nyeri kepala ringan sampai sedang
- Meredakan sakit gigi
- Meredakan nyeri haid (dismenore)
- Meredakan pegal-pegal dan nyeri otot, termasuk nyeri akibat terkilir
- Menurunkan demam, misalnya saat flu atau setelah vaksinasi
Dosis
Efek Samping
- Pada dosis yang dianjurkan, paracetamol umumnya ditoleransi dengan baik dan efek samping jarang terjadi
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di perut
- Ruam kulit, gatal, atau reaksi alergi ringan
- Reaksi alergi berat (jarang): bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, dan sesak napas - hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis
- Reaksi kulit serius yang sangat jarang, seperti kulit melepuh atau mengelupas luas
- Gangguan sel darah yang sangat jarang, misalnya penurunan trombosit atau sel darah putih pada pemakaian jangka panjang
- Kerusakan hati berat akibat dosis berlebih atau pemakaian melebihi batas harian - ini adalah risiko paling serius dari paracetamol
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap paracetamol atau komponen lain dalam produk
- Gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif, kecuali atas pertimbangan dan pengawasan dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat lain yang juga mengandung paracetamol - banyak obat flu, obat batuk-pilek, dan obat nyeri kombinasi mengandung paracetamol; meminumnya bersamaan sangat berisiko menyebabkan overdosis
- Alkohol - meningkatkan risiko kerusakan hati, sebaiknya dihindari selama memakai paracetamol
- Warfarin dan antikoagulan oral lain - pemakaian paracetamol dosis penuh dalam jangka panjang dapat memengaruhi efek pengencer darah, perlu pemantauan dokter
- Obat yang memicu kerja enzim hati seperti rifampisin, isoniazid, fenitoin, karbamazepin, dan fenobarbital - dapat meningkatkan risiko efek toksik paracetamol pada hati
- Metoklopramid dan domperidon dapat mempercepat penyerapan paracetamol, sedangkan kolestiramin dapat menguranginya
- Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang digunakan sebelum memakai Sumagesic
Peringatan Penting
- Satu tablet Sumagesic berisi 600 mg paracetamol, lebih tinggi daripada tablet paracetamol 500 mg yang umum beredar. Batas maksimum paracetamol untuk dewasa umumnya 4.000 mg per hari sehingga batas ini lebih cepat tercapai - hitung juga paracetamol yang terkandung dalam obat flu atau obat nyeri lain yang Anda minum.
- Jangan menggabungkan Sumagesic dengan obat flu, obat pilek, atau obat nyeri lain yang juga mengandung paracetamol. Selalu baca komposisi pada kemasan setiap obat.
- Overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati berat dan bisa berakibat fatal. Gejala awal sering tidak khas (mual, muntah, lemas). Bila terlanjur minum melebihi dosis, segera cari pertolongan medis walaupun belum merasa sakit - penanganan dini sangat menentukan.
- Segera periksakan diri ke dokter atau ke IGD bila muncul tanda bahaya berikut: kulit atau mata menguning, nyeri hebat di perut kanan atas, urine berwarna gelap, muntah terus-menerus, memar atau perdarahan tidak wajar, bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, sesak napas, serta ruam yang melepuh atau mengelupas.
- Beritahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama terhadap paracetamol atau obat pereda nyeri lain, sebelum menggunakan Sumagesic.
- Hindari konsumsi bersama alkohol karena meningkatkan risiko kerusakan hati.
- Konsultasikan lebih dulu ke dokter bila Anda memiliki penyakit hati, gangguan ginjal, defisiensi G6PD, atau kondisi malnutrisi kronis (termasuk berat badan sangat rendah atau kebiasaan tidak makan cukup).
- Gunakan hanya selama diperlukan. Bila demam tidak membaik dalam 2-3 hari atau nyeri tidak mereda setelah 5 hari, hentikan pemakaian sendiri dan periksakan diri ke dokter karena bisa jadi ada penyebab lain yang perlu diobati.
- Untuk ibu hamil, paracetamol termasuk kategori kehamilan B dan umumnya dianggap sebagai pereda nyeri pilihan, tetapi tetap gunakan pada dosis efektif terendah, sesingkat mungkin, dan sebaiknya dengan sepengetahuan dokter atau bidan. Untuk ibu menyusui, paracetamol umumnya aman bila digunakan sesuai aturan pakai.
- Sumagesic termasuk obat bebas (lingkaran hijau) sehingga dapat dibeli tanpa resep. Ini berbeda dengan obat keras (lingkaran merah bertanda huruf K) yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter dan tidak untuk pengobatan sendiri - jangan pernah membeli obat keras tanpa resep.
- Sebelum membeli, pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang masih berlaku. Anda dapat memeriksanya secara mandiri di cekbpom.pom.go.id dan hindari produk tanpa izin edar atau yang dijual di tempat tidak resmi.
- Simpan pada suhu ruang, terlindung dari sinar matahari langsung dan kelembapan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Sumagesic obat apa?
Sumagesic adalah obat bebas berisi paracetamol (asetaminofen) 600 mg per tablet yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang - seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, pegal-pegal, dan nyeri terkilir - serta untuk menurunkan demam, misalnya saat flu atau setelah vaksinasi. Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin di sistem saraf pusat, yaitu zat yang berperan memunculkan rasa nyeri dan demam. Sumagesic diproduksi oleh PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dan hanya berisi paracetamol tunggal - tidak mengandung kafein, dekongestan, maupun antihistamin.
Apakah Sumagesic bisa dibeli tanpa resep dokter?
Ya. Sumagesic termasuk golongan obat bebas (ditandai lingkaran hijau pada kemasan) sehingga dapat dibeli di apotek maupun toko obat tanpa resep dokter. Meski begitu, tetap baca aturan pakai pada kemasan dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Perlu diingat bahwa obat golongan obat keras (lingkaran merah bertanda huruf K) berbeda - obat keras hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter, bukan untuk pengobatan sendiri. Sebelum membeli, pastikan juga produknya terdaftar dengan memeriksa nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Bolehkah Sumagesic diminum bersamaan dengan obat flu atau obat nyeri lain?
Sebaiknya tidak, kecuali atas saran dokter atau apoteker. Sangat banyak obat flu, obat batuk-pilek, dan obat nyeri kombinasi yang di dalamnya juga mengandung paracetamol. Karena satu tablet Sumagesic sudah berisi 600 mg - lebih tinggi daripada tablet paracetamol 500 mg pada umumnya - menggabungkannya dengan obat lain yang mengandung paracetamol membuat Anda mudah melampaui batas maksimum sekitar 4.000 mg per hari untuk dewasa. Overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati berat. Biasakan membaca daftar komposisi pada setiap kemasan obat, hindari alkohol selama pemakaian, dan bila terlanjur minum berlebihan segera cari pertolongan medis meskipun belum merasakan keluhan apa pun.
Obat Terkait (Analgesik / Antipiretik)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Analgesik / Antipiretik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
- 1. Alodokter - Sumagesic (kandungan paracetamol 600 mg per tablet, golongan obat bebas, kelas analgesik dan antipiretik, kategori kehamilan B)
- 2. Halodoc - Sumagesic 600 mg 4 Tablet (komposisi paracetamol 600 mg, produsen Darya-Varia Laboratoria, golongan obat bebas, dosis dewasa 1 tablet 3-4 kali sehari)
- 3. Cek BPOM - Cek nomor izin edar produk obat di Indonesia
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.