Antiza
Antiza adalah **obat flu kombinasi** yang berisi empat zat aktif, yaitu **parasetamol** (penurun demam dan pereda nyeri), **dextromethorphan** (penekan **batuk kering**), **chlorpheniramine maleate** (antihistamin untuk bersin dan hidung meler), serta **phenylpropanolamine** (dekongestan untuk **hidung tersumbat**). Obat ini dipakai untuk meredakan gejala flu yang disertai batuk tidak berdahak pada dewasa dan anak.
- Nama generik
- Paracetamol 500 mg + Dextromethorphan HBr 15 mg + Chlorpheniramine maleate 1 mg + Phenylpropanolamine HCl 12,5 mg (kombinasi per kaplet)
- Nama dagang
- Antiza
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan gejala flu yang disertai batuk kering (tidak berdahak)
- Menurunkan demam dan meredakan sakit kepala akibat flu (dari komponen parasetamol)
- Melegakan hidung tersumbat (dari komponen dekongestan phenylpropanolamine)
- Mengurangi bersin-bersin dan hidung meler (dari komponen antihistamin chlorpheniramine)
- Menekan batuk kering yang mengganggu (dari komponen dextromethorphan)
Dosis
Efek Samping
- Mengantuk, pusing, atau lemas (terutama akibat chlorpheniramine)
- Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering
- Jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur (akibat phenylpropanolamine)
- Mual atau gangguan pencernaan ringan
- Peningkatan tekanan darah pada orang yang sensitif
- Reaksi alergi seperti ruam atau gatal (jarang); segera hentikan bila muncul
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitif (alergi) terhadap salah satu komponen obat
- Hipertensi berat atau penyakit jantung berat
- Gangguan hati berat (karena kandungan parasetamol)
- Sedang atau baru saja (dalam 14 hari) menggunakan obat golongan MAOI
- Tidak dianjurkan untuk bayi dan anak yang sangat kecil kecuali atas petunjuk dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat golongan MAOI (antidepresan tertentu) dapat memicu reaksi berbahaya bila digabung dengan phenylpropanolamine dan dextromethorphan
- Alkohol dan obat penekan susunan saraf pusat (obat tidur, penenang) memperkuat efek kantuk; alkohol juga menambah risiko kerusakan hati dari parasetamol
- Obat antihipertensi dapat berkurang efeknya karena kandungan dekongestan
- Obat flu, pereda nyeri, atau demam lain yang juga mengandung parasetamol dapat menyebabkan dosis parasetamol berlebih
- Obat antihistamin atau sedatif lain dapat menambah rasa kantuk secara berlebihan
Peringatan Penting
- Antiza termasuk golongan Obat Bebas Terbatas (berlogo lingkaran biru); dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap baca aturan pakai dan peringatan pada kemasan.
- Dapat menyebabkan kantuk — jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya.
- Hati-hati jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, gangguan tiroid, glaukoma, atau pembesaran prostat, karena kandungan phenylpropanolamine.
- Jangan mengonsumsi bersama obat lain yang juga mengandung parasetamol untuk menghindari overdosis dan kerusakan hati.
- Batasi atau hindari alkohol selama menggunakan obat ini.
- Hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter bila gejala tidak membaik dalam 3 hari, demam berlanjut, atau batuk berubah menjadi berdahak.
- Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan.
- Pastikan produk memiliki izin edar BPOM yang masih berlaku; cek nomornya di cekbpom.pom.go.id.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Antiza obat apa?
Antiza adalah obat flu kombinasi yang mengandung empat zat aktif: parasetamol (penurun demam dan pereda nyeri), dextromethorphan (penekan batuk kering), chlorpheniramine maleate (antihistamin), dan phenylpropanolamine (dekongestan). Obat ini dipakai untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk kering (tidak berdahak). Antiza diproduksi oleh PT Coronet Crown dan termasuk Obat Bebas Terbatas.
Apakah Antiza bisa dibeli tanpa resep dokter?
Ya. Antiza termasuk golongan Obat Bebas Terbatas dengan logo lingkaran biru, sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Meski begitu, obat ini tetap harus digunakan sesuai aturan pakai pada kemasan. Bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau kondisi khusus lain, sebaiknya tanyakan dulu kepada apoteker atau dokter. Pastikan juga produk memiliki izin edar resmi dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Antiza menyebabkan mengantuk?
Bisa. Antiza mengandung chlorpheniramine maleate, yaitu antihistamin yang sering menimbulkan efek kantuk. Karena itu, sebaiknya jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya, dan hindari mengonsumsinya bersama alkohol atau obat penenang lain. Bila gejala flu tidak membaik dalam 3 hari atau batuk berubah menjadi berdahak, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.
Obat Terkait (Obat Batuk)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.