Brochifar
**Brochifar** adalah **obat flu** kombinasi produksi **PT Ifars** yang berisi **parasetamol**, **dekstrometorfan HBr**, **fenilpropanolamin HCl**, dan **klorfeniramin maleat**. Obat ini dipakai untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat/pilek, dan **batuk kering** (batuk tidak berdahak).
- Nama generik
- Paracetamol + Dextromethorphan HBr + Phenylpropanolamine HCl + Chlorpheniramine maleate
- Nama dagang
- Brochifar
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan gejala flu seperti demam dan sakit kepala
- Meredakan hidung tersumbat dan pilek disertai bersin-bersin
- Meredakan batuk kering (batuk tidak berdahak) yang menyertai flu
Dosis
Efek Samping
- Mengantuk, pusing, atau lemas (efek klorfeniramin)
- Mulut kering, penglihatan kabur, atau sembelit
- Jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur (efek fenilpropanolamin/PPA)
- Mual pada sebagian orang
- Reaksi alergi, dan gangguan hati bila parasetamol dikonsumsi berlebihan
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif terhadap salah satu komponen obat
- Penderita hipertensi berat atau penyakit jantung berat (kandungan PPA)
- Gangguan fungsi hati berat (kandungan parasetamol)
- Sedang atau baru saja menggunakan obat golongan MAOI
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat golongan MAOI (antidepresan) dapat meningkatkan risiko krisis hipertensi
- Alkohol dan obat penenang/penekan SSP lain memperkuat efek kantuk
- Obat lain yang mengandung parasetamol meningkatkan risiko overdosis parasetamol
- Efek obat antihipertensi dapat terganggu oleh kandungan PPA
Peringatan Penting
- Menyebabkan kantuk; jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat ini
- Hindari alkohol selama pemakaian
- Gunakan hati-hati pada penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, glaukoma, dan pembesaran prostat
- Jangan gunakan bersama obat lain yang mengandung parasetamol untuk menghindari overdosis
- Hanya ditujukan untuk batuk kering; tidak sesuai untuk batuk berdahak
- Konsultasikan dengan dokter bila sedang hamil atau menyusui
- Brochifar tergolong obat bebas terbatas (lingkaran biru) sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap ikuti aturan pakai pada kemasan
- Pastikan nomor izin edar terdaftar di cekbpom.pom.go.id, dan hentikan pemakaian bila gejala tidak membaik dalam beberapa hari
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Brochifar obat apa?
Brochifar adalah obat flu kombinasi produksi PT Ifars yang tiap kapletnya berisi parasetamol, dekstrometorfan HBr, fenilpropanolamin HCl, dan klorfeniramin maleat. Obat ini dipakai untuk meredakan demam, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat/pilek, dan batuk kering yang menyertai flu.
Apakah Brochifar bisa dibeli tanpa resep dokter?
Ya. Brochifar termasuk obat bebas terbatas (tanda lingkaran biru) sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap harus mengikuti aturan pakai pada kemasan. Sebaiknya pastikan nomor izin edarnya terdaftar di cekbpom.pom.go.id, dan konsultasikan ke dokter atau apoteker bila ragu.
Apakah Brochifar menyebabkan kantuk?
Ya. Kandungan klorfeniramin maleat dapat menimbulkan rasa kantuk, sehingga sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya dan hindari konsumsi alkohol selama pemakaian.
Apa bedanya Brochifar hijau dan Brochifar Plus biru?
Bedanya ada pada satu zat aktif tambahan. Brochifar reguler (kemasan hijau) berisi 4 zat aktif: paracetamol 500 mg, dextromethorphan HBr 15 mg, phenylpropanolamine HCl 15 mg, dan chlorpheniramine maleate 2 mg. Brochifar Plus (kemasan biru) memiliki keempat zat itu ditambah guaifenesin 100 mg, yaitu ekspektoran pengencer dahak. Karena itu Brochifar hijau ditujukan untuk flu dengan batuk kering (tidak berdahak), sedangkan Brochifar Plus untuk flu dengan batuk berdahak. Keduanya diproduksi PT Ifars dan tergolong obat bebas terbatas. Tanyakan ke apoteker bila ragu memilih.
Brochifar diminum berapa kali sehari dan berapa dosisnya?
Menurut aturan pakai produsen, dewasa dan anak di atas 12 tahun umumnya 1 kaplet, 3-4 kali sehari, sedangkan anak 6-12 tahun setengah kaplet, 3-4 kali sehari. Jarak antardosis minimal 4-6 jam dan tidak lebih dari 4 kaplet dalam 24 jam. Kaplet ditelan utuh dengan air, sebaiknya sesudah makan, dan dosis yang terlewat tidak digandakan. Brochifar tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun. Pemakaian sebaiknya tidak lebih dari 3 hari; bila gejala menetap, konsultasikan ke dokter atau apoteker.
Apa saja kandungan Brochifar dan berapa mg per kaplet?
Tiap kaplet Brochifar mengandung empat zat aktif: paracetamol 500 mg (menurunkan demam serta meredakan sakit kepala dan nyeri tenggorokan), dextromethorphan HBr 15 mg (menekan refleks batuk kering), phenylpropanolamine HCl 15 mg (dekongestan untuk hidung tersumbat), dan chlorpheniramine maleate 2 mg (antihistamin untuk bersin dan pilek, sekaligus penyebab efek kantuk). Angka 500 mg pada kemasan merujuk ke kandungan paracetamol, bukan berat total kaplet. Brochifar hijau tidak mengandung guaifenesin dan bukan antibiotik. Hindari meminumnya bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol; tanyakan ke apoteker bila ragu.
Apa efek samping Brochifar yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang mungkin muncul meliputi mengantuk dan mulut kering (dari CTM); jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau tekanan darah naik (dari PPA); serta mual, muntah, diare, sembelit, dan nyeri perut. Dilaporkan pula pusing, reaksi melambat, takikardia atau aritmia, retensi urin, dan kerusakan hati pada dosis tinggi atau pemakaian jangka panjang. Hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter bila muncul sulit tidur, jantung berdebar, atau pusing. Ruam, bengkak, atau sesak napas butuh pertolongan medis segera. Jangan mengemudi setelah meminumnya.
Apakah Brochifar bisa untuk radang tenggorokan?
Brochifar bisa membantu meredakan gejala radang tenggorokan ringan, tetapi tidak menyembuhkan penyebabnya. Kandungan paracetamol 500 mg meringankan nyeri tenggorokan dan demam yang menyertai, sementara komponen lain meredakan batuk kering dan hidung tersumbat. Namun Brochifar bukan antibiotik, sehingga tidak efektif bila radang tenggorokan disebabkan infeksi bakteri. Periksakan ke dokter bila nyeri telan berat, ada bercak putih atau nanah di tenggorokan atau amandel, demam di atas 38 derajat Celsius, kelenjar leher membengkak, atau gejala menetap lebih dari 2-3 hari.
Obat Terkait (Obat Batuk)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Batuk — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.