Braxidin
**Braxidin** adalah obat kombinasi **klordiazepoksida** (benzodiazepin penenang) dan **klidinium bromida** (antikolinergik-antispasmodik) yang dipakai sebagai terapi tambahan untuk **gangguan saluran cerna yang disertai kecemasan**, seperti tukak lambung, dispepsia nervosa, dan sindrom iritasi usus (IBS). Termasuk **obat keras** dan **psikotropika golongan IV** yang wajib dengan resep dokter.
- Nama generik
- Chlordiazepoxide (klordiazepoksida) + Clidinium bromide (klidinium bromida)
- Nama dagang
- Braxidin
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi tambahan (adjuvan) pada tukak lambung dan usus dua belas jari yang berkaitan dengan kecemasan atau gangguan saraf otonom
- Dispepsia nervosa dan gangguan lambung fungsional yang disertai ketegangan atau kecemasan
- Sindrom iritasi usus besar (IBS), kolitis, serta kejang dan iritasi pada saluran cerna
- Membantu meredakan diare dan nyeri kejang perut akibat spasme otot saluran cerna
- Meredakan nyeri haid (dismenore) yang berkaitan dengan spasme
Dosis
Efek Samping
- Mengantuk, pusing, dan penurunan kewaspadaan (efek penenang dari klordiazepoksida)
- Mulut kering, penglihatan kabur, sembelit, dan sulit buang air kecil (efek antikolinergik klidinium bromida)
- Lemas, gangguan koordinasi (ataksia), atau kebingungan, terutama pada lansia
- Mual atau gangguan pencernaan ringan
- Penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan ketergantungan dan gejala putus obat bila dihentikan mendadak
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitivitas terhadap klordiazepoksida, klidinium bromida, atau golongan benzodiazepin
- Glaukoma sudut sempit (glaukoma sudut tertutup)
- Pembesaran prostat (hipertrofi prostat) atau kondisi dengan retensi urin
- Sumbatan (obstruksi) pada saluran cerna atau saluran kemih, termasuk obstruksi leher kandung kemih, serta atonia usus
- Miastenia gravis
Interaksi dengan Obat Lain
- Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat lain (obat tidur, opioid, antihistamin, antipsikotik) dapat memperkuat efek mengantuk dan depresi napas
- Obat antikolinergik lain dapat meningkatkan efek samping seperti mulut kering, sembelit, dan retensi urin
- Obat yang memengaruhi enzim hati dapat mengubah kadar klordiazepoksida dalam darah
- Antasida dapat memengaruhi penyerapan obat sehingga sebaiknya diberi jeda waktu pemberian
Peringatan Penting
- Termasuk obat keras sekaligus psikotropika golongan IV sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk mengobati diri sendiri (self-medication)
- Berisiko menimbulkan ketergantungan; jangan menambah dosis atau menghentikan penggunaan secara mendadak tanpa arahan dokter
- Dapat menyebabkan kantuk; hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat
- Ibu hamil: sebaiknya dihindari kecuali manfaatnya jelas lebih besar daripada risikonya, terutama pada trimester pertama. Kehamilan memang tidak tercantum sebagai kontraindikasi resmi pada label, tetapi label FDA menyatakan bahwa karena indikasi obat ini jarang bersifat darurat, penggunaannya pada trimester pertama hampir selalu harus dihindari. Bukti mengenai cacat lahir tidak seragam: label FDA format lama menyebut beberapa studi mengaitkan pemakaian transkuiliser minor (klordiazepoksida, diazepam, meprobamat) pada trimester I dengan peningkatan risiko malformasi kongenital, sementara label Librax versi 2023 mencatat studi observasional yang lebih baru tidak menemukan kaitan yang jelas dengan cacat lahir mayor
- Klordiazepoksida adalah benzodiazepin, dan benzodiazepin melewati plasenta, sehingga pemakaian pada kehamilan lanjut atau menjelang persalinan dapat menyebabkan sedasi pada bayi baru lahir (depresi napas, letargi, hipotonia atau floppy infant syndrome) dan gejala putus obat pada neonatus (hiperrefleksia, iritabilitas, gelisah, tremor, tangis yang tak terhibur, serta kesulitan menyusu). Segera beri tahu dokter bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan selama memakai obat ini
- Ibu menyusui: menyusui sambil memakai obat ini tidak dianjurkan. Data kadar klordiazepoksida dalam ASI belum tersedia, tetapi obat ini diubah menjadi metabolit aktif berwaktu paruh panjang (klordiazepoksida 5-30 jam; metabolitnya 14-100 jam) yang dapat menumpuk pada bayi, sehingga obat alternatif lebih dipilih — terutama bila menyusui bayi baru lahir atau bayi prematur. Komponen klidinium bersifat antikolinergik sehingga dapat menekan produksi ASI. Bila obat tetap harus digunakan, pantau bayi terhadap kantuk berlebih, malas menyusu, dan kenaikan berat badan yang buruk
- Gunakan dengan hati-hati pada lansia serta pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal
- Informasikan riwayat alergi obat dan penyakit yang Anda miliki kepada dokter sebelum menggunakan Braxidin
- Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat (ruam, gatal, bengkak pada wajah/bibir/lidah, sesak napas), kantuk hebat, kebingungan berat, kesulitan bernapas, atau menguningnya kulit dan mata
- Selalu periksa nomor registrasi BPOM di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan keaslian produk
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Braxidin obat apa?
Braxidin adalah obat kombinasi yang mengandung klordiazepoksida 5 mg (golongan benzodiazepin/ansiolitik) dan klidinium bromida 2,5 mg (antikolinergik-antispasmodik). Obat ini digunakan sebagai terapi tambahan untuk gangguan saluran cerna yang disertai kecemasan, seperti tukak lambung, dispepsia nervosa, dan sindrom iritasi usus (IBS). Braxidin termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Apakah Braxidin menyebabkan mengantuk atau ketergantungan?
Ya. Kandungan klordiazepoksida adalah benzodiazepin yang dapat menimbulkan kantuk dan, bila digunakan jangka panjang, berisiko menyebabkan ketergantungan. Karena itu Braxidin diklasifikasikan sebagai psikotropika golongan IV, hanya digunakan sesuai resep, dan tidak boleh dihentikan secara mendadak tanpa arahan dokter.
Apakah Braxidin bisa dibeli bebas di apotek?
Tidak. Braxidin adalah obat keras sekaligus psikotropika golongan IV sehingga hanya dapat ditebus dengan resep dokter. Pastikan produk memiliki nomor izin edar yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakannya.
Obat Terkait (Antispasmodik / Antikejang Otot)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antispasmodik / Antikejang Otot — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.