Lewati ke konten
Antispasmodik / Antikejang OtotResep dokter

Braxidin

**Braxidin** adalah obat kombinasi **klordiazepoksida** (benzodiazepin penenang) dan **klidinium bromida** (antikolinergik-antispasmodik) yang dipakai sebagai terapi tambahan untuk **gangguan saluran cerna yang disertai kecemasan**, seperti tukak lambung, dispepsia nervosa, dan sindrom iritasi usus (IBS). Termasuk **obat keras** dan **psikotropika golongan IV** yang wajib dengan resep dokter.

Nama generik
Chlordiazepoxide (klordiazepoksida) + Clidinium bromide (klidinium bromida)
Nama dagang
Braxidin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi tambahan (adjuvan) pada tukak lambung dan usus dua belas jari yang berkaitan dengan kecemasan atau gangguan saraf otonom
  • Dispepsia nervosa dan gangguan lambung fungsional yang disertai ketegangan atau kecemasan
  • Sindrom iritasi usus besar (IBS), kolitis, serta kejang dan iritasi pada saluran cerna
  • Membantu meredakan diare dan nyeri kejang perut akibat spasme otot saluran cerna
  • Meredakan nyeri haid (dismenore) yang berkaitan dengan spasme

Dosis

Dewasa
Dosis ditetapkan oleh dokter dan mengikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Umumnya diminum sebelum makan dan sebelum tidur; jangan menambah atau melebihi dosis yang dianjurkan.
Anak
Tidak dianjurkan untuk anak tanpa pengawasan dokter karena keamanannya pada anak belum ditetapkan.
Lansia
Lansia biasanya memerlukan dosis lebih rendah dan pengawasan lebih ketat karena lebih rentan mengalami kantuk, kebingungan, dan risiko jatuh. Ikuti arahan dokter.

Efek Samping

  • Mengantuk, pusing, dan penurunan kewaspadaan (efek penenang dari klordiazepoksida)
  • Mulut kering, penglihatan kabur, sembelit, dan sulit buang air kecil (efek antikolinergik klidinium bromida)
  • Lemas, gangguan koordinasi (ataksia), atau kebingungan, terutama pada lansia
  • Mual atau gangguan pencernaan ringan
  • Penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan ketergantungan dan gejala putus obat bila dihentikan mendadak

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas terhadap klordiazepoksida, klidinium bromida, atau golongan benzodiazepin
  • Glaukoma sudut sempit (glaukoma sudut tertutup)
  • Pembesaran prostat (hipertrofi prostat) atau kondisi dengan retensi urin
  • Sumbatan (obstruksi) pada saluran cerna atau saluran kemih, serta atonia usus
  • Miastenia gravis

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat lain (obat tidur, opioid, antihistamin, antipsikotik) dapat memperkuat efek mengantuk dan depresi napas
  • Obat antikolinergik lain dapat meningkatkan efek samping seperti mulut kering, sembelit, dan retensi urin
  • Obat yang memengaruhi enzim hati dapat mengubah kadar klordiazepoksida dalam darah
  • Antasida dapat memengaruhi penyerapan obat sehingga sebaiknya diberi jeda waktu pemberian

Peringatan Penting

  • Termasuk obat keras sekaligus psikotropika golongan IV sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk mengobati diri sendiri (self-medication)
  • Berisiko menimbulkan ketergantungan; jangan menambah dosis atau menghentikan penggunaan secara mendadak tanpa arahan dokter
  • Dapat menyebabkan kantuk; hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat
  • Tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui kecuali atas pertimbangan dokter
  • Gunakan dengan hati-hati pada lansia serta pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal
  • Informasikan riwayat alergi obat dan penyakit yang Anda miliki kepada dokter sebelum menggunakan Braxidin
  • Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat (ruam, gatal, bengkak pada wajah/bibir/lidah, sesak napas), kantuk hebat, kebingungan berat, kesulitan bernapas, atau menguningnya kulit dan mata
  • Selalu periksa nomor registrasi BPOM di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan keaslian produk

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Pertanyaan Umum

Braxidin obat apa?

Braxidin adalah obat kombinasi yang mengandung klordiazepoksida 5 mg (golongan benzodiazepin/ansiolitik) dan klidinium bromida 2,5 mg (antikolinergik-antispasmodik). Obat ini digunakan sebagai terapi tambahan untuk gangguan saluran cerna yang disertai kecemasan, seperti tukak lambung, dispepsia nervosa, dan sindrom iritasi usus (IBS). Braxidin termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Braxidin menyebabkan mengantuk atau ketergantungan?

Ya. Kandungan klordiazepoksida adalah benzodiazepin yang dapat menimbulkan kantuk dan, bila digunakan jangka panjang, berisiko menyebabkan ketergantungan. Karena itu Braxidin diklasifikasikan sebagai psikotropika golongan IV, hanya digunakan sesuai resep, dan tidak boleh dihentikan secara mendadak tanpa arahan dokter.

Apakah Braxidin bisa dibeli bebas di apotek?

Tidak. Braxidin adalah obat keras sekaligus psikotropika golongan IV sehingga hanya dapat ditebus dengan resep dokter. Pastikan produk memiliki nomor izin edar yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakannya.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Braxidin (Manfaat, Dosis, Efek Samping)
  2. 2. Cek BPOM - Cek Produk Obat Terdaftar
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.