Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Super Tetra

Super Tetra adalah **antibiotik golongan tetrasiklin** berisi **Tetracycline HCl (kompleks fosfat) setara 250 mg per kapsul lunak** yang dipakai untuk mengobati **infeksi bakteri** yang sensitif terhadap tetrasiklin, seperti infeksi saluran pernapasan, saluran kemih, kulit dan jaringan lunak, akne vulgaris berat, serta infeksi menular seksual. Obat ini bekerja **bakteriostatik** dengan menghambat sintesis protein bakteri pada ribosom subunit 30S, sehingga bakteri berhenti berkembang biak. Super Tetra terdaftar atas nama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dan berstatus **obat keras** (lingkaran merah dengan huruf K) sehingga **hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter**. Super Tetra bukan obat serba guna: ia tidak berguna untuk infeksi virus seperti flu biasa maupun diare virus, dan pemakaian tanpa indikasi justru mendorong **resistensi antimikroba**. Pastikan nomor izin edar pada kemasan terdaftar di **cekbpom.pom.go.id** sebelum menggunakan.

Nama generik
Tetracycline HCl (kompleks fosfat / phosphate buffered) setara Tetracycline HCl 250 mg per kapsul lunak
Nama dagang
Super Tetra
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi oleh bakteri Gram-positif dan Gram-negatif yang terbukti sensitif terhadap tetrasiklin
  • Infeksi saluran pernapasan, termasuk bronkitis kronis dan pneumonia akibat kuman yang sensitif
  • Infeksi saluran kemih oleh bakteri yang sensitif terhadap tetrasiklin
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Akne vulgaris berat yang tidak membaik dengan terapi topikal, atas pertimbangan dokter
  • Infeksi menular seksual seperti gonore, sifilis, dan klamidia, sesuai penilaian dan pemantauan dokter. Khusus gonore, resistensi terhadap tetrasiklin sudah luas sehingga pilihan antibiotik ditentukan dokter mengikuti pedoman terkini
  • Infeksi Vibrio cholerae (kolera) sebagai terapi tambahan di samping rehidrasi
  • Infeksi Mycoplasma pneumoniae, Rickettsia, Chlamydia, dan Brucella (brucellosis)

Dosis

Dewasa
Dosis dewasa yang lazim adalah 1-2 kapsul setiap 6 jam, namun dosis pasti, lama terapi, dan kesesuaiannya dengan jenis infeksi Anda ditentukan oleh dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Telan kapsul utuh dengan air putih yang cukup, sebaiknya saat perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan) kecuali dokter menganjurkan lain, dan jangan bersamaan dengan susu atau produk susu. Jangan berbaring segera setelah minum obat untuk mengurangi risiko iritasi kerongkongan. Habiskan antibiotik sesuai durasi yang diresepkan meski gejala sudah membaik, agar bakteri tidak menjadi resisten.
Anak
Tidak boleh diberikan pada anak di bawah 8 tahun karena berisiko menyebabkan perubahan warna gigi permanen, hipoplasia email, dan gangguan pertumbuhan tulang. Untuk anak berusia 8 tahun ke atas, pemberian hanya boleh atas resep dan pengawasan dokter yang akan menyesuaikan dosis dengan berat badan dan jenis infeksi.
Lansia
Dapat digunakan pada lansia dengan pengawasan dokter. Karena fungsi ginjal cenderung menurun seiring usia, dokter perlu menilai fungsi ginjal dan dapat menyesuaikan dosis atau memilih antibiotik lain. Sampaikan seluruh obat rutin yang sedang dikonsumsi agar interaksi dapat dihindari.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri ulu hati, kembung, dan diare
  • Nyeri atau rasa terbakar di kerongkongan hingga iritasi dan tukak esofagus, terutama bila diminum tanpa cukup air atau langsung berbaring
  • Hilang nafsu makan dan rasa tidak nyaman di perut
  • Fotosensitivitas, yaitu kulit menjadi mudah terbakar atau kemerahan saat terpapar sinar matahari
  • Ruam kulit, gatal, atau reaksi alergi yang pada kasus jarang bisa berat (pembengkakan wajah, sesak napas)
  • Kandidiasis (infeksi jamur) di mulut atau area kemaluan akibat perubahan flora normal
  • Diare berkepanjangan atau berdarah yang dapat menandakan kolitis terkait antibiotik
  • Perubahan warna gigi permanen dan gangguan pertumbuhan tulang bila diberikan pada anak di bawah 8 tahun atau selama kehamilan
  • Sakit kepala hebat disertai pandangan kabur, jarang terjadi namun dapat menandakan peningkatan tekanan di dalam kepala (hipertensi intrakranial jinak)
  • Pada penggunaan dosis tinggi atau pada gangguan ginjal atau hati: peningkatan ureum darah dan gangguan fungsi hati

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif atau alergi terhadap tetrasiklin dan antibiotik segolongannya
  • Anak berusia di bawah 8 tahun
  • Ibu hamil, karena berisiko mengganggu pembentukan gigi dan tulang janin
  • Ibu menyusui, karena tetrasiklin dapat masuk ke air susu ibu
  • Gangguan ginjal berat, kecuali dokter menilai manfaatnya lebih besar dan melakukan penyesuaian
  • Gangguan fungsi hati berat

Interaksi dengan Obat Lain

  • Susu dan produk susu, antasida, serta suplemen kalsium, besi, magnesium, aluminium, atau zinc mengikat tetrasiklin dan membuat penyerapannya turun drastis. Beri jarak minimal 2-3 jam dari waktu minum Super Tetra
  • Antikoagulan seperti warfarin: efek pengencer darah dapat meningkat sehingga risiko perdarahan naik
  • Pil KB kombinasi: efektivitasnya berpotensi menurun, sehingga kontrasepsi tambahan sebaiknya digunakan selama terapi
  • Penisilin dan antibiotik bakterisidal lain: tetrasiklin yang bersifat bakteriostatik dapat mengurangi efeknya, sehingga umumnya tidak dikombinasikan
  • Isotretinoin dan turunan vitamin A dosis tinggi: meningkatkan risiko hipertensi intrakranial (peningkatan tekanan di dalam kepala)
  • Diuretik dan obat nefrotoksik lain: dapat memperberat beban pada ginjal
  • Antasida yang mengandung natrium bikarbonat dapat menurunkan penyerapan tetrasiklin

Peringatan Penting

  • Super Tetra adalah obat keras bertanda lingkaran merah dengan huruf K. Wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dibeli atau dipakai untuk swamedikasi.
  • Super Tetra sering disalahgunakan sebagai antibiotik serba guna untuk diare, jerawat, atau sakit gigi. Tetrasiklin hanya bekerja pada diare akibat bakteri sensitif seperti kolera, dan tidak berguna untuk diare umum, diare virus, flu, atau demam biasa.
  • Penggunaan antibiotik tanpa indikasi yang tepat mendorong resistensi antimikroba, yaitu kondisi bakteri menjadi kebal sehingga infeksi di masa depan jauh lebih sulit diobati.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda pernah mengalami alergi obat, terutama terhadap tetrasiklin, doksisiklin, atau minosiklin, sebelum menggunakan Super Tetra.
  • Jangan memakai sisa antibiotik dari resep lama dan jangan membagikan Super Tetra kepada orang lain, karena jenis kuman, dosis, dan lama terapinya belum tentu sama.
  • Jangan gunakan Super Tetra yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa. Tetrasiklin yang terdegradasi dapat bersifat nefrotoksik dan menyebabkan kerusakan ginjal (sindrom Fanconi).
  • Hindari paparan sinar matahari langsung berlebihan dan gunakan pelindung kulit selama terapi karena risiko fotosensitivitas.
  • Minum dengan air putih yang cukup dan jangan langsung berbaring selama sekitar 30 menit untuk mencegah iritasi kerongkongan.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, penyakit hati, lupus, atau miastenia gravis, serta bila sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul ruam luas, sesak napas, bengkak pada wajah atau bibir, diare cair berat atau berdarah, kulit atau mata menguning, atau nyeri kepala hebat disertai gangguan penglihatan.
  • Pastikan nomor izin edar pada kemasan terdaftar dan aktif dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id untuk menghindari produk palsu atau ilegal.
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya dan lembap, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Pertanyaan Umum

Super Tetra obat apa?

Super Tetra adalah antibiotik golongan tetrasiklin yang setiap kapsul lunaknya mengandung Tetracycline HCl (kompleks fosfat) setara 250 mg. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif yang sensitif terhadap tetrasiklin, misalnya infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis kronis dan pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, akne vulgaris berat, serta infeksi menular seksual seperti sifilis dan klamidia. Super Tetra juga menjadi pilihan pada infeksi kolera, Mycoplasma pneumoniae, Rickettsia, Chlamydia, dan brucellosis. Karena termasuk obat keras, Super Tetra hanya boleh digunakan dengan resep dokter, dan keaslian produknya dapat dicek melalui cekbpom.pom.go.id.

Apakah Super Tetra boleh diminum untuk diare atau sakit gigi tanpa ke dokter?

Tidak. Ini adalah kesalahpahaman yang paling sering terjadi. Super Tetra bukan obat diare umum dan bukan pereda nyeri gigi. Tetrasiklin hanya efektif untuk diare yang disebabkan bakteri sensitif tertentu, misalnya kolera, dan sama sekali tidak bekerja pada diare akibat virus atau keracunan makanan biasa. Nyeri gigi pun belum tentu disebabkan infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik. Karena Super Tetra adalah obat keras yang wajib dengan resep dokter, pemakaian sendiri tanpa diagnosis berisiko menunda penanganan yang tepat sekaligus mendorong resistensi antimikroba. Periksakan diri ke dokter agar penyebab keluhan dipastikan lebih dulu.

Siapa yang tidak boleh menggunakan Super Tetra, dan apa yang harus dihindari selama meminumnya?

Super Tetra tidak boleh digunakan oleh anak di bawah 8 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui, karena tetrasiklin dapat menyebabkan perubahan warna gigi permanen, hipoplasia email, dan gangguan pertumbuhan tulang. Orang dengan riwayat alergi tetrasiklin serta gangguan ginjal atau hati berat juga harus menghindarinya atau memerlukan penyesuaian dari dokter. Selama terapi, jangan meminumnya bersamaan dengan susu, produk susu, antasida, atau suplemen kalsium, besi, dan zinc karena penyerapan obat akan menurun tajam. Beri jarak minimal 2-3 jam. Batasi juga paparan sinar matahari langsung karena risiko fotosensitivitas, dan jangan pernah menggunakan Super Tetra yang sudah kedaluwarsa karena hasil degradasinya dapat merusak ginjal.

Obat Terkait (Antibiotik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antibiotik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. MIMS Indonesia - Super Tetra (tetracycline phosphate complex, kelas Tetracyclines, ATC J01AA07, Darya-Varia)
  2. 2. PIONAS/IONI BPOM - Bab 5.1.3 Tetrasiklin (monografi kelas antibiotik tetrasiklin)
  3. 3. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat di Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.